• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
BAB VPEMBAHASAN
Pada bab ini dibahas mengenai (a) kegiatan sebelum pembelajaran,(b) pelaksanaan kegiatan pembelajaran materi volum tabung dan kerucut dengan pendekatan kontekstual, (c) respon siswa terhadap pembelajaran volum tabungdan kerucut, dan (d) kendala penelitian dan solusinya. Pada bab ini istilah penelitidiganti dengan sebutan guru, karena berlangsung peneliti bertindak sebagai guru.
A.Kegiatan Sebelum Pembelajaran
Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru melaksanakan tesawal untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai materi prasyarat yaitu pengertian bangun ruang, luas bidang datar, dan volum prisma. Pemahaman yang baik terhadap materi prasyarat akan berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran volum tabung dan kerucut. Hal ini sesuai dengan pendapat Skemp(1987:20) yang menyatakan bahwa jika suatu konsep tidak dipahami siswa, makakonsep yang berhubungan dengan konsep tersebut tidak akan dipahami siswa. Halini juga didukung oleh Hudojo (1988:3) yang menyatakan bahwa untuk mempelajari konsep B yang didasari oleh konsep A, seseorang perlu memahamilebih dahulu konsep A. Tanpa memahami konsep A dengan betul, maka orang ituakan sulit memahami konsep B.Berdasarkan hasil tes awal, diperoleh kesimpulan bahwa masih ada siswayang belum memahami materi prasyarat dengan baik. Dari tujuh soal yang87
 
diberikan oleh guru, siswa dapat menyelesaikan dengan benar rata-rata hanyaempat soal.Soal nomor 5 mengenai luas bidang datar merupakan salah satu dari beberapa soalyang di selesaikan oleh siswa. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belummenguasai materi prasyarat. Oleh karena itu, masalah tersebut harus diatasi karenaakan menjadi kendala dalam pembelajaran volum tabung dan kerucut.Untuk mengatasi kesulitan siswa, maka guru mengajarkan kembali materi prasyarat tersebut melalui kegiatan remedi. Pembelajaran remedi dilaksanakansebanyak dua kali pertemuan. Pada akhir pembelajaran remedi, guru memberikantes kembali untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi prasyarat. Soalyang diberikan sama dengan soal tes awal pertama. Hasil tes awal tersebutmenunjukkan bahwa siswa sudah memahami materi prasyarat dengan baik. Ini berarti siswa telah siap untuk mengikuti pembelajaran materi volum tabung dankerucut dengan pedekatan kontekstual. 
B.Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Materi Volum Tabung dan Kerucutdengan Pendekatan Kontekstual
Pendekatan pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kontekstual. Inti pendekatan kontekstual adalah pembelajaran yangmenghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mengaitkan materi dengankehidupan nyata siswa. Pembelajaran ini memotivasi guru untuk menghubungkan pengetahuan yang dipelajari di kelas dengan penerapannya dalam kehidupansiswa (Nurhadi, 2002:11). Jika hal ini dikaitkan dengan pembelajaran yang telahdilaksanakan dalam penelitian ini, maka pembelajaran telah sesuai dengan konsep88
 
tersebut, dimana guru telah berupaya mengaitkan materi yang dipelajari dengan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari.Materi yang dipelajari dibuat dalam bentuk masalah yang harusdiselesaikan siswa untuk menemukan rumus volum tabung dan kerucut. Dalam penelitian ini, ternyata materi yang dibuat dalam bentuk masalah dapatmemotivasi siswa untuk menyelesaikannya. Hal ini didukung pendapat Hudojo(1979:161) bahwa matematika yang disajikan guru kepada siswa hendaknya berupa masalah agar dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk mempelajari pelajaran tersebut.Masalah yang disajikan adalah masalah kontekstual, yaitu masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari siswa dan disajkan dalam bentuk soalcerita. Hal ini didukung oleh Hudojo (2002:248 ) bahwa masalah yang disajikanke siswa adalah masalah kontekstual yaitu masalah yang memang semestinyadapat diselesaikan siswa sesuai dengan pengalaman siswa dalam kehidupannya.Pelaksanaan penelitian ini menerapkan 7 komponen utama pembelajarankontekstual (CTL). Adapun penerapan ketujuh komponen tersebut akan diuraikan pada pembahasan berikut. 1.
Mengkonstruk (
constructivism
)
Pembelajaran yang telah dilaksanakan pada tindakan I dan II telah berorientasi pada filosofi kontruktivisme. Hal ini dikarenakan beberapa aktivitasguru dan aktivitas siswa telah tercipta suatu kondisi dimana siswa dapatmembangun (mengkonstruk) pengetahuannya sendiri. Pada tahap inti gurumemberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk belajar dan berpikir 89
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...