• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
Tangguh
0706291426
Dept.
Ilmu
Hubungan
Internasional
FISIP
Universitas
Indonesia
 1
 
 ASEAN Regional Forum
sebagai Limitasi Hegemoni Amerika Serikat dalam Tata Keamanan Asia Tenggara
Mata Kuliah Rezim Keamanan Internasional
P
ENDAHULUAN
 
Di Asia Timur dan Tenggara,
1
negara terbesar yang terlibat dalam sistem keamanan justruadalah negara ekstraregional, yaitu Amerika Serikat (AS). AS memiliki dominasi atas seluruh negaralainnya dan menjadi kekuatan sentral dalam menciptakan stabilitas dan tata keamanan kawasan.Tulang punggung keberhasilan dominasi AS di kawasan ini adalah pengerahan militer jauh ke depandan jaringan aliansi bilateralnya sejak akhir Perang Dunia II. Kebijakan AS ini tampaknya takkanberubah secara signifikan. Namun, ketika
 ASEAN Regional Forum
(ARF) diciptakan pada 1993 sebagaiinstitusi keamanan multilateral di kawasan tersebut, AS sebagai negara adidaya yang tak tertandingidengan kebijakan bilateralis ikut berpartisipasi dalam multilateralisme ARF. Penulis memandangbahwa keikutsertaan AS ini, pada perkembangannya, membatasi hegemoni AS dalam tata keamananregional Asia Tenggara. Oleh karena itu,
 paper 
ini meneliti pertanyaan berikut:
Bagaimana dan sejauh mana peran dan posisi ARF sebagai forum interaksi antarnegara-negaraASEAN dan negara-negara ekstraregional ASEAN dapat membatasi hegemoni AS dalam tatakeamanan regional Asia Tenggara?
 
Paper 
ini memiliki signifikansi akademik sebagai berikut: Ia dapat menjelaskan signifikansi
 power 
struktural suatu negara besar terhadap sistem keamanan suatu kawasan, bagaimana dan sejauhapa tata keamanan regional didasarkan atas peran dan posisi negara besar, bagaimana konflik antarabilateralisme dan multilateralisme, serta bagaimana mekanisme dan peraturan operasi suatu institusimultilateral dapat membatasi signifikansi
 power 
negara besar. Sedangkan, signifikansi praktis
 paper 
iniadalah ia dapat mendasari pengambilan kebijakan bagi aktor-aktor regional Asia Tenggara dalammemaknai interaksi dengan
 power 
struktural AS dan negara-negara besar lainnya.
Paper 
ini memiliki
outline
sebagai berikut:
1)
pendahuluan, di mana penulis akan memberikan pengantar singkatterhadap isu yang diangkat, menjelaskan pertanyaan penelitian, menjelaskan signifikansi penelitian,serta memberikan
outline
singkat penelitian;
2)
pembahasan, di mana penulis akan memberikankonseptualisasi tentang faktor AS di kawasan Asia Tenggara, dilihat dari
 power 
struktural AS, peran
1
 
Konsepsi Barat tentang “
 East Asia
” adalah “
 Northeast Asia
” (Asia Timur) dan “
Southeast Asia
” (Asia
Tenggara). Oleh karena itu, dalam menerjemahkan konsepsi geografis
 East Asia
dalam literatur-literatur
 berbahasa Inggris, penulis menggunakan istilah “Asia Timur dan Tenggara”
 
 
Tangguh
0706291426
Dept.
Ilmu
Hubungan
Internasional
FISIP
Universitas
Indonesia
 2
 
dan posisi AS di kawasan Asia Tenggara, kebijakan-kebijakan Amerika Serikat di kawasan AsiaTenggara, serta bagaimana konformitas tata keamanan Asia Tenggara terhadap peran dan posisi AS;sejarah aliansi AS terhadap negara-negara ASEAN sebagai bilateralisme, peran ARF sebagai foruminteraksi antarnegara-negara ASEAN dan negara-negara ekstraregional; serta argumen utama tentangbagaimana dan sejauh apa peran dan posisi ARF membatasi hegemoni AS; serta
3)
kesimpulan, dimana penulis akan memberikan kesimpulan atas penelitian penulis dan mengajukan pertanyaan baruyang belum terjawab dalam pembahasan penulis.
P
EMBAHASAN
 
Faktor Amerika Serikat di Kawasan Asia Tenggara
 
 Power 
Struktural Amerika Serikat pada Level Keamanan
 Sejauh ini, negara terbesar yang terlibat dalam sistem di Asia adalah AS, yang memilikipengaruh yang tidak sepadan dengan negara-negara lain, bahkan dalam institusi-institusi multilateralmanapun yang merupakan bagian dari sistem, dengan
turnover 
perdagangan dan belanja militer jauhmelebihi negara terbesar kedua, China (berdasarkan jumlah dalam
 purchasing power parity
).
2
 Pada level keamanan, AS memiliki dominasi atas seluruh negara lainnya.
3
AS tidak hanyamelakukan pembelanjaan pertahanan yang jauh melebihi negara lainnya dengan persentase GDPkeseluruhan yang sangat kecil,
4
namun posisi AS juga t
elah diperkuat oleh „
revolution in militaryaffairs
‟,
5
di mana keunggulan teknologi telah menjadi komponen yang semakin penting dalamsuperioritas militer.
6
Namun, bukan hanya efektivitas teknis teknologi militer Amerika yangmenjadikannya berada pada jantung arsitektur keamanan dunia. Kehadiran AS di kawasan AsiaTimur dan Tenggara dipandang penting untuk memelihara
balance of power 
yang stabil, sehingga
2
Wayne Bert,
The United States, China and Southeast Asian Security: A Changing of the Guard?
(New York:Palgrave Macmillan, 2003), h.20
Tabel 1 GDP, populasi, perdagangan,dan belanja militer negara-negarabesar yang terlibat secara militer diAsia
 
 
Tangguh
0706291426
Dept.
Ilmu
Hubungan
Internasional
FISIP
Universitas
Indonesia
 3
 
kehadiran tentara Amerika terus berlanjut di kawasan tersebut.
7
 
Peran dan Posisi Amerika Serikat di Kawasan Asia Tenggara
 Menurut Evelyn Goh (2008), AS bukanlah aktor ekstraregional di kawasan Asia Timur danTenggara, namun adalah kekuatan sentral dalam menciptakan stabilitas dan tata keamanan kawasan.Menurutnya, terdapat hierarki regional berlapis di Asia Timur yang dipimpin oleh AS, dengan China, Jepang, dan India membentuk lapisan-lapisan di bawah dominasi AS. Pola-pola utama keseimbangandan pergolakan di kawasan ini sejak 1945 dapat dijelaskan dengan melihat stabilitas relatif posisi AS dipuncak hierarki regional, dengan periode ketakamanan terbesar terkait dengan ketakpastian terbesartentang komitmen Amerika untuk mengatur tata regional.
8
Apalagi, ASEAN menganggap kehadiranAS di kawasan sangat penting, karena akses mereka terhadap pasar AS sangat penting bagikeberlanjutan pertumbuhan ekonomi mereka, sementara negara-negara ASEAN menginginkaninvestasi dan transfer teknologi AS. Hubungan militer antara AS dan kebanyakan negara-negaraASEAN terus meningkat selama dekade terakhir. Amerika juga dipandang sebagai penyeimbangkunci
balance of power 
di kawasan Asia Tenggara antara AS, China, Jepang, dan India.
9
Hal ini terkaitdengan
 power 
struktural AS, khususnya pada level keamanan, seperti yang telah dibahas sebelumnya.Digabungkan dengan
 power 
struktural Amerika lainnya yang relatif tak tertandingi di bidang kendaliproduksi, kredit, serta pengetahuan,
 power 
struktural Amerika telah men
opang posisi „hegemonik‟
-nyadalam system internasional umumnya dan di Asia Pasifik khususnya.
10
Posisi unik AS pada pusat tatadunia pascaperang berarti AS memiliki kapasitas untuk memengaruhi tidak hanya posisi negara-negara Asia Tenggara, namun juga negara-negara besar di kawasan tersebut. Hubungan salingmemengaruhi, baik secara bilateral antara AS dan negara-negara ASEAN, serta antara AS, Jepang, danChina, telah menjadi penentu signifikan perkembangan di Asia Tenggara.
11
 
Kebijakan-kebijakan Amerika Serikat di Kawasan Asia Tenggara
 Skema prinsip aliran utama tujuan AS di Asia adalah bahwa AS takkan membiarkan dominasiAsia oleh satu negara tunggal, sebagaimana diungkapkan
Bernard Gordon, “
Opposition to
any
single-
 
3
 
Mark Beeson, “
Southeast Asia and the Major Powers: The United States, Japan and China
 
4
 
S. G. Brooks dan W. C. Wohlforth (2002) “
 American primacy in perspective
”,
Foreign Affairs
, 81 (4), h.20-33
5
P. Dibb (1997-
98) “
The revolution in military affairs and Asian security
”,
Survival
, 39 (4), h.93-116
6
 
J. S. Nye dan W.A. Owens (1996) “
 America’s information edge
”,
Foreign Affairs
, 75 (2), h.20-36
7
Tow, W.T. (2001)
 Asia-Pacific Strategic Relations: Seeking Convergent Security
, (Cambridge: CambridgeUniversity Press), h.168
8
 
Evelyn Goh, “
 Hierarchy and the role of the United States in the East Asian security order 
”,
 International Relations of the Asia-Pacific
Volume 8 (2008), h.353-377
9
 
Ian Storey, “
The United States and ASEAN-China Relations: All Quiet on the Southeast Asian front 
”,
StrategicStudies Institute
, Oktober 2007
10
Agnew, J. and Corbridge, S. (1995)
 Mastering Space: Hegemony, Territory and International Political Economy
, (London: Routledge)
11
 
M. Beeson dan M.T. Berger, (2003) “
The paradoxes of paramountcy: Regional rivalries and the dynamics of  American hegemony in East Asia
”,
Global Change, Peace and Security
, 15 (1), h.27-42
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...