• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
1
DAFTARPEMILIHTETAP(DPT)BERMASALAH(SebuahRefleksiMenjelangPelaksanaanPilkada2010DiPropinsiSulawesiTengah)(1)Oleh:Ir.KasmanJayaSaad,MSi*danRatnaDewiPettalolo,SH,MH**
Salah satu substansi penting dalam tahapan pelaksanaan pemilihanumum adalah pengawasan terhadap penyusunan Daftar Pemilih. Karena secarayuridis normative, berdasarkan Pasal 20 UU Nomor 10 Tahun 2008 dan Pasal28 UU Nomor 42 Tahun 2008 penegakkan terhadap hak-hak konstitusionalwarga Negara Indonesia dalam penyelenggaraan pemilihan umum hanya dapatdilauan apabila warga negara yang dimaksud tercantum namanya dalamdaftar pemilih yang disebut dengan Daftar Pemilih TetapDPT merupakan Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan olehKPU dan merupakan instrument hukum yang digunakan oleh penyelenggarapemilu untuk memastikan bahwa setiap warga Negara yang namanya tercantumdalam DPT mendapat perlindungan hukum untuk dapat menggunakan hak
This document was created with free TRIAL version of eXPert PDF.This watermark will be removedafter purchasing the licensed full version of eXPert PDF. Please visitwww.visagesoft.comfor more details
 
2
pilihnya secara sadar dan sukarela tanpa paksaan, yang manahak ini tidakdapat dialihkan kepadaorang lain dengan cara apapun.Pada sisi lain, DPT sebagai instrument hukum harus disusun secaraterencana dan melalui prosedur yang diatur dalam Pasal 32 s/d Pasal 49 UUNomor 10 Tahun 2008 dan Pasal 29 s/d Pasal 32UU Nomor 42 Tahun 2008,dimana secara eksplisit disebutkan bahwa penyusunan daftar pemilih didasarkanpada data kependudukan yang disediakan oleh pemerintah dan pemerintahdaerah, yang selanjutnya akan dilakukan pemutahiran data oleh KPU sebagaipenyelenggara pemilu.Sebagai sebuah
commission         
, KPU sudah selayaknyamelauan upaya penelusuran terhadap akurasi data yang diserahkan olehpemerintah dan pemerintah daerah yang senyatanya memiliki kepentinganterhadap data tersebut dalam pelaksanaan pemilu. Proses pemutahiran inisangat penting artinya untuk melihat sampai sejauhmana penyelenggara Pemilutelah
 
melaukan upaya perlindungan hukum terhadap hak konstitusional wargaNegara dengan tidak melakukan kelalaian dan atau kesengajaan yangmenyebaban adanya warga Negara yang telah memenuhi syarat sebagaipemilih tetapi tidak dapat menggunakan hak pilihnya hanya karena tidak terdaftardalam daftar pemilih. Karena sesungguhnya hal ini merupakan pelanggaranterhadap Hak Asasi Manusia.Dalam konteks pemilu, kedudukan pemilih menjadi memiliki maknapentingsebagai pemilik kekuasaan yang sah dalam Negara yang menamakandirinya Negara Demokrasi. Olehnya secara sadar penyelenggara pemilu harusmemahami pentingnya keterlibatan secara langsung warga Negara dalam
This document was created with free TRIAL version of eXPert PDF.This watermark will be removedafter purchasing the licensed full version of eXPert PDF. Please visitwww.visagesoft.comfor more details
 
3
membangun hubungan dengan negaranya melalui pemilihan pejabat-pejabatNegara yang akan mengisi jabatan-jabatan Negara guna mengemban amanaheuasaan yang akan diserahkan pada pemilihan umum tersebut, dengan tujuanesejahteraan rakyat. Dengan demikian, kewenangan yang diberikan oleh UUDepada KPU sebagai penyelenggara pemilu adalah sebuah bentuktanggungjawab yang besar untuk memaksimalkan seluruh potensi yang adademi penegakkan hak konstitusi tersebut.
PeranPanwaslu
Rasanya tidaklah berlebihan untuk dikatakan bahwa salah satu penyebabtejadinya
 
ekisruhan DPT Pemilu 2009 adalah Panwaslu tidak berada ditengah-tengah proses penyusunan daftar pemilih, karena secara normativepembentuan lembaga ini berbeda dengan pembentukan lembagapenyelenggara pemilu yang selama ini dianggap sebagai
 primary institution of       the election         
. Memang dalam penyelenggaraan pemilu lembaga pengawaspemilu ini dianggap tidak begitu penting keberadaannya, bahkan dalam kontekshubungan kelembagaan masih belum menunjukkan adanya kesetaraandenganinstitusi penyelenggara pemilu, atau dapatlah dikatakan sebagai
the secondary          institution ofthe election.   
Sistem norma yang dibangun dalam Undang-Undangpenyelenggara pemilu tentang tata cara rekruitmen penyelenggara pemilusebagai bukti yuridis dapat dilihat dalam Pasal 12 sampai dengan pasal 26 yangmengatur tentang rekruitmen untuk anggota KPU yang dilakukan oleh Tim
This document was created with free TRIAL version of eXPert PDF.This watermark will be removedafter purchasing the licensed full version of eXPert PDF. Please visitwww.visagesoft.comfor more details
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...