• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 0
Unilateralisme Amerika Serikat:Pengaruh
 Discourse
Konstruktivis
Disusun sebagai Persyaratan dalamMata Kuliah Hubungan Luar Negeri dan KeamananAmerika
oleh:Tangguh (0706291426)
Departemen Ilmu Hubungan InternasionalFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Indonesia2009
 
 1
BAB IPENDAHULUANI.1. Latar Belakang 
 
Pascaperistiwa 11 September 2001, Amerika Serikat (AS) mengembangkan praktik-praktikpenggunaan angkatan militer melawan teroris berkembang secara simultan melalui retorika
“perang melawan terorisme”
. AS mengembangkan
National Security Strategy of the UnitedStates
 
(“
Strategy
”), yang memungkinkan penggunaan
 force
secara unilateral dengan alasan
self-defence
. Hal ini dapat dilihat dalam kebijakan-kebijakan AS dalam perang di Afghanistan danperang Irak. Kebijakan-kebijakan tersebut menuai kritik dari publik dunia, terutama publikAS sendiri. Namun, kebijakan-kebijakan AS yang bersifat unilateral tersebut tetapdilaksanakan, seakan tak mendasarkan pertimbangan opini publik domestik. Hal inimenimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara opini publik dan kebijakan luar negeri,isu yang telah lama menjadi perdebatan antara tradisi Realis dan tradisi Liberalis dalam ilmuHubungan Internasional. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa publik AS tersebut telahmelaksanakan proses-proses yang diperlukan untuk mengadvokasi norma-norma antiperang(antiunilateralisme), yang dapat diidentifikasi sebagai tahap
norm emergence
dalam suatu
norms life cycle
diskursus konstruktivis.
 
I.2. Rumusan Masalah
 
“Bag
aimanakah konformitas opini publik AS terkait unilateralisme AS, khususnya studikasus perang di Afghanistan dan perang Irak, dengan kebijakan AS dalam kedua isu tersebut,dalam kerangka hubungan opini publik dan kebijakan luar negeri AS? Seperti apakah tahap
norm emergence
dalam usaha advokasi norma-norma antiperang oleh publik AS, siapakahaktor-aktor yang menjadi
norm entrepreneur 
dalam tahap tersebut, bagaimanakah
organizational platform
-nya, dan sampai sejauh manakah proses tersebut dapat mengubahkebi
 jakan perang unilateral AS?”
 
 
 2
BAB IITELAAH PUSTAKAII.1.
Strategy
Amerika Serikat dan Unilateralisme
 
Pascaperistiwa 11 September 2001, Amerika Serikat mulai mengobarkan retorika “perangmelawan terorisme” dan mengembangkan
National Security Strategy of the United States
 
(“
Strategy
”), yang memungkinkan penggunaan
 force
secara unilateral dengan alasan
self-defence
.
Strategy
melegalisasi tiga doktrin yang patut dipertanyakan, yaitu
(1)
 
seranganunilateral terhadap organisasi-organisasi teroris dan negara-negara yang menyembunyikan mereka
,dengan mengidentifikasi dan menghancurkan ancaman teroris sebelum ia mencapai AS;
(2)
 
self-defence
unilateral secara
 
 pre-emptive
, atau penggunaan
 force
secara unilateral dalammerespon ancaman yang dapat terjadi di masa depan, yang bertujuan melakukan tindakanbalasan terhadap ancaman terhadap keamanan nasional AS yang mengharuskan tindakanantisipasi untuk mencegahnya karena risiko yang besar; serta
(3)
 
intervensi kemanusiaanunilateral
, atau penggunaan
 force
secara unilateral untuk membebaskan rakyat yang hak-hakasasinya diperlakukan secara kejam, di mana aspek kunci
Strategy
adalah memperluaskepentingan demokrasi, pembangunan, pasar bebas, dan perdagangan bebas ke seluruhsudut dunia.
1
 
II.2. Hubungan Opini Publik dan Kebijakan Luar NegeriAmerika Serikat
 
Tradisi Liberal-Demokratis memandang bahwa kebijakan luar negeri negara-negarademokratis lebih damai (daripada kebijakan negara-negara nondemokratis) salah satunyakarena akuntabilitas terhadap publik membuat publik memiliki peran konstruktif dalammembatasi para pembuat kebijakan; sementara tradisi Realis memandang bahwa opini publik
adalah rintangan terhadap diplomasi yang bijaksana dan koheren, karena “syarat
-syarat
1
 
Devika Hovell, “
Chinks in the Armour: International Law, Terrorism and the Use of Force
”, dalam
UNSW Law JournalVolume 27(2)
hal. 398-427
 
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...