Teori-teori struktural dalam kajian antropologi sangat beragam namun padatulisan ini dan sebagaimana sejarahnya konsep struktural dalam antropologi pertama kalidiajukan oleh
A. R Radcliffe Brown
(1889 – 1955)
,
ide pokoknya adalah tentang strutur sosial seperti yang diasumsikan bahwa perumusan dari keseluruhan hubungan atau jaringan antarindividu dalam masyarakat, hal yang dilihat dalam struktur sosial adalah tak lain dari prinsip-prinsip kaitan antara berbagai unsur masuarakat seperti status dan peran, pranata dan lembaga soaial. Selanjutnya dikatakan hubungan intreaksi antara individudalam masyarakat merupakan hal yang konkrit sedangkan struktur sosial berada di belakangnya dan mengendalikan hal yang konkrit tersebut. Jadi struktur sosial tidak diamati.
Radcliffe Brown mengemukakan gagasan dan pandangannya terhadap kehidupansosial kebudayaan melalui karyanya “The Andaman Islanders”(1922), dalam karangantersebut ia menguraikan dan mendeskripsikan aspek kekerabatan upacara yang terkaitdengan mitos yang dilakoni dalam penduduk Andaman. Karyanya hampir bersamaandengan terbitnya karya etnografi Malinowski. Dan beberapa tokoh yang telahmengoreksi kedua karya dari Malinowski dan Radcliffe Brown disimpulkan adanyakesamaan pandangan dari metode keduanya mendeskripsikan bentuk kebudayaan yakniaspek struksul sosial yang digambarkan terintegrasi secara fungsional dan hingga kinisanter disebut dengan kerangka konsep
struktur-fungsionalisme.
Melalui karangannya Radcliffe Brown juga telah merumuskan metode pendiskripsian terhadap karangan etnografi. Salah satunya ialah melalui aspek upacara,yang dirumuskan kedalam beberapa bagian ;1.agar suatu masyarakat dapat hidup langsung, maka harus ada suatu sintimen dalam jiwa warganya yang merangsang meraka untuk berperilaku sesuai dengankebutuhan mereka.2.Tiap unsur dalam sistem sosial dan tiap gejala atau benda yang dengan demikianmempunyai efek pada solidaritas masyarakat menjadi pokok orientasi darisentimenn tersebut.
2
Dalam J. van Baal, (1988) “Sejarah Dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya”, PT. Gramedia, Jakarta.Dalam uraiannya ia juga mengemukakan tentang perihal ketidakmampuan pengertian structural yangmerujuk dalam organisasi sosial.
Leave a Comment
mantap....
good...
wah