suatu kelompok masyarakat dilihat tidak berperilaku politik tapi justrudikendalikan oleh suatu sistem yang bernama “politik”
3
.Pentingnya aspek politik dalam pengkajian suatu kebudayaan adalah bahwaaspek politikadalahbagian penting untuk dijadikan salah satu sudut pendekatan bagi studi kebudayaan mengingat keterkaitannya dengan aspek-aspek yangnampaknya tak memiliki relevansi dalam kacamata ilmu politik, seperti masalahsimbolisasi dan ritual keterkaitan unsur seperti pranta-pranata dalam korelasinyadengan konteks politik. Dalam banyak hal, suatu kebudayaan merupakan suatukeseluruhan yang utuh, terbentuk dari berbagai unsur dan aspek budaya yangsaling berhubungan serta saling mempengaruhi. Perubahan yang terjadi pada satuunsur atau aspek dapat berakibat pula terhadap unsur atau aspek lainnya.Demikian pula pemahaman terhadap salah satu unsur atau aspek tidak mungkindapat dicapai tanpa memahami unsur-unsur lainnya.Dibeberapa literatur, budaya selalu diperbicangkan sebagai bentuk yangdikonstruksikan dan merupakan arena relasi antara sebuah struktur dankesadaran subyektif individu, sehingga dengan asumsi ini berimplikasi padapemikiran tentang tema perubahan budaya yang menjadi agenda utama untuk mengkonstruksi budaya baru. Dalam studinya mengenai antropologi politik,Edmund Leach
4
memberikan gambaran bahwa setiap perubahan sosial dankultural merupakan pencarian kekuasaan. Baginya dalam melihat kekuasaan yang beroperasi bukanlah dilihat dalam suatu wilayah melainkan salah satu bentuk dankondisi dalam keterkaitan relasi diantara manusia. Oleh karenanya, caramamahami sepenuhnya dan menganalisis kompleksitas kekuasaan adalah denganmenemukan di mana dimensi-dimensi material, psikologis, dan sosial kekuasaan
3
Lihat George Balandier “Antropologi Politik” .1986.CV . Rajawali. Jakarta. Hal vi
4
Lihat McGlyyn & Arthur Tuden “Pendekatan Antropologi Pada Perilaku Politik”, Op.cit, Hal. 3
Leave a Comment
trimakasih