terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Demikian juga jeniskelamin dan kemampuan ekonomi orang tuanya yang bervariasi.Pembelajaran dalam setting kelompok ini didasari pada pandangan konstruk-tivis sosial yang dikembangkan oleh Vygotsky (dalam As’ari 2002: 2) yang menyata-kan bahwa dalam pembentukan pengetahuan, penekanannya pada peran keterlibatansosial seseorang. Melalui belajar kelompok siswa dapat menyelesaikan masalah yangdihadapi secara cermat, lebih aktif dalam belajar dan meningkatkan ketrampilan so-sial dan hubungan antar pribadi. Demikian juga Johnson and Johnson (dalam As’ari2002: 4) mengemukakan bahwa belajar kelompok meningkatkan prestasi belajar, produktivitas kreatif yang lebih tinggi, kemampuan memecahkan masalah secaralebih efektif, dan ketrampilan sosial yang lebih efektif.
B. Kegiatan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran menemukan teorema Pythagoras dan mengguna-kan teorema Pythagoras pada segitiga siku-siku secara keseluruhan dibagi dalam tigatahap yaitu: tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir. Dari ketiga tahap pembelajarantersebut di dalamnya melibatkan lima komponen REACT, yaitu mengaitkan/meng-hubungkan
(Relating)
, mengalami (
Experiencing)
, mengaplikasikan
(Applying)
, bekerja sama
(Cooperating)
, dan mentransfer
(Transferring).
Penggunaan darimasing-masing komponen REACT selama proses pembelajaran dapat dijelaskansebagai berikut.
1. Mengaitkan/menghubungkan
(Relating)
Pada awal kegiatan pembelajaran, guru mengingatkan kembali materi prasya-rat. Materi prasyarat meliputi materi segitiga segitiga siku-siku, persegi, dan kuadratdan akar kuadrat. Dengan mengingatkan kembali materi prasyarat akan membantu97
Leave a Comment