formal pemerintah (berupa larangan) dan kontribusi dari kalangan akademisi dan LSM
berupa paradigma atau pendekatan-pendekatan pengembangan atau pegelolaan
keterpaduan (integrated management), kemitraan (co-management), atau berbasis
masyarakat (community-based management).
Untuk penulisan makalah dalam rangka lokakarya Menggali Kearifan Lingkungan
ini, baik kiranya mengidentifikasi dan belajar dari sisa -sisa pengetahuan (kepercayaan,
nilai), institusi, dan praktik indigen yang arif lingkungan, yang masih difungsikan di
beberapa tempat, termasuk Sulawesi Selatan, meskipun dalam kondisi sedang terkikis,
atau sudah tergeser oleh kekuatan usaha -usaha perikanan kapitalis dan modern dari luar
tetapi masih diidamkan oleh komunitas pendukungnya. Berikut interpretasi teoretis dan
efektivitas praktik kearifan lingkungan. Sebagai penutup ialah saran -saran.
Batasan Tentang Kearifan Tradisional Lingkungan
Kearifan lokal merupakan gagasan/pandangan, pengetahuan, kepercaya an, nilai,
norma, moral dan etika, kelembagaan (melibatkan norma, praktik atau tindakan berpola,
organisasi), dan teknologi yang menyumbang kepada tercipta dan tetap terpeliharanya
kondisi tatanan kehidupan masyarakat di berbagai bidang, kemajuan, dan terj aganya
kondisi ekosistem lingkungan dan sumberdaya sehingga pemanfaatannya oleh kelompok
atau komuniti manusia di situ (sebagai salah satu komponen ekosistem) berlangsung
secara berkesinambungan.
Hadirnya kearifan lokal dalam suatu masyarakat pesisir, khus usnya komuniti
nelayan, bisa merupakan tradisi ataupun rekayasa baru dari masyarakat pendukungnya,
tetapi bisa bersumber dari kebijakan pemerintah, kreasi lembaga perguruan tinggi,
inisiatif LSM, dan lain -lain, yang tersosialisasi kepada dan telah diprakti kkan untuk
selanjutnya ditradisikan oleh masyarakat nelayan pesisir dan pulau -pulau.
Dalam berbagai komuniti/masyarakat bahari (pesisir dan pulau -pulau), termasuk
di Indonesia, kearifan tradisional dalam berbagai wujudnya sebagian masih bertahan dan
difungsikan, sebagian mulai terkikis, dan sebagian besar lainnya sudah menghilang,
sementara ide-ide dan praktik-praktik baru yang ideal dan potensial belum lagi
terlembagakan dan mengakar dalam masyarakat.
Berbagai hasil penelitian pada komuniti -komuniti pesisir dan pulau-pulau,
terutama di Sulawesi Selatan, diperoleh berbagai keterangan/informasi mengandung
kearifan lokal, terutama berkaitan dengan etos ekonomi/berusaha, keselamatan
pelayaran, kehidupan kolektif dan jaminan sosial ekonomi, dan kelestarian ling kungan.
Identifikasi dan Gambaran Sisa -sisa Kearifan Lingkungan dalam Komunitas
Desa-desa Petani dan Nelayan
1. Pemeliharaan Sumberdaya Air
Leave a Comment