undangan negara. Dengan demikian, satu-satunya jalan supaya tidakberselisih dalam menentukan Imam NKA-NII harus didasari oleh pedomantersebut. Sebagai contoh:
Pertama
, Dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 58dinyatakan “
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhaq menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabilamenetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkandengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.
Cukup jelas, bahwa yang disebut
Amanat
itu mencakup amanatkepemimpinan (
Ulil Amri
). Dan yang disebut
Ahliha,
berarti yang memilikilegalitas (sesuai dengan peraturan/hukum). Dengan demikian legalitasImam NKA-NII kemunculnya berdasarkan peraturan-peraturan NKA-NII,sehingga yang berpegang padanya tidak berselisih;
Kedua
, Dalam SunnahRasulullah SAW., bahwa “Negara/Daulah” Islam di Madinah disertai undang-undangnya (
Shahifah Madinah
), semua warganya diwajibkan untukmentaatinya. Artinya, jika kembali kepada Sunnah Rasulullah SAW., makapengangkatan Imam NKA-NII pun harus sesuai dengan undang-undangNKA-NII, sehingga tidak berselisih. Al-Qur’an memerintahkan supayabermusyawarah dalam memilih pemimpin, maka yang bermusyawarah(menjalankan amanat) itu harus yang memiliki hak untuk itu, yakniposisinya yang memiliki kapasitas dan legalitas. Dengan demikianpermusyawarahan itu tidak keluar dari koridor undang-undang.
Kesimpulan dari dua contoh di atas, bahwa yang memilih pemimpin(Imam) berdasarkan undang-undang tidak disebut sedang berselisih. Jadi,yang masih memperselisihkan ‘keimaman NKA-NII’ itu, adalah mereka yangtidak kembali kepada undang-undang NKA-NII, artinya tidak berpedomanatau belum kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.Perlu diresapi bahwa adanya perintah untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, tersirat adanya kemungkinan yang akan menjadi pemberontak. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor dalam hatinya,sehingga tidak mau merujuk kepada kebenaran Ilaahi. Dari itu yangdisebut persatuan ummat, bukan berarti semua yang mengaku Islam akanbersatu! Sebab, pemberontak itu selalu ada! Dengan kata lain, akan adasaja yang tergoda setan. Jadi, yang menjadi barometer persatuan dalamNegara Islam Indonesia ialah perundang-undangan.
Terhadap yang mengatakan Pedoman Dharma Bakti (PDB) membuatpusing kepala, berbeda-beda pendapat sehingga berpecah-pecah, hal itusangat keliru! Sebab;
Pertama
, Justru berpedoman kepada PDB supaya tidakpusing, kecuali jika bagi yang belum bisa memahaminya. Atau bagi yangsudah memahami serta mengakui kebenaran PDB, sedang hatinya beratmenerimanya. Itu satu di antara penyakit hati; mengakui kebenaran cuma didalam hati, tetapi menolak dalam sikap. Ada dua penyebab bagi yangmenafsirkannya menyalahi dari penafsiran yang sebenarnya, yaitu: 1)Kurangnya wawasan dalam hal yang berhubungan dengan undang undang;
Leave a Comment