Bab I
Perjalanan Menuju Illahi
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Segala puji bagi Allah, yang maha mengetahui seluruh rahasia tersembunyi dan dimanahati mukminin bergetar tatkala mendengar asma-Nya. Shalawat dan salam semogatercurah pada penghulu sekalian Rasul, penyempurna risalah Ilahi beserta keluarganya.Saya ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi rekan jamaah dzikrullah di nusantaradalam kontribusinya pada syiar Islam di bidangnya masing-masing. Dan kepada bapak H.Slamet Oetomo, saya juga menghaturkan terima kasih atas wejangannya yang bermanfaatdalam menuju kehadirat Ilahy. Dalam kesempatan ini, saya akan sampaikan perjalanan pengalaman keruhanian saya sertaapa dan bagaimana wejangan H. Slamet Oetomo tersebut. Sebelum saya bertemu denganPak Haji, demikian H. Slamet Oetomo biasa dipanggil, saya tinggal di sebuah pesantren diBogor. Sebuah pesantren yang menekankan nilai-nilai ajaran tasawufnya Imam Algazaly.Kami dikondisikan dengan suasana nizham tasawuf yang cukup ketat.Namun anehnya, semakin dalam saya menekuni dunia tasawuf akhlakiah ini (bukan tarikahseperti Naqshabandiyah, atau yang lain) justru saya mengalami rasa jenuh yang luar biasa.Saya merasakan lelah yang sangat hebat. Dalam beribadah dan bersyariat pun terasabanyak yang masih terlewatkan. Belum lagi tuntutan kualitas dalam melakukannya.Saya merasa tidak mungkin melaksanakan ajaran Islam secara total yakni melaksanakanayat per ayat yang jumlahnya 6666 itu, ditambah lagi dengan hadist yang jumlahnyamencapai ratusan ribu.Saya pernah berpikir betapa ajaran Islam ini susah sekali untuk diamalkan, padahalkita terlanjur tahu tentang segala kewajiban harus dilakukan .Baik yang berupa laranganmaupun perintah.Dan didalam Alquran sendiri dalam surat Al-Baqarah 208 menyatakan : Wahai orang yang beriman masuklah kalian dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turutlangkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu.Tiba-tiba saya menjadi sangat ngeri membaca peringatan ayat ini. Sebab kata “Kaafah”dalam ayat tersebut berarti keseluruhan ajaran Islam, dimana dalam pemahaman saya,kita harus melaksanakan ajaran Islam ini dengan total tanpa pilih-pilih lagi. Namun, terasasekali betapa berat dalam merealisasikan tuntutan Al Qur’an tersebut, padahal sayasudah berupaya dengan sungguh-sungguh.Mulai dari menjaga pandangan dari perbuatan maksiat serta shalat-shalat sunnah dengandiiringi puasa nabi dawud dan mendawamkan wudhu’, sampai-sampai di tengah banyakorang tidur lelap, saya tidak ketinggalan tahajjud. Keadaan ini saya lakukan selamabertahun-tahun, namun begitu melihat bahwa ajaran Islam tidak hanya itu, saya punmengalami kebingungan. Karena terasa bahwa saya masih jauh dari kata ‘kaffah’.
FANI BACHSIN,
PERUMAHAN GRAMAPURI TAMANSARI C3-09, CIBITUNG 17520,
021-88333487
2
Leave a Comment