• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
EMBOLI LEMAK 
Seorang wanita berumur 63 tahun di bawa ke rumah sakit dengan fraktur midshaftfemur kominuta tertutup diakibatkan kecelakaan mobil. Tidak ditemukan luka-luka lainnya. Satu hari sesudah trauma, wanita tersebut dijadwalkan untuk reduksiterbuka dan fiksasi femur internal. Evaluasi preoperatif menunjukkan pasiendalam keadaan gelisah dan dispneu. Tekanan darah 105/65, denyut nadi 112x/m,respirasi 36x/m, temperatur 40
0
C.A.Penyakit Medis dan Diferensial Diagnosis1.Menentukan definisi dispneu, takipneu dan eupneu2.Apakah penyebab takipneu dan dispneu3.Dapatkah kita membedakan emboli lemak dari emboli lainnya ?4.Bagaimanakah patofisiologi emboli lemak ?5.Bagaimanakah kita membedakan atelektasis dan pneumotoraks ?6.Apakah tanda dan gejala aspirasi isi lambung pada cabangtrakeobronkial ?7.Bagaimanakah kita menegakkan diagnosis emboli lemak ?8.Apabila diagnosis emboli lemak telah ditegakkan, pengobatan apakahyang harus diberikan ?9.Apakah yang dimaksud dengan abnormalitas V/Q ?10.Apakah yang dimaksud dengan aliran kanan ke kiri ? Bagaimanakah andamengukur tingkat aliran pulmoner ? Apakah persamaan aliran itu?11.Apa pentingnya peningkatan rasio VT/VD ?12.Mengapakah obstruksi jalan napas meningkatkan usaha bernapas ? B.Evaluasi Preoperatif dan Persiapan1.Apakah ada suatu cara untuk mempersiapkan pasien ini untuk menahanfiksasi femurnya dengan lebih baik ?C.Penatalaksanaan Intraoperatif 1.Apakah pengamatan intraoperatif penting yang harus digunakan dandiikuti ?2.Regimen anastesi pakah yang akan anda pilih –regional atau umum ?D.Penatalaksanaan Postoperati1.Akankah anda mengharapkan terjadinya masalah ventilasi pada periode postanastesi ?2.Apakah trakeostomi diperlukan pada pasien ini dan dalam situasi apakahanda akan menyarankan trakeostomi ?
A.
Penyakit Medis dan Diferensial DiagnosisA.1 Menentukan definisi dispneu, takipneu dan eupneuDispneu adalah perasaan kesulitan bernafas subyektif yang dialamioleh penderita yang sadar. Takipneu adalah peningkatan kecepatan1
 
respirasi. Eupneu adalah respirasi yang mudah dan bebas –tipe yangdapat diamati pada subyek normal dalam keadaan istirahat.A.2 Apakah penyebab dispneu dan takipneu ?Penyebab umum dispneu dan takipneu adalah sebagai berikut :Obstruksi Jalan Napas
Ekstratoraks – aspirasi makanan dan benda asing, udemangioneurotik pada glotis, tumor jalan napas, stenosis fibrosis
Intratoraks asma, bronkitis kronik, bronkiektasi,empisemaPenyakit Parenkim Paru Difus
Infeksi - virus bakteri, jamur, parasit
Penyebab okupasional – debu mineral dan uap bahan kimia
 Neoplasma – kanker primer atau metastatik, fibrosis kistik,
Penyebab kongenital atau familial
Penyebab metabolik – pneomonitis uremia
Agen fisik – fibrosis postradiasi, trauma termal, keracunanoksigen, trauma ledakan
Penyebab imunologis – pneumonia oleh karenahipersensitivitas, reaksi obat, penyakit kolagen
Sumber tidak diketahui sarkoidosis, histiosit,hemosiderosis, proteinosis alveolar Penyakit Oklusi Vaskular Paru
Tromboemboli pulmoner, emboli lemak Penyakit Dinding Dada dan Alat-Alat pernapasan
Kiposkoliosis berat, pektus ekskavatum, polio, miastenisgravisNeurosis Kecemasan dan NyeriPenyakit Jantung
Penyakit jantung kongenital atau didapat dengan gagal jantung kongestif Penyebab Lainnya
Hipoksemia, shok, asidosis, sepsis, demam, efek residual pelemas otot, anastesi spinal tinggiUntuk pasien ini, penyebab yang paling mungkin adalah nyeri,infeksi, emboli lemak, trauma dada dan pneumonitis aspirasi.A.3 Dapatkah kita membedakan emboli lemak dari emboli lainnya ?Emboli adalah masa intravaskuler (padat atau gas) yang terlepas,yang dibawa oleh darah ke tempat yang jauh dari asalnya. Tak dapatdihindari, emboli tersangkut pada pembuluh darah terlalu kecil untuk membolehkan alirannya mengalir lebih jauh, menghasilkan oklusi parsial atau komplit. Sembilan puluh sembilan persen dari seluruhemboli timbul dari trombi (bentuk jarang termasuk fragmen tulangatau sum-sum tulang, potongan tumor, benda asing seperti peluru dangelembung udara atau Nitrogen). Emboli lemak adalah oklusi2
 
 pembuluh darah kecil pada mikrosirkulasi oleh globul-globul lemak.Hal ini paling sering terjadi pada pasien yang menderita lukatraumatik berat pada jaringan yang mengandung lemak seperti fraktur tulang-tulang panjang yang mengandung sum-sum berlemak, ataukerusakan ekstensif pada deposit lemak subkutan. Meningkatnyatekanan dalam kavitas sum-sum mengakibatkan terjadinya ruptur venul-venul kecil dan globul-globul lemak masuk ke sirkulasi. Teorilainnya didasarkan pada perubahan fisiokimia dalam sirkulasi lemak darah. Teori ini mempostulatkan bahwa, emulsi lemak normal didalam plasma diubah memudahkan terjadinya perpaduan kilomikronmenjadi droplet lemak yang lebih besar. Secara klinis, emboli darahdapat terjadi dengan gejala yang hampir sama, tetapi biasanya berlangsung lebih lambat dibanding emboli lemak. Gesekan lebihsering terjadi, dan terdapat bukti adanya trombosis vena. Temuan fisik klasik emboli lemak adalah gambaran hemoragik petikiae pada pleksus kapiler dermis. Mereka juga dapat terlihat pada daerahsubkonjungtiva dan pada palatum. Emboli lemak melewati filter  pulmonal untuk mencapai sirkulasi dan tersangkut pada pembuluhdarah kulit, mengakibatkan terjadinya petikiae.A.4 Bagaimanakah Patofisiologi Emboli Lemak ?Emboli lemak, darimanapun asalnya, mulanya tersangkut di Paru- paru, beberapa diantaranya dapat melewati sirkulasi pulmonalkemudian tersangkut di organ lainnya. Organ-organ tersebut adalahorgan yang kaya suplai darah, seperti otak dan ginjal, adalah organyang fungsinya paling dipengaruhi emboli sistemik. Paru-paru, bagaimanapun, adalah organ primer yang terlibat dan manifestasiklinis yang nampak merupakan hasil disfungsi organ tersebut.Berdasarkan kedatangannya pada pembuluh darah pulmonal,diteorikan bahwa emboli lemak menimbulkan efeknya dalam 2 fase.Pertama, terdapat fase obstruktif yang berasal dari mekanik danhumoral. Mengikuti hal ini, fase yang dimanifestasikan dengan peningkatan perkembangan permeabilitas kapiler, yangmengakibatkan edema pulmoner hemoragik. Seiring dengan perubahan tersebut, terdapat peningkatan produksi surfaktan paru.Hasilnya adalah tanda perubahan fungsi pulmoner yang dapatmengakibatkan disfungsi organ sistemik lainnya.Manifestasi sistemik sindrom klinik menggambarkan efek emboliyang tersangkut di dalam organ lain selain Paru-Paru. Bagaimanapunsulit untuk membedakan yang mana manifestasi primer organ sistemik dan yang mana yang merupakan manifestasi sekunder malfungsi pulmonal. Saat hampir tiap organ ekstrapulmoner dapat terlibat, ginjaladalah organ target yang paling umum, diikuti oleh otak. Hati dankelenjar pituitary dilndungi oleh sistem portal, sehingga jarangterpengaruh.3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...