Perkawinan dapat diartikan sebagai suatu hubungan yang umumnya dikenal sebagai persatuan antara laki-laki dan perempuan dalam hukum budaya. Hubungan yangsaling memberi kebutuhan utama (tapi keperluan eksklusif) hak seksual dari setiap pasangan dan untuk selanjutnya untuk memenuhi fungsi social. Defenisi dari perkawinan tergantung dari fungsi social secara khusus seperti adanya pengakuan darianak bukan pegangan yang secara umum, karena untuk memberi fungsi paling sedikitdari masyarakat yang ditemukan tidak termaksud dalam perkawinan.
Kata laki-laki dan perempuan bukan hanya merujuk pada hubungan fisik jeniskelamin lebih dari itu tugas masyarakat adalah sebagai aturan seks dari setiap pasangan yang terbentuk dari perkawinan sebagai suatu kualifikasi yang penting
Para ahli antropologi mendefinisikan bahwa perkawinan dalam dua kategori. Secaraumum pengertian dari perkawinan mulai diperkenalkan pada tahun 1955 dan definisimodern pertama kali diperkenalkan setelah tahun 1955.
Beberapa ahli antropologi memperkenalkan teori yang berbeda mengenai keasliandan keumuman dari hubumgan seks antar saudara sebagai hal yang tabuh.1.Edward Westermarck menerangkan bahwa orang primitif mengenali prosedur perkawinan keluarga dekat sebagai hasil yang buruk, seperti sesuatu yang tidak normal atau tidak cukup jumlah anak, oleh karena itu, perkawinan saundarakandung sebagai hal tabu tetap terbentuk.2.R.H. Lowie memperkenalkan bahwa nilai kemanusian dimanapun mempunyai bawaan bakat alami untuk menghindari perkawinan saudara karenanya perkawinan saudara muncul3.Edward Westermarck lebih lanjut membantah bahwa orang yang dibawa bersamasejak masa awal kanak-kanak seperti saudara laki-laki atau peempuan, tidak dapattertarik satu sama lain, karenya perkawinan saudara sebagai hal tabu masuk kedalam keberadaanya.4.Sigmund Freud menyatakan bahwa ketidaksadaran diperoleh dari keinginan orangtua berlawanan dengan seks dan perkawinan saudara adalah tabu dan bahwa
Leave a Comment