/  44
 
  
International Environment for First-Timers: The History and Basics
 
Pemanasan Global: Kebohongan Internasional?
 
Presiden
Garuda Youth Community 
: David Immanuel Sihombing
 
In the World Lacking of Trust: The Global Warming Conspiracy
 
Grassroots Gap in Climate Change Debate
 
Green Economy : Barriers to Build the Sustainability
 
 
2
 
S
alam BULIMIA! Setelah setengah tahun berlalu darisedisi sebelumnya. Bulimia (BuletinIlmiah) Edisi No. 2 Tahun 2010/2011 hadir kembali ke tengah teman-teman semuanya.Edisi ini secara kebetulan hadir di awalsemester genap 2010/2011. Edisi ini kembalimenyajikan berbagai tulisan, liputan, sertaide-ide dari rekan-rekan kontibutor serta kruBulimia dari HMHI UI. Dengan ini pula, sayasebagai ketua redaksi berterima kasihkepada rekan-rekan kru Bulimia serta parakontributor yang telah meluangkan ide sertawaktunya mengisi edisi ini. Segenap kruBulimia telah berusaha memberikan yangterbaik untuk dapat disajikan, untuk mengisipemahaman-pemahaman baru bagi teman-teman pembaca semuanya Belum lepas dari ingatan kita tentangperistiwa penting dunia internasional dipenghujung tahun 2010 lalu:
Conference of Parties
(COP) ke-16
United NationsFramework Convention on Climate Change
 (UNFCCC). Konferensi yang
diselenggarakan di Cancun, Mexico pada 29November s.d. 10 Desember 2010 tersebutmenginspirasi kru Bulimia untuk mengangkat
tajuk: ―
Environmental Issues in theInternational World: Quo vadis ClimateChange Debate? 
  Pembahasan isu-isu lingkungan dalamkonteks internasional senantiasa menjadipembahasan yang rumit. Isu perubahan iklimyang menjadi sorotan sejatinya merupakanpembahaan yang kompleks, dengan sub-subisu di dalamnya. Akan kadaluwarsanyaProtokol Kyoto pada 2012 menambahrunyam perdebatan mengenai isu tersebut.Dunia internasional mempertanyakaninstumen legal internasional penggantiProtokol Kyoto, serta masa depanpembahasan isu yang dipandang krusial ini. Perdebatan real dari isu perubahan iklimtidak berhenti sampai di situ. Perdebatantersebut tidak hanya mencakup banyakpihak dengan berbagai kepentingan mereka:negara-negara, organisasi-organisasiinternasional, aktor-aktor pada pasar perekonomian, sampai NGO-NGO.Perdebatan terkini juga diwarnaiketidaksepahaman pihak-pihak mengenai isuperubahan iklim tersebut. Banyak pihakmulai meragukan benar atau tidaknyamengenai perubahan iklim itu sendiri, yangmempengaruhi posisi dan sikap mereka
 
3 
dalam memandang isu tersebut. Tantangan lain dalam pembahasanisu perubahan iklim ialah
linking international debates to local matters
. Isu perubahan iklim
diupayakan untuk tidak hanyamenjadi pembahaan ekite-elitenegara dalam politik internasional.Masalah-masalah lingkungansesungguhnya juga terkait dengankepentingan masyarakat luas sertakelompok-kelompok dalammasyarakat sipil. Suatu pekerjaanrumah yang tak mudah, namunharus selalu diperjuangkan olehsemua pihak yang berkepentingan. Akhir kata, selamat membaca! Yohanes Nindito Adisuryo
(dito)
Bulimia HMHI FISIP UI Tahun 2011
Vol. 2 ―
Environmental Issues in theInternational World: Quo vadisClimate Change Debate? 
 
 
Salam Redaksi

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...