• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Biografi
Pierce Simon de Laplace (1749-1827)Pierce Simon de Laplace adalah salah seorang yang banyamemberi kontribusi bagi pengembangan Teori Probabilitas. Iamengatakan bahwa probabilitas adalah pengetahuan yang lebihdari sekedar menghitung.Dalam bukunya, studi Laplace tentang probabilitas merupakanrelevansi sebagian kecil garapan dalam memahami mekanismesistem tata surya
B.Peluang Suatu Kejadian1.Kejadian Sederhana
Dalam suatu percobaan kita akan memperoleh hasil dari percobaan itu. Hasil dari percobaandisebut kejadian, Misalnya, hasil yang muncul dari melemparkan sebutir dadu adlah salah satu darimunculnya mata Enam macam kejadian itu tidak mungkin muncul serempak sebagai hasil suatu lemparan.Karena itu, munculnya mata dadu seperti itu disebut kejadian sederhana, dari percobaan melempar sebutir dadu Contoh lainnya, ketika mengundi sekeping uang logam, kejadian sederhananya berupa munculnya bagian Gambar (G) diatas atau bagian Angka (A) di atas.
2.Ruang Sampel
Setelah melakukan percobaan akan diperoleh kejadian yang berupa hasil yang mungkin dari percobaan itu. Himpunan dari seluruh kejadian yang merupakan semua hasil yang mungkin suatu percobaandisebut ruang sampel. Pada pengundian dengan dadu, ruang sampelnya adalah munculnya mata 1 diatas,munculnya mata 2 diatas, munculnya mata 3 diatas, munculnya mata 4 diatas, munculnya mata 5 diatas, danmunculnya mata 6 diatas, 5={1,2,3,4,5,6}
Contoh :
Jika kita melakukan pengundian dengan sebuah uang logam Rp. 100,- maka hasil yang mungkin munculadalah “Gambar” (G) atau “Angka 100” (A). Jadi Ruang sampelnya adalah s = {G,A}
Contoh :
Jika kita melakukan eksperimen mengenai pengundian dengan dua mata uang logam Rp. 50,- sekaligus, makahasil yang mungkin muncul adalah :a.“GAMBAR BURUNG” untuk kedua-duanya b.“GAMBAR BURUNG” untuk mata logam yang satu dan “ANGKA 50” untuk mata uang logam lainnyac.“ANGKA 50” untuk mata logam yang satu dan “GAMBAR BURUNG” untuk mata uang logam lainnyad.“ANGKA 50” untuk kedua-duanyaJadi, ruang sampelnya adalah : S = {GG, GA, AG, AA}
Contoh :
Jika kita ingin memfotocopy sebuah buku, maka tiap lembarnya akan memberikan hasil fotocopy yangBERSIH atau KOTOR.Maka ruang sampelnya adalah : S = {BERSIH, KOTOR}
3.Peluang Suatu Kejadian
Ada dua pendekatan pembahasan peluang yang akan dikemukakan pada bagian ini, yaitu pendekatan frekuensi relatif dan pendekatan definisi peluang klasik.
a.Peluang Sebagai Frekuensi Relatif Suatu Kejadian.
Misalnya pada percobaan pengundian mata uang logam sebanyak 20 kali diperoleh G diatas 9 kali dan Tdiatas 11 kali, maka tabel frekuensi datanya dapat diperlihatkan seperti pada tabel berikut ini.Tabel. 1Frekuensi Data Pengundian Uang Logam IHasil PercobaanTurusFrekuensiGT911Banyak percobaan seluruhnya (N)20Diperoleh munculnya G di atas 9 kali dan T di atas 11 kali dari 20 kali percobaan. Dikatakan bahwa frekuensimunculnya G (ditulis
ƒ
G
) adalah 9 dan frekuensi munculnya T (ditulis
ƒ
T
) adalah 11, sedangkan frekuensi
 
relatif kejadian G dari 20 kali percobaan (ditulis F (G)) adalah209 NGF(G)
==
dan frekuensi relatif kejadian T dari 20 kali percoba percobaan (ditulis F(T)) adalah2011 NTF(T)
==
Secara umum,
 Dari N kali percobaan diketahui frekuensi kejadian A adalah
 ƒ  
 A
maka frekuensi relatif kejadian Adalam N kali percobaan itu ditentukan dengan rumus :
 NAF(A)
=
 
Contoh :Pada pengundian uang logam sebanyak 100 kali diperoleh data yang disajikan dalam tabel frekuensi data berikut.Tabel 2.Hasil PercobaanFrekuensi1 di atas2 di atas3 di atas4 di atas5 di atas6 di atas201416191318Banyak percobaanseluruhnya100Berapakah frekuensi relatif dari kejadian(a) mata 1 diatas(b) mata 3 di atasPenyelesaian(a) Frekuensi munculnya mata 1 diatas adalah ƒ
1
= 20
1
frekuensi relatif munculnya mata 1 di atas adalah5110020F(1)
==
 (b) Frekuensi munculnya mata 3 di atas adalah ƒ
3
= 20
1
frekuensi relatif munculnya mata 3 di atas adalah25410016F(3)
==
b.Definisi Peluang Klasi
Perhatikan apa yang terjadi sebelum suatu pertandingan sepak-bola dimulai. Wasit memanggilkedua kapten masing-masing kesebelasan untuk melakukan undian dengan cara melempar sekeping mata-uang. Masing-masing kapten memilih salah satu muka mata-uang, yaitu (G)ambar atau (A)ngka. Bila hasilundian sesuai dengan pilihannya, kapten kesebelasan yang berhasil menerka dengan cepat diperbolehkanmemilih tempat. Kejadian munculnya (G) atau (A) dengan demikian dikaitkan dengan kejadian mendapak hak memilih tempat. Cara undian itu dianggap adil, baik oleh wasit, maupun oleh kedua kesebelasan beserta penonton pendukungnya. Mengapa ? Karena munculnya (G) atau (A) dianggap memiliki kesempatan yangsama.
 Jika suatu kejadian A dapat terjadi dengan n cara dari keseluruhan percobaan N cara dengan kemungkinan yang sama, maka peluang kejadian A dapat ditentukan dengan rumus :
 NnP(A)
=
Contoh :
Berapakah peluang munculnya "gambar" (G) sebagai akibat pelemparan sekeping uang logam.
 Penyelesaian
Ruang sampel kejadian yang diharapkan adalah S = {G,A} sebagai = 2 kejadian yang diharapkan ialah {G},sehingga n = 1Peluang muncul G,21P(G)
=
 
Contoh :
Sebutir dadu yang setimbang dilempar, Berapa peluang munculnya :a. mata 2, b. mata genap, c. mata 1 atau 6?
 
 Penyelesaian
Ruang sampel kejadian yang diharapkan ialah S = {1,2,3,4,5,6}. Oleh karena itu, N = 6. Munculnya mata 2ialah kejadian A, yaitu A=
{2}, n(A)=1
. Munculnya mata dadu genap, yaitu
;B={2,4,6}, n(B)=3
. Munculnya mata1 atau 6, yaitu
C={1,6}, n(C)=2
Oleh karena itu, atas dasar definisi peluang klasik,,63)(,61P(A)
==
 B P 
dan62P(C)
=
 
4.Kisaran Nilai Peluang
Dari kenyataan bahwa kejadia A merupakan himpunan bagian dari ruang sampel S, maka banyak terjadianya kejadian A berkisar antara O dan N (O < n < N). Jadi , O < P(A) < 11) Jika kejadian A peluangnya O, P(A) = O, dikatkan A adalah kejadian yang mustahil terjadi.2) Jika P(A) = 1, dikatakan A adalah kejadian yang pasti terjadi
Contoh :
Diketahui 3 buah mata uang logam yang identik dilempar bersamaan (serempak).a) Tentukan ruang sampelnya b) A adalah kejadian dengan dua G di atas dan sebuah T di atas. Tentukan kejadian itu!c) Tentukan peluang kejadian A!
 Penyelesaian
:a) Misalkan ketiga mata uang logam itu kita tandai dengan 1,2, 3, maka ruang sampelnya dapat dinyatakansebagai berikut. S = {G
1
G
2
G
3
, G
1
G
2
T
3
, G
1
T
2
T
3
, G
1
T
2
G
3
, T
1
T
2
T
3
, T
1
T
2
G
3
, T
1
G
2
G
3
, T
1
G
2
T
3
,}. Banyak unsur dalam S adalah n = 8. b) Kejadian A dengan 2G di atas dan sebuah T di atas adalahA = {G
1
G
2
T
3
, G
1
T
2
G
3
, T
1
G
2
G
3
}, banyak kejadian A adalah N = 3c) Peluang kejadian A adalah
( )
83 NnAP
==
Dibaratkan dengan kejadian sehari-hari, kalau ada orang yang mengatakan bahwa ia memilikikucing jantan berbelang tiga, maka dapat dipastikan bahwa ia berdusta, Mustahil kucing jantan berbelang tiga,karena gen yang menentukan warna belang ada pada khromosom kelamin X dan tidak terdapat padakhromosom kelamin Y. Kucing betina mempunyai dua khromosom kelamin X sedangkan kucing jantanmempunyai satu khromosom kelamin X dan satu khromosom kelamin Y. Agar kucing berbelang tiga, yaitu berbelang kuning dan hitam di atas warna dasar putih, satu khromosom X harus mengandung gen warnakuning dan satu pasangan lainnya mengandung gen warna hitam. Oleh karena itu, hanya kucing betina yangmungkin berbelang tiga, hitam dan kuning diatas putih. Kucing jantan hanya mungkin berbelang dua hitam- putih dan kuning-putih. Demikian pula mustahil ada ayam jantan yang bertelur, karena kalau ayam bertelur  pastilah ayam itu didefinisikan sebagai ayam betina.Contoh
kejadian-kejadian diatas memiliki nilai peluang 0
Demikian pula kalau ada yang mengatakan bahwa 'nati sore matahari terbenam ', tidak ada orang yangmeragukan pernyataan itu. Mengapa ? Karena kejadian itu terjadi setiap akhir petang dan dianggap kejadianyang pasti.
 Kejadian yang pasti terjadi itu nilai peluangnya sebesar 1
5.Menentukan Peluang Suatu Kejadian
Contoh:
dr. Paul mengamati efektifitas obat dan resep yang ia berikan pada pasennya. Dari 8000 pasien yang datang berobat kepadanya 7.400 diantaranya melaporkan kesembuhan oleh pengobatan dr. Paul. Berapakah peluangsembuh seorang pasien yang berobat ke dokter Paul?
 Penyelesaian.
Ruang sampelnya S = {Sembuh, Tidak Sembuh}. Dengan N = 8000Kejadian "Sembuh adalah n = 7.400Peluang kejadian "Sembuh" adalah P (sembuh) =925,08000400.7
=
 
Contoh :
Sebutir dadu setimbang dilempar. Berapa peluang munculnya (a) mata 1; (b) mata ganjil
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...