BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Masalah
Face
(wajah/rupa/muka) merupakan kunci pembeda yang digunakan luassebagai identitas suatu personal (seseorang) dikarenakan memiliki keunikan atauciri-ciri yang khusus (berbeda). Salah satu permasalahan yang berkaitan dengan
face
adalah pendeteksian wajah (
face detection
), dimana permasalahan ini telah begitu populer dikalangan para ilmuan, dan sebagai bidang kajian khusus didalam pengolahan citra.
Face detection
telah mencakupi berbagai penerapan bidang aplikasi seperti
interfacing
manusia dengan komputer,
surveillance systems,
content based image retrieval
,
video conferencing
,
financial transaction
,
forensic application
,
pedestrian detection
,
image databasemanagement system
dan lain-lain.Pendeteksian wajah (
face detection
) adalah salah satu tahap awal yangsangat penting dalam sistem pengenalan wajah (face recognition) yangdigunakan dalam identifikasi biometrik. Deteksi wajah juga dapat digunakanuntuk pencarian atau pengindeksian data wajah dari citra atau video yang berisiwajah dengan berbagai ukuran, posisi, dan latar belakang. Pengenalan wajah(
face detection
) secara otomatis dengan bantuan komputer merupakan permasalahan yang tidak mudah karena wajah manusia memiliki tingkatvariabilitas yang tinggi baik variabilitas
intra-personal
maupun
extra-personal
.Pengenalan wajah sebagai bagian dari sistem persepsi manusia sudah lamamenjadi topik yang terus menerus diteliti oleh para ahli di berbagai bidangantara lain ilmu Psikologi, Teknik dan
Neuroscience
dengan berbagai macamteknik penyelesaian yang digunakan dalam melakukan penelitian tersebut,diantaranya adalah Algoritma
Quickprop
, teknik
Active Learning
, Metode
Rowley,
dan lain-lain.Dalam penelitan ini teknik yang digunakan untuk pendekteksian wajahadalah Metode
Rowley
dimana metode ini digunakan untuk mengenal wajahsecara cepat dan akurat dalam berbagai kondisi dan variasi yang terjadi secara1
Leave a Comment