• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
 Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi VIII 
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 2 Agustus 2008
ESTIMASI POSISI ARAH PANDANG MATADENGAN MENGGUNAKAN
WEB CAMERA
 
Agus Supranartha
1,2)
dan Djoko Purwanto
1)
 
1)
Jurusan Teknik Elektro – FTI, Institut Teknologi Sepuluh November
2)
Jurusan Teknik Elektro – Undiknas Jl. Tukad Yeh Aya, Denpasar-BaliEmail : Email: as_lx99@yahoo.com
ABSTRAK
Dewasa ini, penelitian tentang estimasi arah pandang mata menjadi topik penelitian utama beberapa ilmuwan. Penelitian sebelumnya telah berhasilmengembangkan suatu sistem input komputer dengan memanfaatkan estimasi arahpandang mata untuk mengoperasikan komputer tanpa memakai keyboard.Pada penelitian ini diusulkan suatu metode untuk mendapatkan estimasi posisiarah pandang mata dengan menggunakan prinsip pencocokan bentuk (dari informasicitra). Untuk mendapatkan estimasi posisi arah pandang mata yaitu dengan caramembandingkan file citra referensi arah pandang mata yang disimpan di databasedengan arah pandang mata saat ini yang diambil dari
web camera
. Dari perbandingantersebut dihasilkan estimasi posisi arah pandang mata yaitu arah kanan, kiri, atas, danbawah. Pengambilan citra posisi arah pandang mata dilakukan dengan menggunakan
web camera
yang diletakkan di depan operator dengan jarak sekitar 50 cm searahmata.
 Kata kunci
: Metode Pencocokan Bentuk, estimasi posisi arah pandang mata
 
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi khususnya dalam bidang komputer telah sedemikianpesatnya dan sudah memberikan kontribusi yang besar disegala bidang kehidupan.Bidang komputer terdiri dari dua bagian yaitu
software
dan
hardware
. Baik 
hardware
 maupun
software
telah mengalami perkembangan dan memberikan manfaat diseluruhsektor kehidupan manusia. Perkembangan di bidang sofware salah satunya kemajuanteknologi dibidang
computer vision
yang telah mewarnai kehidupan manusia,pengenalan isyarat gerakan mata terus dikembangkan pada berbagai aplikasi. Isyaratgerakan mata atau yang disebut arah pandang mata dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan komputer tanpa memakai keyboard (Kohei arai), sebagai
remote
 kontrol (kendali jarak jauh) untuk memberikan perintah gerakan robot (Maja Pantic,2005). Mengingat pentingnya hasil pengenalan, beberapa usaha yang signifikan telahdilakukan untuk dapat mengenali arah pandang mata secara
real
 
time
.
METODA PENELITIAN
Mata adalahorganpenglihatan yang mendeteksicahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalahterang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikanpengertianvisualyang berperan dalam proses pencitraan.
 
 Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi VIII 
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 2 Agustus 2008
ISBN : 978-979-99735-6-6
C-11-2
Gambar 1. Bagian-bagian organ – organ mata (Sandra Trejouerrero,2006)
Deteksi arah pandang mata (
eye detection
) dibagi 2 menjadi pendeteksian posisimata dan pendeteksian kontur mata. Algoritma Pendeteksian kontur mata pada awalpengolahannya membutuhkan informasi awal posisi mata dan template yang bisaditentukan. Dalam pendeteksian mata terlebih dahulu melalui tahapan pendeteksianwajah yaitu ketika wajah atau citra yang mengandung wajah ditangkap oleh kameradalam sistem, maka pendeteksian wajah pertama – tama akan melakukan penentuanlokasi garis besar obyek atu region face yang terdapat pada citra tersebut. Langkahkedua, dengan menggunakan metode segmentasi atau ekstrasi fitur, menentukan lokasikedua mata secara garis besar yang terdapat di dalam wajah pada citra. Pada waktu yangsama, dengan memanfaatkan informasi lokasi kedua mata tersebut, sistem mengevaluasiukuran kedua mata dan menetukan template yang digunakan dengan estimasi ukurankedua mata yang diperoleh. Pada akhirnya sistem menentukan posisi pusat iris matayang disesuaikan dengan template yang diperoleh yang telah diaplikasikan terhadapkedua region mata tersebut (Fadlisyah, 2007).Proses akuisisi citra digital adalah proses yang paling penting pada pencitraankarena proses ini sangat menentukan kualitas dari citra digital yang akan diperoleh.Agar proses akuisisi citra digital dapat terjadi diperlukan tiga komponen utama yangharus dipenuhi yaitu sumber cahaya, obyek atau benda yang akan diamati dan sensorpeka cahaya atau kamera itu sendiri. Sedangkan proses akuisisi citra digital tersebutdapat dijelaskan sebagai berikut, cahaya yang akan mengenai permukaan suatu bendaatau obyek 3 dimensi akan dipantulkan ke segala arah. Pantulan cahaya ini sebagianditangkap oleh sensor peka cahaya pada kamera. Intensistas cahaya yang diterima olehsensor merepresentasikan kondisi obyek tersebut. Sehingga citra digital yang diperolehmerupakan informasi tentang obyek yang terbentuk dari pantulan cahaya atau refleksipada permukaan obyek.
Grayscale
Pada dasarnya semua pemprosesan citra digital dilakukan dalam bentuk 
black and white
atau citra biner sehingga citra berwarna harus diubah terlebih dahulukebentuk 
greyscale
kemudian dilakukan proses
theresholding
untuk mendapatkan citrabiner (Purwanto, Djoko). Pengubahan dari citra berwarna ke bentuk 
grey scale
 mengikuti aturan berikut:
(,)(,)(,)(,)3
 RijGijBij Iij
++=
(1)
Thresholding
Thresholding
adalah pendekatan yang paling penting dalam
image segmentation
.Oleh karena itu sering diperlukan
theresholding
untuk mengubah citra
grayscale
 menjadi citra biner, sehingga dapat dengan mudah dipisahkan antara daerah
background 
dan
 foreground.
 
Thresholding
mengubah nilai pixel menjadi bernilai 1 jika lebih besardaripada nilai thereshold tertentu dan bernilai 0 jika kecil daripada nilai
thereshold.
 
 Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi VIII 
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 2 Agustus 2008
ISBN : 978-979-99735-6-6
C-11-3
1;(,)(,)0;(,)
 fijgij fij
 ì³ïï=í ï<ï î 
(2)
pemilihan nilai
thereshold 
T adalah sangat penting. Biasanya digunakan histogramuntuk membentuk pemilihan nilai
thereshold 
ini. Sebuah citra
grayscale
biasanya terdiridari dua buah puncak atau lebih yang dipisahkan oleh lembah yang jelas.Nilai
thereshold 
harus dipilih sedemikian rupa sehingga dapat membedakan pixel objek dan
background 
dengan benar(Purwanto, Djoko).Pada Metoda penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini dibahasmengenai rancangan sistem yang terdiri dari:1.
 
 pre
-
 processing Image
 2.
 
mendeteksi mata3.
 
mendeteksi arah pandang mata
Gambar 2. Blok Diagram Rancangan Sistem
 Pre
-
 Processing
Dalam proses
 pre
-
 processing
, tujuan yang dilakukan dalam tahap ini adalahusaha agar waktu pemrosesan citra lebih cepat. Terdapat dua tahapan dalam
 pre
-processing, yaitu
re
-
sampling
dan
image
 
difference
.
Gambar 3. Blok diagram
 Pre
-
 Processing
 
Re-sampling image dilakukan dengan pengambilan citra melalui web kamera dengan jarak tertentu dalam hal ini sekitar 50 cm dan web kamera diatur resolusinya dalam halini dengan resolusi 640 x 480 piksel, Hasil dari
re
-
sampling
kemudian diteruskankeproses
image
 
difference
yang bertugas untuk membandingkan image sekarang denganimage sebelumnya. Proses ini perlu dilakukan agar
image
yang tidak sama saja yangdiproses sehingga membantu mempercepat proses.
Pre –processingImage
DeteksiMataDeteksi ArahPandang MataArah PandangmataCitrasekuenRe-samplingImageDifference
Pre – processing
Citra sekuen
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...