Use your Facebook login and see what your friends are reading and sharing.
ABDUS SOLIHIN's Documents
Modul Blog
MODUL PELATIHAN & KURSUS MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN WEB-BLOG “BLOGSPOT” Oleh: Creative Team of IT-Community UPT Teknologi Informasi Universitas Jember Published by: IT-Community UPT Teknologi Informasi Universitas Jember Tahun 2011 KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberi sangat banyak kenikmatan kepada makhluknya. Shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasullullah Muhammad SAW yang telah menyampaikan risalah kebaikan akhlak, keobjektifan berpikir, d
Category:(not categorized)Reads:199Uploaded:12 / 29 / 2011ShareAdd to collectionBrusur Kursus UPT Teknologi Informasi Universitas Jember
Brusur Kursus UPT Teknologi Informasi Universitas Jember
Category:Brochures/CatalogsReads:93Uploaded:10 / 28 / 2011ShareAdd to collectionSolid State Ionics (International Joint Research on Micro Energy Sources)
ASIAN WORKSHOP ON SOLID STATE IONICS, NATIONAL NUCLEAR ENERGY AGENCY, PUSPIPTEK, SERPONG, INDONESIA
Category:(not categorized)Reads:304Uploaded:10 / 29 / 2010ShareAdd to collectionEksperimen Hukum Pemantulan Fresnel
Intensitas merupakan banyaknya energi foton dalam suatu luasan tertentu pe satuan waktu. Sifat intensitas cahaya ini berhubungan dengan sifat polarisasi pada gelombang. Dalam eksperimen ini dilakukan pendekatan hukum pemantulan Fresnel untuk mengidentifikasi sifat polarisasi cahaya. Pendekatan hukum pemantulan Fresnel tersebut berhubungan dengan sudut yang terbentuk antara sinar datang sumber cahaya dan sinar pantul kristal(dalam percobaan ini digunakan kaca dan akrilik) yang menuju posisi analiser atau fotometer. Agar data hasil lebih smooth, maka digunakan sudut acuan awal 45 dan digunakan dua perlakuan dalam eksperimen ini. Kedua perlakuan tersebut meliputi penempatan kristal secara sejajar (paralel) dengan sumber cahaya masuk dan penempatan kristal secara tegak lurus (sudut tertentu) dengan sumber cahaya masuk. Dari data yang diperoleh didapatkan grafik hubungan antara sudut datang dengan perbandingan antara intensitas cahaya masukan dan keluaran yang cenderung memberikan pola nilai maksimum tertentu dan nilai minimum tertentu di sisi-sisi yang lain (pola menggunung). Diketahui pula bahwa perbandingan antara nilai indeks bias kaca dan akrilik dapat diketahui dari data bahwa nilai reflektansi dari akrilik lebih besar dari pada reflektansi pada kaca dan nilai transmisivitas akrilik lebih kecil dari pada cahaya yang diteruskan pada kaca.
Category:ScienceReads:1,898Uploaded:05 / 23 / 2010ShareAdd to collectionSTUDI EKSPERIMENTAL DALAM PENENTUAN SIFAT POLARISASI CAHAYA DENGAN KONSEP HUKUM MALUS
Polarisasi adalah proses pembatasan gelombang vektor yang membentuk suatu gelombang transversal sehingga menjadi satu arah. Dalam eksperimen ini dilakukan pendekatan hukum malus untuk mengidentifikasi sifat polarisasi cahaya. Pendekatan hukum malus tersebut berhubungan dengan intensitas cahaya yang masuk ke polaroid dan intensitas cahaya yang keluar polaroid. Agar data hasil eksperimen lebih smooth, maka digunakan dua buah polaroid yang di pasang sejajar dalam eksperimen ini. Polaroid pertama disebut sebagai polarisator yang berfungsi mengubah cahaya tak terpolerisasi menjadi cahaya terpolarisasi, sedangkan polaroid kedua disebut sebagai analisator karena berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya terpolarisasi yang dibentuk oleh polaroid pertama. Dari eksperimen yang dilakukan didapatkan bahwa hubungan antara sudut yang dibentuk oleh Polaroid pertama dengan Polaroid kedua adalah berbanding terbalik dengan nilai intensitas cahaya terpolarisasi yang terbentuk. Semakin besar sudut yang dibentuk oleh Polaroid pertama maka semakin kecil nilai intensitas yang dibentuk, bahkan ketika sudut mencapai 90° nilai intensitas sama dengan nol.
Category:ScienceReads:3,118Uploaded:05 / 22 / 2010ShareAdd to collectionStudi Eksperimental Penentuan Indeks Bias Kaca Dan Akrilik Dengan Analisis Interferometer
Indeks bias didefinisikan sebagai perbandingan antara panjang gelombang cahaya yang melewati medium pertama dengan panjang gelombang cahaya yang melewai medium kedua dalam fenomena gelombang cahaya yang melintasi dua medium yang berbeda. Eksperimen ini mencoba menggunakan interferometer dalam menentukan nilai indeks bias dari suatu cahaya yang melewati dua medium yang berbeda, yaitu indeks bias dengan medium kedua gelas dan indeks bias dengan medium kedua adalah akrilik. Percobaan ini dilakukan dengan meletakkan secara tegak lurus (sudut 90) posisi Movable mirror dan adjustable mirror yang ditengahi oleh split dengan posisi medium kedua (gelas dan akrilik) diletakkan didepan Movable Mirror. Selanjutnya, posisi yang demikian ini akan menyebabkan adanya beda fase dan penguatan fase (biasa disebut sebagai interferensi) yang selanjutnya menyebabkan munculnya pola-pola pada frinji. Nilai indeks bias dengan menggunakan interferometer dapat diketahui dengan menghubungkan antara nilai panjang gelombang monokromatik yang masuk, ketebalan medium kedua, dan perubahan sudut yang terjadi dengan pola-pola frinji yang terbentuk (yang secara mudah dapat diketahui dari kuantitasnya). Hasil dari eksperimen ini didapatkan bahwa Nilai rata-rata indeks bias kaca dan indeks bias akrilik yang berhasil diukur dan dianalisa dengan menggunakan bantuan interferometer adalah 5,6098 x 10-4 untuk gelas dan 7,3047 x10-4 untuk akrilik, sedangkan diudara indeks bias untuk Gelas bernilai 0,0895 dan untuk akrilik bernilai 0,3273.
Category:ScienceReads:3,079Uploaded:05 / 22 / 2010ShareAdd to collectionEksperimen Variasi Nilai Indeks Bias Antar Dua Medium Terhadap Tekanan Udara
Indeks bias didefinisikan sebagai perbandingan antara panjang gelombang cahaya yang melewati medium pertama dengan panjang gelombang cahaya yang melewai medium kedua dalam fenomena gelombang cahaya yang melintasi dua medium yang berbeda. Eksperimen ini mencoba menghubungkan antara nilai indeks bias dengan salah satu karakteristik antar dua medium, yaitu tekanan. Hubungan antara pertambahan jumlah frinji yang merupakan interpretasi dari nilai indeks bias dengan tekanan absolut dapat diketahui dengan bantuan interferometer. Tata letak pada interferometer dilakukan dengan meletakkan secara tegak lurus (sudut 90) posisi Movable mirror dan adjustable mirror yang ditengahi oleh split dengan posisi vacum cell diletakkan didepan Adjustable Mirror. Hasil dari eksperimen ini menunjukkan bahwa Grafik hubungan antara jumlah frinji (N) terhadap tekanan absolute (Pabs) menunjukkan pola menurun, linear, dan smooth yang berarti bahwa pertambahan jumlah frinji berbanding terbalik dengan nilai tekanan absolute. Sedangkan grafik dari persamaan garis lurus yang menggambarkan variasi indeks bias terhadap tekanan memiliki pola menaik, linear, dan smooth yang menunjukkan bahwa penurunan nilai tekanan juga disertai dengan penurunan nilai indeks bias dan berlaku juga sebaliknya.
Category:ScienceReads:2,376Uploaded:05 / 22 / 2010ShareAdd to collectionPolarisasi Cahaya Dengan Hukum Malus
Polarisasi Bermanfaat /Aplikatif dalam Pembuatan Kaca Mata 3 Dimensi, Efek Pada Kristal Kalsit & Kuarsa, Pelindung Sinar Ultra Violet, dsb.
Category:ScienceReads:4,874Uploaded:05 / 16 / 2010ShareAdd to collectionEKSPERIMEN FISIKA: INTERFEROMETER FEBRY-PEROT
Interferometer adalah alat yang dipergunakan untuk mengetahui pola-pola interferensi suatu gelombang. Salah satu jenis interferometer tersebut adalah Interferometer Febry-Perot. Percobaan Interferometer Febry-Perot pertama kali dilakukan pada akhir abad ke-19 oleh C. Febry dan A. Perot untuk menggambarkan perbaikan yang signifikan dari Interferometer Michelson. Eksperimen Interferensi Febry-Perot menggunakan bidang permukaan yang keduanya membiaskan hanya sebagian cahaya sehingga memungkinkan adanya banyak sinar yang akan menciptakan pola interferensi. Dengan demikian, interferensi yang dihasilkan pada penampakan frinji lebih smooth. Percobaan Interferometer Febry-Perot dilakukan dengan meletakkan secara paralel (sejajar) posisi Movable mirror dan adjustable mirror. Dengan posisi demikian, akan terjadi perbedaan lintasan dari cahaya yang masuk melewati lens 1,8 nm tersebut yang diakibatkan oleh pola reflektansi dan tranmisivitas cahaya yang melewati kedua mirror tersebut. Selanjutnya, perbedaan lintasan ini akan menyebabkan adanya beda fase dan penguatan fase (yang biasa disebut sebagai interferensi) yang selanjutnya menyebabkan munculnya pola-pola pada frinji. Dalam perkembangan selanjutnya, Interferometer Febry-Perot tidak hanya dapat digunakan untuk memberikan efek smooth pada pola interferensi frinji dibandingkan Interferometer Michelson, akan tetapi dapat pula digunakan dalam penentuan sifat-sifat gelombang lebih lanjut, misalnya dalam penentuan panjang gelombang cahaya tertentu, pola penguatan interferensi yang terjadi, dan sebagainya. Sehingga, mengingat nilai guna dari eksperimen ini yang sedemikian luasnya, maka percobaan Interferensi Febry-Perot ini menjadi penting untuk dilakukan.
Category:ScienceReads:2,294Uploaded:04 / 18 / 2010ShareAdd to collectionEKSPERIMEN FISIKA: TETES MINYAK MILIKAN
Eksperimen tetes minyak milikan merupakan percobaan untuk menunjukkan bahwa muatan electron bersifat diskrit yaitu gaya ke bawah pada tetes milikan (percepatan ke bawah) akan terhambat oleh suatu gaya stokes (gaya penghambat). Hal tersebut dapat terjadi ketika minyak milikan jatuh ke udara yang selanjutnya akan mengalami percepatan ke bawah yang disebabkan oleh gaya gravitasi, sedangkan pada saat yang sama gerak tetes minyak tersebut dihambat oleh gaya stokes. Kecepatan tetes minyak milikan tersebut akan meningkat sampai tercapai kecepatan stasioner ketika gaya berat ke bawah sama dengan gaya stokes ke atas. Dengan demikian, dapat ditentukan sifat dasar dari muatan elektron dengan hubungannya pada bilangan avogadro. Sehingga dengan eksperimen ini dapat ditentukan nilai bilangan avogadro yang merupakan turunan lebih lanjut dari aplikasi hukum faraday yang memadukan antara gaya stokes dengan gaya gravitasi pada tingkatan elektron mikroskopis.
Category:ScienceReads:10,059Uploaded:04 / 18 / 2010ShareAdd to collection

