• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
Dept. Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia
 SHI 40038 Kekuatan Jaringan Informasi Global
 
1
Makalah Akhir:
 
Cybercampaign
Oposisi dalam PemiluMalaysia 2008: Internet sebagai
 Platform
 Otonom Kampanye Politik
 
Tangguh
 
0706291426
 
PERMASALAHAN PENELITIAN
 
Latar Belakang 
Manuel Castells, sebagai salah satu ilmuwan sosial ternama di dunia, telahmenjelaskan Internet dari aspek perubahan sosial. Salah satu poin fokuspenelitiannya tentang Internet sebagai struktur kehidupan manusia adalah Internetsebagai lingkungan media baru tempat otonomi dikonstruksikan dalam masyarakatberjaringan. Konstruksi otonomi dalam Internet yang diungkapkan oleh Castells inidapat kita lihat dalam fenomena
cybercampaign
(kampanye Internet).
1
Sebagai studi
1
 
Cybercampaign
yang dimaksud adalah kampanye politik yang dilakukan melalui internet, bukan, bukan
cyberattack 
(serangan Internet) terkoordinasi sebagai bagian konflik sosial sebagaimana didefinisikan Sandor
 Abstract  Internet as an aspect of social change has been a new media sphere where politicalautonomy is constructed in networking society. This phenomenon can be observed in Malaysian general election, 2008, in which the Web 2.0 applications in the Internet was used by the opposition politicians to launch a cybercampaign against the ruling
Barisan Nasional
 coalition. This cybercampaign led to a phenomenon of electronic democracy (e-democracy)by the opposition with Malaysian public, which accounted to the powermaking process of theopposition. The political power generated had led to the significant winnings of theopposition in five Malaysian states, although the national overall results were still in favor of the
Barisan Nasional
. This phenomenon has generated the writer 
’ 
s curiosity over the use of the Internet as an autonomous platform of political campaign by the Malaysian opposition.This paper attempts to analyze how the cybercampaign launched by the opposition in Malaysian general election, 2008, led them to a better result compared with previouselections.KeywordsWeb 2.0; communication power; electronic democracy; cybercampaign; Malaysian generalelection 2008
 
Dept. Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia
 SHI 40038 Kekuatan Jaringan Informasi Global
 
2
kasus, sangat menarik untuk mencermati Pemilihan Umum (Pemilu) Malaysia 2008,di mana terjadi penurunan raihan koalisi Barisan Nasional (BN). Walaupun BN yangdipimpin Perdana Menteri Abdullah Badawi memenangi pemilu, raihan BN padapemilu kali ini mengalami penurunan. Pada pemilu 2004, BN mendapatkemenangan meyakinkan setelah mengamankan 199 dari 219 kursi yang ada,sementara kini BN hanya mendapat 127 kursi dari 222 kursi yang tersedia. BN punsecara mengejutkan kalah dari kubu oposisi di daerah Penang.
2
Nurul Izzah, putrisulung pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, pun berhasil memenangipemilu di daerah pemilihan Lembah Pantai Kuala Lumpur.
3
 Dalam kampanye dan strategi pemenangan Pemilu Malaysia ini, dapat dilihatbahwa kubu oposisi melakukan
cybercampaign
, yang tak terlalu tampak padakampanye BN. Partai-partai oposisi utama Malaysia, terdiri atas Parti KeadilanRakyat (PKR),
Democratic Action Party
(DAP), dan
Pan-Malaysian Islamic Party
(PAS),Parti Sosialis Malaysia (PSM), dan
United Pasok Nunukragang National Organisation
 (PASOK) bergabung di bawah slogan Barisan Rakyat dan melakukan kampanye diberbagai
cyberspace
dan media baru, menggunakan berbagai teknologi baru seperti
blog
,
short message service
(SMS), dan
YouTube
.
4
Dalam menggalang dana pun, kubuoposisi berhasil menarik perhatian publik melalui berbagai
website
dan
blog
bagipara pendukung untuk menyumbangkan dana melalui kartu kredit dan transferbank untuk membantu mereka mencetak poster-poster kampanye dan mengadakanberbagai forum publik.
Pokok Permasalahan
Makalah akhir mata kuliah Kekuatan Jaringan Informasi Global berusahamemahami berbagai aspek
cybercampaign
dalam kampanye dan strategi kubu oposisidalam Pemilu Malaysia 2008. Pertanyaan yang akan dicari jawabannya melalui
penelitian ini adalah, “Bagaimana
cybercampaign
yang dilancarkan kubu oposisidalam Pemilu Malaysia 2008 dapat membawa mereka menuju hasil yang lebih baik
daripada pemilu sebelumnya?”
 
Tujuan Penelitian
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan analisis mengenai:1.
 
Cybercampaign
yang dilancarkan oposisi dalam Pemilu Malaysia 2008;2.
 
Bentuk-bentuk aplikasi
Web 2.0
dalam
cybercampaign
oposisi Malaysia;
Vegh (2003) dalam “Classifying forms of online activism”,
Cyberactivism
, ed. Martha McCaughey dan MichaelD. Ayers (New York: Routledge), hlm. 71
 – 
95.
2
 
Gagah Wijoseno, “
Kubu PM Abdullah Badawi Menangkan Pemilu Malaysia
”,
detikNews
3
 
“Nurul Izzah Menangi Pemilu Malaysia”,
Tempointeraktif.Com
4
 
“Malaysia's opposition mounts campaign in cyberspace”,
 AFP
19 Februari 2008, diakses darihttp://afp.google.com/article/ALeqM5jTnVxg61uaHTAYJ_3bMeLt-X_jzQ,pada 27 April 2010, 23:01.
 
Dept. Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia
 SHI 40038 Kekuatan Jaringan Informasi Global
 
3
3.
 
Bentuk-bentuk
e-democracy
komunikatif antara oposisi Malaysia denganpublik;4.
 
Proses pembuatan
 power 
politik oposisi melalui jaringan komunikasi Internet;serta5.
 
Potensi hambatan terhadap
cybercampaign
oposisi.
Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari pembuatan makalah ini adalah untuk:1.
 
Memberikan pemahaman tentang
Web 2.0
dan aplikasinya dalam politikkhususnya dalam konteks
cybercampaign
; serta2.
 
Mengonfirmasi/mendiskonfirmasi teori
Communication Power 
ManuelCastells.
KERANGKA TEORITIKDefinisi Konsep-Konsep Kunci
 
Web 2.0
 
Istilah “
Web 2.0
” terkait dengan aplikasi
web
yang memfasilitasi pembagianinformasi interaktif, interoperabilitas, rancangan
user 
-sentris,
5
dan kolaborasi pada
World Wide Web
. Suatu
Web 2.0
memungkinkan penggunanya untuk berinteraksisatu sama lain sebagai kontributor terhadap konten
website
, berbeda dengan
website
 di mana pengguna terbatas pada melihat secara pasif informasi yang disediakanoleh
website
tersebut. Contoh-contoh
Web 2.0
termasuk komunitas berbasis
web
,layanan
hosting
, aplikasi
web
, situs-situs jejaring sosial, situs-situs
video-sharing
,
wiki
,
blog
,
mashup
, dan
 folksonomy
. Istilah ini
dipopulerkan oleh Tim O’Reilly melalui
konferensi
 Media Web 2.0
 
O’Reilly
pada 2004.
6
Istilah
Web 2.0
tak merujuk kepadaperbaruan spesifikasi teknis, namun perubahan kumulatif dalam cara-cara padapengembang
software
dan
user 
akhir menggunakan
Web
.
Teori
Communication Power 
Manuel Castells (2009)
Dalam
Communication Power 
, Manuel Castells (2009) meneliti mengapa,bagaimana, dan oleh siapa hubungan
 power 
terknostruksi dan digunakan melaluimanajemen proses-proses komunikasi, dan bagaimana berbagai hubungan
 power 
ini
5
 
Prashant Sharma, “Core Characteristics of Web 2.0 Services”, diakses dari 
6
 
Lihat Tim O‟Reilly, “What Is Web 2.0: Design Patterns and Business Models for the N
ext Generation of 
Software”,
O’Reilly Media
dan Paul Graham, “Web 2.0”, dari 
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
08 / 27 / 2010This doucment made it onto the Rising List!
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...