ALGORITMA PENGGAMBARAN GARIS 3
penggambaran garis, yaitu algoritma DDA dan algoritma Bresenham,secara garis besar.
1.1
DDA Algoritma
Digital Diferential Analyzer adalah suatu algoritma(pendekatan) pengkonversian suatu himpunan pixel–pixel menjadisuatu garis yang didasari atas perhitungan
∆
x dan
∆
y, denganmenggunakan persamaan (4) dan (5) di atas. Kita contohkan sebuahgaris pada unit interval di dalam satu koordinat dan kemudian kitamenentukan nilai integer yang mempunyai jarak terdekat denganline-path untuk koordinat yang lain. Perhatikan garis pertama denganslope positif, yang ditunjukkan gambar diatas. Jika slope
≤
1, kitatentukan nilai untuk unit interval x (dalam hal ini
∆
x = 1) dan hitungbeberapa hasil iterasi secara berturut–turut untuk nilai y denganpersamaan berikut :
y
k+1
= y
k
+ m
(6)
subscript k bernilai integer yang dimulai dari 1, untuk pengiterasianpertama, dan terus menambahkan nilai k dengan 1 sampai pasangankoordinat (x, y) yang terakhir terpenuhi oleh algoritma tersebut. Danslope
m
dapat berupa suatu nilai antara 0 dan 1, kemudian hasilhitungan y akan dibulatkan (truncation) menjadi suatu nilai integeryang mendekati dengan nilai sebenarnya yang bertipe floating(pecahan).Untuk garis dengan kemiringan positif atau > (lebih besar) dari1, kita harus menukarkan peran dari x dan y, dapat kita contohkanpada interval y (
∆
y = 1 ), lalu hitung beberapa nilai-nilai x secaraberturut – turut menggunakan persamaan
x
k+1
= x
k
+
m
1
(7)
Add a Comment
Handal Abdillahleft a comment
Altro Trioleft a comment
blue balthazarleft a comment
vin_88lkleft a comment
Eka layaleft a comment