Berguru Kepada Allah
Kalimat "berguru kepada Allah" terasa asing di telinga kebanyakan orang.namun saya terdorong untuk menggunakannya sebagai topik bahasan yangingin saya paparkan. Saya melihat dari sisi yang lain dari setiap pengajaransuatu ilmu yang disampaikan oleh para guru maupun para pakar. Merekaadalah orang-orang yang mendapatkan ilmu dari membaca buku yangtersusun dari huruf-huruf maupun membaca dari setiap kejadian-kejadianunik dari fenomena alam semesta ini. Apabila kita perhatikan surat Al 'Alaqayat 1-5, Allah menjelaskan apa yang dimaksud dengan kata "membaca" :
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telahmenciptakan manusia dari segumpal darah , Bacalah, dan Tuhanmu YangMaha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Diamengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (QS 96:1-5)
Ayat di atas jelas sekali bagaimana Allah mengajarkan membaca denganmelihat suatu kejadian penciptaan "manusia" mulai dari bentuk
mudhgah
(segumpal darah) hingga menjadi bentuk manusia yang sempurna. Kalaukita runtun serangkaian kejadian tersebut dengan teliti dan kita bisaceritakan kembali kepada orang lain maka secara tidak sadar kita telahmengajarkan sebuah "ilmu". Dan kalau kita khususkan lebih dalampenelitian kita atas peristiwa kelahiran manusia mungkin kita akan lebihbanyak mengetahui seperti halnya kejadian yang akan kita perhatikan.Ovum atau sel reproduksi wanita yang telah dewasa itu ditempatkan dalam jaringan yang berbentuk bisul di permukaan indung telur. Pada saatnya yangtepat, terbukalah pintu, dan ovum itu bergerak maju kebagian ruangperanakan. Sangat mengherankan, sel tersebut tidak musnah di sini, tetapidiarahkan ke ujung saluran indung telur, yaitu satu pipa saluran menujukandungan.Ovum atau sel reproduksi wanita didorong kedalam kandungan melaluisaluran indung telur dengan sejumlah besar jari-jari halus yang menyapu selitu dan menggerakkannya. Sementara sel tersebut melewati saluran indungtelur, maka sekarang ia dapat bertemu dengan sperma apabila hubungankelamin diadakan pada saat itu. Apabila tidak ada sperma laki-laki yangmenyerang, ovum itu kemudian bergerak ke dalam kandungan, padaakhirnya musnah di sana. Namun jikalau kedua sel itu bersatu, maka "hidupbaru pun mulailah", sel baru ini akan bergerak secara perlahan untuk
Add a Comment