konsep-konsep melalui kegiatan diskusi, (2) belajar melalui menemukan(
inquiry
); memperoleh pengetahuan sebagai suatu proses, bukan produk, penerapan materi ajar bukan hafalan, dengan demikian membangkitkan semangatrasa ingin tahu, (3) mengajarkan ketrampilan-ketrampilan pemecahan masalahdan berpikir kritis, serta lebih menekankan alasan-alasan suatu pendapat daripada jawaban benar, (4) pembelajaran untuk membentuk siswa mandiri (
self-regulated learner
), artinya seseorang yang memiliki strategi belajar efektif serta mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan strategi tersebut, dan (5) proses pembelajarandilakukan secara
top-down
(kompleks lalu ke ketrampilan-ketrampilan dasar) .Dalam pandangan konstruktivisme, belajar pada dasarnya merupakan proses mengasimilasi dan menghubungkan pengalaman atau bahan yang dipelajaridengan pengertian yang sudah dimiliki seseorang, sehingga pengertiannya dapatdikembangkan (Suparno, 1997:61). Siswa membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri, sedangkan guru membantu proses tersebut dengan mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan relevan bagi siswa,memberi kesempatan kepada siswa menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide,dan mengajak siswa secara sadar menggunakan strategi-strategi mereka sendiriuntuk belajar (Nur & Wikandari, 2000:2).Prinsip-prinsip konstruktivis telah banyak digunakan dalam pendidikansains dan matematika. Secara umum prinsip-prinsip itu berperan sebagai referensidan alat refleksi kritis terhadap praktik, pembaharuan, dan perencanaan pendidikan sains dan matematika. Secara garis besar prinsip-prinsipkonstruktivisme terhadap pembelajaran sebagai berikut.11
Leave a Comment