• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
Amerika Serikat di Asia Tengah Pasca-Perang Dingin
: Pengaruh
war on terror 
Amerika Serikatterhadap kestabilan kawasan Asia Tengah1
Amerika Serikat di Asia Tengah Pasca-PerangDingin:
Pengaruh
War on Terror 
Amerika Serikat terhadapkestabilan kawasan Asia Tengah
 
~
Dinamika Kawasan Asia Selatan dan Tengah - Dinamika keamanan dan politik intrakawasan yang memengaruhi kestabilan kawasan
~ Ahmad Naufal Dai
 
0706291174;
Ganesh Aji Wicaksono
 
0706291275;
Tangguh
 
0706291426;
Theo Ekandarista Yunus
 
0706291445
Kawasan Asia Tengah
seringkali dipandang statis dalam politik internasional. Namun,kawasan ini sesungguhnya merupakan lokasi geostrategis yang sangat signifikan karenaproksimitasnya terhadap kepentingan beberapa negara besar (
great powers
). Pada 1813-1907,Inggris Raya dan Kekaisaran Rusia terlibat kompetisi strategis demi dominasi Asia Tengah
yang dikenal sebagai “Permainan Besar” (
The Great Game
) atau “Turnamen Bayangan”
(
Tournament of Shadows
). Alfred Thayer Mahan, bapak geostrategi Amerika Serikat (AS),pada 1900 memprediksi bahwa zona Debat dan zona Dapat-didebat (
 Debated and Debatable zone
), yang merupakan berbagai bagian signifikan Asia Tengah
 – 
mencakup Tibet, Xinjiang,Kashmir, Pakistan, Afghanistan, Uzbekistan, Turkmenistan, Tajikistan, Iran, dan Kaukasus
 – 
 akan menjadi wilayah dengan vakum politik, perkembangan yang kurang maju, dan konflik yang menjadikannya tak stabil.
1
Halford J. Mackinder, geographer dan geopolitisi Inggris,pun pada 1904 mendeskripsikan kawasan ini sebagai
 Heartland 
, wilayah yang tak dapatdiakses kekuatan laut dan menjadi wilayah daratan yang penting di mana kekuatan daratdapat diproyeksikan ke massa daratan Eurasia lainnya tanpa dapat dirintangi kekuatan laut.
2
 Pasca-Perang Dingin, terdapat tren peningkatan keterlibatan AS di kawasan Asia Tengah.Lionel Beehner (2005) mengungkapkan bahwa terdapat berbagai tujuan AS di kawasan ini.Tujuan resmi AS adalah terutama untuk menumbangkan Taliban dan kelompok terorislainnya, namun terdapat berbagai isu lain seperti menghentikan peredaran narkoba, materialnuklir gelap, dan persenjataan kecil (
small arms
), mengamankan pasokan energi, hinggamengekang pengaruh Rusia di kawasan.
3
 
Paper 
berikut ini ditujukan untuk membahas
1
 
Alfred Thayer Mahan (1900), “The Problem of Asia and Its Effect Upon International Policies”.
 
2
H.J. Mackinder,
Democratic Ideals and Reality 
(Washington, DC: National Defence University Press, 1996),
copyright 
© 1942, Constable Publishers, London.
3
 
Lionel Beehner, “ASIA: U.S. Military Bases in Central Asia”,
Council on Foreign Relations
,
update
26 Juli 2005,diakses dari http://www.cfr.org/publication/8440/,pada 14 April 2010, 12:51.
 
Amerika Serikat di Asia Tengah Pasca-Perang Dingin
: Pengaruh
war on terror 
Amerika Serikatterhadap kestabilan kawasan Asia Tengah2
keterlibatan AS di Asia Tengah ditinjau dari analisis faktor Perang terhadap Teror (
War onTerror 
).
Keterlibatan Amerika Serikat di Asia Tengah
4
 Keterlibatan AS di Asia Tengah bermula pascaruntuhnya Uni Soviet pada 1991. ASmengakui kedaulatan atas negara-negara Asia Tengah dan mendukung masuknya negara-negara tersebut ke dalam organisasi Barat, selain memperoleh dukungan dari Turki untuk menghadapi pengaruh Iran di daerah tersebut. Desakan Kongres merupakan pendorong utamadari terbentuknya kebijakan-kebijakan demi membantu wilayah ini selain negara-negaraEurasia pecahan Soviet lainnya. Pascaserangan 11 September 2001, negara-negara AsiaTengah menawarkan ruang udara dan bantuan lain terhadap pasukan koalisi yang beroperasidi Afghanistan. Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan masing-masing menjadi basis daripasukan koalisi selain menyediakan akses ke pangkalan udaranya. Pada 2003, Uzbekistanmenjadi basis pelaksanaan aksi militer di Irak dan Kazakhstan menyediakan sekitan dua lusintentara untuk rekonstruksi Irak.Mengenai kebijakan AS pasca-11 September, penekanan dilakukan pada penguatankeamanan negara-negara Asia Tengah untuk melawan terorisme, proliferasi, danperdagangan senjata. Kepentingan strategis yang lain meliputi reformasi internal(demokratisasi, HAM, dan pasar bebas) serta pengembangan energi. Kebijakan administratif  juga diterapkan untuk mengintegrasikan negara-negara Asia Tengah ke dalam komunitasinternasional sehingga mereka mengikuti keamanan yang bertanggungjawab dan kebijakan-kebijakan lain, serta mengecilkan kemungkinan pertumbuhan kelompok xenofobik,fundamental, serta orientasi anti-Barat yang mengancam perdamaian dan stabilitas. Tujuandari kebijakan administratif yang diterapkan merefleksikan karakteristik yang berbeda darinegara-negara ini. Kepentingan AS di Kazakhstan meliputi keamanan dan pemusnahansenjata nuklir dan biologi (termasuk bahan baku dan fasilitasnya) dari era Soviet. DiTajikistan, bantuan AS berpusat pada rekonstruksi ekonomi. Selain itu, perusahaan energi AS juga telah melakukan investasi dalam sektor minyak dan gas di ketiga negara.Walaupun masih banyak perdebatan timbul dalam keterlibatan AS di Asia Tengah
 – 
seperti keraguan terhadap konflik internal yang membahayakan personil AS sendiri,ketertarikan Kongres terhadap Asia Tengah kian meningkat sebagaimana digambarkan dalamsebuah kalimat dalam
Silk Road 
” pada 1999 (P.L. 106
-113) yang mengizinkan perhatian
4
 
Jim Nichol, “Central Asia: Regional Developments and Implications for U.S. Interests”,
update
12 Mei 2006,diakses dari www.au.af.mil/au/awc/awcgate/crs/ib93108.pdf ,pada 12 April 2010, 12:30.
 
Amerika Serikat di Asia Tengah Pasca-Perang Dingin
: Pengaruh
war on terror 
Amerika Serikatterhadap kestabilan kawasan Asia Tengah3
politik yang lebih serta bantuan untuk menunjang penurunan konflik, kebutuhan pokok,perkembangan ekonomi, transpor (termasuk jalur pipa sumber energi) dan komunikasi,kontrol perbatasan, demokrasi, serta pembentukan sebuah
civil society
di Kaukasia Selatandan Asia Tengah.
War on terror 
di Asia Tengah
 Keterlibatan AS di Asia Tengah salah satunya didorong oleh faktor Perang terhadapTeror, kampanye yang dilancarkan AS di bawah kepresidenan George W. Bush. TomasValasek (2002) memandang bahwa keterlibatan AS di Kaspia tak secara eksklusif disebabkanminyak dan gas, namun juga pencegahan konflik di masa depan di Kaukasus. Valasek berpendapat bahwa kebijakan AS terhadap eks-Selatan Soviet, sebagaimana kebijakan ASsecara umum, didominasi determinasi untuk mencegah serangan teroris di masa depanterhadap AS.
5
 Dalam konteks Perang terhadap Teror AS, Asia Tengah telah menjadi pusat kalkulasigeostrategis AS. Menggunakan NATO sebagai kendaraan institusionalnya, AS menginvasiAfghanistan untuk memburu Al-Qaeda dan Osama bin Laden. Operasi militer yang dilakukanAS di Afghanistan merupakan bagian dari
Operation Enduring Freedom
, nama resmipemerintahan Bush bagi perang di Afghanistan, yang berada di bawah payung perang globalterhadap teror, yang juga dilaksanakan di Filipina, Tanduk Afrika (Somalia), dan TransSahara. Afghanistan telah menjadi tempat berlindung dan sumber dukungan bagi Al-Qaeda dibawah perlindungan Mullah Omar dan Taliban, dan oleh karena itu menjadi sasaran invasiAS pada 2001, serta menjadi tempat berbagai upaya rekonstruksi berkelanjutan
6
danpemberantasan narkoba.
7
Invasi Afghanistan sendiri hanyalah tindakan awal dari Perangterhadap Teror. Pada permulaannya invasi ini hanya melibatkan tentara AS, tentara Inggris,dan
 Afghan Northern Alliance
(atau
United Islamic Front for the Salvation of Afghanistan
),namun jumlah tentara ini semakin banyak dengan bergabungnya tentara dan pesawat dari
5
 
Tomas Valasek (2002), “Terror and Oil in Central Asia” CDI
update
13 Juni 2002, diakses darihttp://www.cdi.org/terrorism/oil-pr.cfm,pada 14 April 2010, 12:09.
6
 
Lihat laporan upaya rekonstruksi Afghanistan dalam “AFGHANISTAN RECONSTRUCTION; Despite SomeProgress, Deteriorating Security and Other Obstacles Continue to Threaten Achievement of U.S. Goals”,
United States Government Accountability Office
, diunduh dari www.gao.gov/new.items/d05742.pdf ,pada 13 April 2010, 23:14.
7
 
Lihat laporan upaya pemberantasa n narkoba di Afghanistan dalam “AFGHANISTAN DRUG CONTROL: Despite
Improved
Efforts, Deteriorating Security Threatens Success of U.S. Goals”,
United States Government  Accountability Office
, diunduh dari http://www.gao.gov/new.items/d0778.pdf ,pada 14 April 2010, 12:46.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

tumpukan kekuatan sendiri, bersama negara2 islam, [iran+pakistan+afghanistan+kazakhtan+iraq+syiria+tajistan+lubnan+uzbakistan+kyzastan+turmenistan+oaman+yaman

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...