1.
Untuk mengembangkan pemahaman konsep-konsep penelitiantindakan melalui kajian teoritis khususnya dalam merancangpenelitian tindakan.
2.
Untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan danpengajaran di sekolah, serta artikulasi secara tepat dan jusifikasiterhadap rasionalisasi pendidikan yang dilakukan.
3.
Sebagai upaya mencari pendekatan dalam menggabungkan teoridengan praktek menjadi satu kesatuan “ide dalam praktek”,dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah.
BAB IIPENGERTIAN PENELITIAN TINDAKANA. Penelitian Tindakan
Kurt Lewin (1890-1947) dianggap sebagai orang yangmemunculkan istilah “ Penelitian Tindakan”(Action Research) sekitartahun 1934. Setelah mengalami serangkaian pengalaman praktis, iasampai pada pandangan bahwa proses Penelitian Tindakan (ActionResearch) adalah proses yang “memberikan kepercayaan bagipengembangan daya berpikir reflektif, diskusi, keputusan, dantindakan kepada orang-orang yang terlibat dalam penelitian kolektif mengenai kesulitan yang biasa didadapi mereka” (Adelmen, 1993:8).
Mendukung pemikiran Elliot, McNiff (1995 3-9) juga mengelaborasikan adanyalandasan filosofis (pemikiran) bagi pelaksanaan
action research
, di antaranya McNiff mengemukakan bahwa oleh karena
action research
diaplikasikan di dalam kelas sebagaisuatu bentuk pendekatan peningkatan pendidikan melalui adanya proses perubahan,maka guru harus hati-hati dan kritis dalam mempraktekkannya, serta harus “disiapkan”dengan perubahan itu sendiri.
Action research
yang dilakukan di kelas / sekolah haruslah
Leave a Comment