Tangguh
0706291426
Dept.
Ilmu
Hubungan
Internasional
FISIP
Universitas
Indonesia
3
kehadiran tentara Amerika terus berlanjut di kawasan tersebut.
7
Peran dan Posisi Amerika Serikat di Kawasan Asia Tenggara
Menurut Evelyn Goh (2008), AS bukanlah aktor ekstraregional di kawasan Asia Timur danTenggara, namun adalah kekuatan sentral dalam menciptakan stabilitas dan tata keamanan kawasan.Menurutnya, terdapat hierarki regional berlapis di Asia Timur yang dipimpin oleh AS, dengan China, Jepang, dan India membentuk lapisan-lapisan di bawah dominasi AS. Pola-pola utama keseimbangandan pergolakan di kawasan ini sejak 1945 dapat dijelaskan dengan melihat stabilitas relatif posisi AS dipuncak hierarki regional, dengan periode ketakamanan terbesar terkait dengan ketakpastian terbesartentang komitmen Amerika untuk mengatur tata regional.
8
Apalagi, ASEAN menganggap kehadiranAS di kawasan sangat penting, karena akses mereka terhadap pasar AS sangat penting bagikeberlanjutan pertumbuhan ekonomi mereka, sementara negara-negara ASEAN menginginkaninvestasi dan transfer teknologi AS. Hubungan militer antara AS dan kebanyakan negara-negaraASEAN terus meningkat selama dekade terakhir. Amerika juga dipandang sebagai penyeimbangkunci
balance of power
di kawasan Asia Tenggara antara AS, China, Jepang, dan India.
9
Hal ini terkaitdengan
power
struktural AS, khususnya pada level keamanan, seperti yang telah dibahas sebelumnya.Digabungkan dengan
power
struktural Amerika lainnya yang relatif tak tertandingi di bidang kendaliproduksi, kredit, serta pengetahuan,
power
struktural Amerika telah men
opang posisi „hegemonik‟
-nyadalam system internasional umumnya dan di Asia Pasifik khususnya.
10
Posisi unik AS pada pusat tatadunia pascaperang berarti AS memiliki kapasitas untuk memengaruhi tidak hanya posisi negara-negara Asia Tenggara, namun juga negara-negara besar di kawasan tersebut. Hubungan salingmemengaruhi, baik secara bilateral antara AS dan negara-negara ASEAN, serta antara AS, Jepang, danChina, telah menjadi penentu signifikan perkembangan di Asia Tenggara.
11
Kebijakan-kebijakan Amerika Serikat di Kawasan Asia Tenggara
Skema prinsip aliran utama tujuan AS di Asia adalah bahwa AS takkan membiarkan dominasiAsia oleh satu negara tunggal, sebagaimana diungkapkan
Bernard Gordon, “
Opposition to
any
single-
3
Mark Beeson, “
Southeast Asia and the Major Powers: The United States, Japan and China
”
4
S. G. Brooks dan W. C. Wohlforth (2002) “
American primacy in perspective
”,
Foreign Affairs
, 81 (4), h.20-33
5
P. Dibb (1997-
98) “
The revolution in military affairs and Asian security
”,
Survival
, 39 (4), h.93-116
6
J. S. Nye dan W.A. Owens (1996) “
America’s information edge
”,
Foreign Affairs
, 75 (2), h.20-36
7
Tow, W.T. (2001)
Asia-Pacific Strategic Relations: Seeking Convergent Security
, (Cambridge: CambridgeUniversity Press), h.168
8
Evelyn Goh, “
Hierarchy and the role of the United States in the East Asian security order
”,
International Relations of the Asia-Pacific
Volume 8 (2008), h.353-377
9
Ian Storey, “
The United States and ASEAN-China Relations: All Quiet on the Southeast Asian front
”,
StrategicStudies Institute
, Oktober 2007
10
Agnew, J. and Corbridge, S. (1995)
Mastering Space: Hegemony, Territory and International Political Economy
, (London: Routledge)
11
M. Beeson dan M.T. Berger, (2003) “
The paradoxes of paramountcy: Regional rivalries and the dynamics of American hegemony in East Asia
”,
Global Change, Peace and Security
, 15 (1), h.27-42
Leave a Comment
wew