• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 3
    CommentGo Back
 
Mototompiaan, Mototabian Bo Mototanoban
1. ASAL MULA NAMA BOLAANG MONGONDOW
 Bolang Mongondow terdiri dari kata "bolaang" dan "mongondow". Bolaangatau golaang berarti : menjadi terang atau terbuka dan tidak gelap karena terlindungoleh pepohonan yang rimbun. Dalam hutan rimba, daun pohon rimbun, sehingga agak gelap. Bila ada bagian yang pohonnya agak renggang, sehingga seberkas sinamatahari dapat menembus kegelapan hutan, itulah yang dimaksud dengan
no bolaang 
atau
no golaang 
. Desa Bolaang terletak di tepi pantai utara Bolaang Mongondowyang pada abad 17 sampa akhir abad 19 menjadi tempat kedudukan istana raja.Bolaang dapat pula berasal dari kata "bolango" atau "balangon" yang berarti laut(ingat : Bolaang Uki dan Bolaang Itang yang juga terletak di tepi laut). Mongondowdari kata "momondow" yang berarti : berseru tanda kemenangan. Desa mongondowterletak sekitar 2 km selatan Kotamobagu. Daerah pedalaman biasa juga disebut : rataMongondow. Dengan bersatunya seluruh kelompok masyarakat yang tersebar, baik yang yang berdiam di pesisir pantai, maupun yang berada di pedalaman Mongondowdi bawah pemerintahan raja tadohe (Sadohe), maka daerah ini menjadi daerah BolaangMongondow.
2. LETAK GEOGRAFIS
Daerah Bolaang Mongondow terletak di jazirah utara pulau Sulawesimemanjang dari barat ke timur dan diapit oleh dua kabupaten lainnya, yaitu Gorontalo(sekarang sudah menjadi propinsi) dan Minahasa. Secara geografis daerah ini terletak antara 100,30" LU dan 0020" serta antara 16024'0" BT dan 17054'0" BT. Sebelahutara dibatasi laut sulawesi dan selatan dengan laut Maluku. Bolaang Mongondowadalah sebuah daerah (landschap) yang berdiri sendiri dan memerintah sendiri danmasih merupakan daerah tertutup sapai dengan akhir abad 19. Hubungan dengan luar (asing) hanyalah hubungan dagang yang diadakan melalui kontrak dengan raja-rajayang memerintah pada saat itu. Dengan masuknya pengaruh pemerintahan bangsaasing (Belanda) pada sekitar tahun 1901, maka secara administrasi daerah ini termasuk Onderafdeling Bolaang Mongondow yang didalamnya termasuk landschap Binatuna,Bolaang Uki, Kaidipang besar dari Afdeling Manado. Batas pesisir dengan daerahGorontalo oleh dua buah sungai, yaitu di utara sungai Andagile dan di selatan olehsungai Taludaa. Dengan daerah Minahasa juga dua sungai yaitu di utara sungai Poigar 
17Desember 2005
1
 
Mototompiaan, Mototabian Bo Mototanoban
dan di selatan oleh sungai Buyat. Medan yang terlebar jaraknya sekitar 66 km yaituantara sungai Poigar dan tanjung Flesko. Yang tersempit yaitu antara desa Sauk diutara dan desa Popodu di selatan.
3.TINJAUAN BUDAYA DALAM BERBAGAI ASPEK KEHIDUPANMASYARAKAT
1. Asal Mula pendudu
Penduduk Bolaang Mongondow berasal dari keturunan Gumalangit dan Tendeduataserta Tumotoibokol dan Tumotoibokat. Tempat tinggal mereka di gunung Komasaan(wilayah Bintauna). Makin lama turunan kedua keluarga itu semakin banyak, sehinggamereka mulai menyebar ke timur di tudu in Lombagin, Buntalo, Pondoli',Ginolantungan. Ke pedalaman di tempat bernama tudu im Passi, tudu in Lolayan, tuduin Sia', tudu in Bumbungon, Mahag, Siniow dan lain-lain. Peristiwa perpindahan initerjadi sekitar abad 8 dan 9. Pokok pencaharian adalah berburu, mengolah sagu hutan,atau mencari sejenis umbi hutan, menangkap ikan. Pada umumnya mereka belummengenal cara bercocok tanam.
2
.
Pimpinan kelompok Masyarakat
Setiap kelompok keluarga dari satu keturunan dipimpin oleh seorang
 Bogani 
, priaatau wanita, yang dipilih dari anggota kelompok dengan persyaratan tertentu, antaralain : memiliki kemampuan fisik, (kuat), berani, bijaksana, cerdas, serta mempunyaitanggung jawab terhadap kesejahteraan kelompok dan keselamatan dari gangguanmusuh. Berlaku sistem demokrasi. Bogani-bogani itu didampingi oleh para tonawat,yaitu orang-orang yang mengetahui perbintangan, ahli penyakit dan pengobatannya,disamping bertugas sebagai penasehat pimpinan. Setiap pekerjaan diselesaikan bersamauntuk kesejahteraan seluruh anggota kelompok (gotong royong). Sebelummemulaikan sesuatu pekerjaan besar, dimusyawarahkan untuk mencapai kesepakatan.Pada saat-saat tertentu seluruh pimpinan kelompok para bogani) berkumpul untuk musyawarah. Merka sudah mengenal
Ompu Duata
(Yang Maha Kuasa ), yang berkuasa atas segala sesuatu dan mengadakan upacara ritual sebelum mengerjakan pekerjaan besar. Pada setiap permulaan suatu usaha, kegiatan atau pada saat upacara pengobatan, selalu
Mongompu' 
, menyebut nama Ompu Duata agar usaha mereka
17Desember 2005
2
 
Mototompiaan, Mototabian Bo Mototanoban
 berkenan dan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Berdasarkan kepercayaan merekaitu, maka pantang bagi setiap anggota masyarakat untuk melakukan hal-hal yang jahat,yang tidak berkenan kepada Ompu Duata. Juga mereka sudah memiliki semacam peraturan yang harus dipatuhi. Setiap pelanggar dikenakan sanksi antara laindikucilkan atau disisihkan dari masyarakat.
3.
 
Adat Perkawinan
Setiap rencana perkawinan diatur oleh orang tua. Anak masih patuh pada keinginanorang tua. Seorang pemuda yang sudah dewasa diberi bekal ketrampilan oleh orangtuanya, sebagai persiapan memasuki jenjang perkawinan, berupa ketrampilanmengolah sagu hutan, berburu, memasak garam (modapug), dan lain-lain. Bila sudahcukup persiapan, orang tua akan memberi tahu calon isteri dari keluarga tertentu.Diadakanlah musyawarah antara keluarga kedua belah pihak. Dan pada saat yang baik,calon suami disertai kaum keluarga membawa hasil-hasil olahan calon suami menujuke rumah calon isteri. Perkawinan diresmikan dan direstui orang tua kedua belah pihak  bersama sanak saudara, maka resmilah perkawinan itu.
4. Cara perkawinan sebelum Mokodoludut
Menurut Penuturan Bapak B. Gilalom dari desa Poyowa Besar, yang pada saat ituwawancara tgl 5 Pebruari 1977 telah berusia 75 tahun, bahwa sebelum Mokodoludutsebagai Tompunu'on pertama, maka kehidupan masyarakat masih sangat sederhana.Belum ada perbedaan tingkatan (kasten) atau golongan antara raja, keturunan raja(kohongian), simpal, nonow, tahig, yobuat, seperti yang diadakan pada masa rajaTadohe. Sistem perkawinan masih sangat sederhana, belum ada pembayaran maskawin(yoko' atau tali') oleh orang tua pihak lelaki kepada orang tua pihak wanita. Aabilaseseorang pemuda yang sudah dewasa, dalam arti sudah cukup umur untuk memasuki jenjang perkawinan, maka orang tua, dalam hal ini ayah, ibu atau paman memberi petunjuk tentang apa yang akan dilakukan sebagai persiapan membentuk rumah tangga baru. Pada waktu itu belum dikenal istilah
 guman
(meminang). Seorang pemuda yanghendak menikah, menyampaikan niatnya kepada orang tua, sekaligus memberi tahugadis yang hendak di nikahinya. Maka orang tua memberi petunjuk dengan contohsebagai berikut :
" Ikolom I iko maya' monginkayu, yo kayu tatua in dikabi' dia'anmu
17Desember 2005
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...