You are seeing our new document Reader view. Click here to revert. Feel free to leave us feedback on this feature .
×
  • Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
BAB IPENDAHULUANLatar Belakang
Fenomena geografi dan potensi kelautan, demografi dan masyarakat dengansejarah yang sarat dengan budaya maritim merupakan salah satu kajian Antropologi danmenjadikan kelautan sebagai pola ilmiah. Sebab fenomena fisik alam kelautan yangmerupakan objek dan fakta empirik general bagi pandangan saintis, sesungguhnyadilapisi keatas dengan fenomena budaya yang bervariasi dari suatu tempat danmasyarakat ke tempat-tempat dan masyarakat-masyarakat lannya di duna. Fenomenademografi dan budaya maritim yang melalui proses dinamika karena pengaruh kekuatan-kekuatan internal/konteks lokal dan eksternal merupakan kajian sosial budaya.Mengikuti konsep Mukhlis Paeni, tatanan dan perkembangan budaya kemaritimanyang melibatkan negara dan politik serta perdagangan dunia yang disebutnya sebagaitradisi maritim besar (
maritime great tradition
) di bedakan dari tradisi maritim kecil(
maritime little tradition
) yang diacukan pada aktivitas penangkapan laut. Di konsepsikandemikian karena aktivitas tersebut dilakukan secara kecil-kecilan saja dan mereka yangterlibat didalamnya adalah rakyat miskin/golongan marginal penghuni daerah-daerah pesisir yang dikuasai oleh kelas-kelas pedagang/saudagar bermukim di kota-kota pantai.Mandegnya perkembangan tradisi maritim besar kreasi lokal di Nusantara ini setelahkemerdekaan Indonesia di ungkapkan oleh Mukhlis sebagai “harta yang kehilangan ahliwaris”Masyarakat maritim, terutama nelayan dan pelayar, merupakan kategori sosialyang sekali menjadi nelayan atau pelayar, akan sulit sekali meninggalkan lingkungan lautdan pekerjaannya untuk bergeser ke sektor-sektor ekonomi lainnya di darat. Sebabadaptasi dan menyatunya dengan lingkungannya sekaligus melibatkan adaptasi fisiologi, psikologi, sosial dan budayanya. Adaptasi fisiologi berupa penyesesuaian persaan bau, penglihatan, pendengaran, ukuran rongga pernafasan, mungkin juga tekanan darah.Adaptasi psikologi berupa penyesesuaian perasaan-perasaan dengan karakter laut (badai,ombak, keteduhan, suhu, iklim, pemandangan bebas), dan bahkan mungkin dengan prilaku biota laut. Seiring dengan hal-hal tersebut dalam masyarakat nelayan akhirnya
LAPORAN LDP - LPMA 2006
1
    of 00

    Leave a Comment

    You must be to leave a comment.
    Submit
    Characters: ...
    You must be to leave a comment.
    Submit
    Characters: ...