• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
A. JUDUL
Judul penelitian yang diajukan untuk penulisan tesis adalah: KemampuanPemecahan Masalah Siswa dalam Geometri melalui Model PembelajaranInvestigasi Kelompok (Studi Eksperimen di SLTP Negeri 4 Kodya Bandar Lampung)
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Kedudukan dan fungsi guru dalam kegiatan proses belajar mengajar saatini cenderung masih dominan. Aktivitas guru masih sangat besar dibandingkandengan aktivitas siswa yang masih rendah kadarnya. Dijelaskan oleh Hariyanto(2000, h.2), bahwa di dalam kegiatan belajar mengajar guru merupakan figur sentral dan pengendali dari kegiatan matematika siswa. Salah satu contoh yangmendukung pernyataan ini adalah siswa hanya akan menyelesaikan tugas yangdiperintahkan gurunya, ataupun siswa akan belajar di rumah apabila diberikan pekerjaan rumah.Dari hasil pengamatan dan wawancara dengan beberapa teman guruyang sedang studi di Pendidikan Matematika Pascasarjana UPI serta beberapaorang guru matematika di Bandar Lampung, terdapat gambaran bahwa pembelajaran matematika di sekolah sampai saat ini belum seperti yangdiharapkan. Masih banyak guru yang dalam pembelajarannya kurang menarik dan membosankan, kurang memberikan kesempatan siswa aktif, serta kurangmewujudkan interaksi antar siswa. Proses belajar mengajar masih berpusat padaguru, proses belajar mengajar berlangsung secara kaku, kurang mendukung pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa. Kondisi atau
 
kecenderungan pembelajaran yang demikian, berpengaruh terhadap rendahnya prestasi belajar matematika.Salah satu indikator kekurang berhasilan siswa/sekolah dalam dunia pendidikan dapat ditunjukkan antara lain dengan Nilai Ebtanas Murni (NEM)siswa untuk berbagai bidang studi pada jenjang Sekolah Lanjutan TingkatPertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang tidamemperlihatkan kenaikan yang berarti bahkan boleh dikatakan konstan dari tahunketahun, kecuali pada beberapa sekolah dengan jumlah siswa yang relatif sangatkecil (Umaedi, 1999, h.2).Geometri merupakan salah satu pokok bahasan matematika di sekolah.Dalam geometri dibahas obyek-obyek yang berhubungan dengan bidang danruang. Geometri dianggap penting untuk dipelajari karena di samping geometrimenonjol pada struktur yang berpola deduktif, geometri juga menonjol padateknik-teknik geometris yang efektif dalam membantu penyelesaian masalah dari banyak cabang matematika serta menunjang pembelajaran mata pelajaran lain.Pemahaman secara mendalam tentang geometri berguna dalam berbagai situasidan berkaitan dengan topik-topik matematika dan pelajaran lainnya di sekolah.Anak-anak yang dalam kehidupan sehari-hari banyak menjumpai bangun-bangun geometri akan tertarik pada geometri, termotivasi untumenguasai kecakapan dalam memahami ruang (spatial capabilities), yang seringmelampaui kemampuan mereka dalam berhitung (numerical skills), pada akhirnyadapat mengembangkan minat mereka pada belajar matematika. Dalammempelajari geometri, anak perlu menyelidiki, melakukan eksperimen, danmengeksplorasi objek-objek dan benda-benda fisik lainnya dalam kehidupan
 
sehari-hari. Latihan-latihan atau tugas yang menuntut siswa untumemvisualisasikan, menggambarkan, dan membandingkan bentuk-bentuk dalam berbagai posisi, akan dapat membantu dirinya untuk memahami ruang geometris(NCTM, 1989, h.48). Pembelajaran geometri hendaknya difokuskan pada penyelidikan dan pemanfaatan ide-ide, sifat-sifat, dan hubungan antara bangun- bangun geometri, bukan pada kegiatan mengingat definisi dan rumus-rumus.Kenyataan di lapangan, menunjukkan bahwa pembelajaran geometri di sekolahkhususnya di SLTP masih memprihatinkan.Pembelajaran geometri masih belum sesuai dengan yang diharapkan.Dikemukakan oleh Priatna dalam Ruseffendi (1992, h.75), bahwa kesukaran yangdihadapi siswa ialah ketika geometri langsung diajarkan secara deduktif, tanpadilandasi oleh pengenalan secara induktif terlebih dahulu.Berkenaan dengan pembelajaran geometri, dijelaskan oleh Kerans dalamKisworo (2000, h.3), bahwa kelemahan penguasaan bahan ajar geometri olehsiswa disebabkan oleh :a)Kelemahan guru dalam memahami konsep. b)Metode yang digunakan kurang melibatkan aktivitas siswa.c)Kekeliruan dalam buku penunjang.Hasil Damai (2000, h.93), dalam penelitiannya mengungkapkan bahwakesalahan jawaban pada siswa kelas I SMU Kristen Petra 5 Surabaya dalammenyelesaikan soal pada materi kubus dapat dinyatakan sebagai berikut : jeniskesalahan konsep ada 50%, jenis kesalahan prinsip ada 68,7%, dan jeniskesalahan operasi ada 10%.Rendahnya prestasi siswa sekolah dasar dan menengah pada bidang studi
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...