Perdagangan internasional terjadi karena berbagai alasan, begitu pula padakomoditas senjata: manfaat biaya komparatif dan skala ekonomi dari perdagangan senjata,diferensiasi produk senjata, kesenjangan teknologi dan model siklus produk, manfaatkompetitif strategis dari suatu entitas bisnis senjata, perbedaan sumber-sumber daya untukindustri senjata, dan ekses permintaan domestik. Menurut Bitzinger (2009), industri senjataglobal pada abad ke-21 ini dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu sifat hierarkis proses produksisenjata global, dampak pengeluaran militer terhadap industri pertahanan, efek perdagangansenjata internasional, proses globalisasi industri pertahanan, dan perkembangan revolusikrida militer yang berbasis teknologi informasi.
1
Dalam industri senjata global, hierarkitampak jelas dengan adanya Amerika Serikat sebagai negara yang menjadi pembaharukritis, diikuti oleh Rusia. Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Italia memilikiindustri senjata terbesar dan termaju secara teknologi di dunia, dan menguasai 85%produksi senjata dunia.Di luar dari hierarki tersebut, Indonesia harus puas dengan status negara pengimpordengan sebagian besar kebutuhan senjata diperoleh dari penyuplai asing.
2
Pada 2010,impor senjata Indonesia mencatat nilai indikator tren transfer senjata sebesar US$198 juta.
3
Esai ini akan membahas mengenai tren kebijakan impor senjata Indonesia dan melakukananalisis faktor-faktor tren impor tersebut.Untuk mengukur tren dalam impor senjata Indonesia berdasarkan perubahan arustotal senjata dan pola geografis produsen senjata tersebut, digunakan data volume imporsenjata konvensional utama Indonesia berdasarkan nilai indikator tren (TIV) transfer senjataSIPRI dalam US$ juta pada harga konstan 1990.
1
Richard A. Bitzinger (ed.) (2009),
The Modern Defense Industry
(CA: PraegerSecurity International).
2
Indonesia mengekspor senjata tangan dan Panser APS-3 Anoa produksi PT. Pindad, namun nilainya tidak terlalu signifikan.
3
Leave a Comment