endahulukan Sifat Maaf Dan Sabar Di Atas Kekhilafan Dan Ketidakta...http://al-ahkam.net/home/modules.php?op=modload&name=News&file=a...1 of 306/07/2008 05:59 AM
::al-ahkam.net::Siber Feqh Anda
Mendahulukan Sifat Maaf Dan Sabar Di Atas Kekhilafan Dan Ketidaktahuan
Posted by : nawawi2007 on Saturday, July 05, 2008 - 08:55 AM CCT
Mendahulukan Sifat Maaf Dan Sabar Di Atas Kekhilafan DanKetidaktahuan
http://an-nawawi.blogspot.comDalam meniti dan mengharungi sebuah jalan kebenaran, tidak hairan jika kita menghadapi begitu banyak kritikan danhinaan. Tidak kering juga cacian dan celaan. Malah mungkin sehingga dipinggirkan dan dikatakan sebagai pelik lagi aneh.“Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnyaorang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Surah az-Zumar, 39: 9) Walaupun demikian keadaannya, kita sewajarnya terus bermuhasabah diri dengan melazimi sifat sabar dan beristiqomahdengan kebenaran di atas prinsip ilmu. Lebih wajar lagi, jika kita imbas dan melihat kembali uswah (contoh) dariRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sendiri ketika bagaimana beliau menghadapi kepelbagaian bentuk penolakan demipenolakan dalam dakwahnya. Pelbagai bentuk penolakan yang dilakukan dengan bersertakan tindakan-tindakan yangamat kasar dan berat untuk ditanggung.Ketika mana di dalam awal fasa penyampaian beliau, hari-hari demi hari silih berganti, beliau tetap melazimi segala halyang dihadapi dengan tenang, kebaikan, memohon keselamatan bagi dirinya dan manusia lainnya. Tidak terdetik sedikitpun di dalam lubuk hati dan perasaannya berniat memuaskan emosi sendiri dengan menyimpan perasaan dendamterhadap mereka yang bersikap membara menentang beliau.Baginda Shallallahu ‘alaihi wa Sallam antaranya diutuskan untuk memilih jalan damai, memaafkan kesalahan golonganyang masih jahil, dan mengajak mereka dengan hikmah kembali kepada jalan yang benar. Ini antara lain adalahbertujuan supaya kelak nantinya akan lahir insan-insan yang menuruti beliau atas dasar yang penuh ikhlas dan tulushatinya berserah diri di atas jalan kebenaran. Ia juga bakal menjadikan mereka yang gemar bersikap keras menjadilembut hati dan lentur jiwanya dengan kebenaran yang dibawa. Kebenaran yang dibawa dengan personaliti akhlak yangbaik bersesuaian di atas tempatnya lebih mudah diterima berbanding dengan sikap keras yang dihamburkan membabibuta. Realitinya, apa jua yang dibawa bersama pakej lemah lembut dan akhlak pekerti yang baik ianya akan menjadilebih mesra serta mudah dihadam oleh golongan sasaran.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (maksudnya),“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yangbodoh. Dan jika kamu ditimpa suatu bentuk godaan dari syaitan maka berlindunglah kepada Allah” (al-A’raaf, 7: 199-200)Ketika Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan pada Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ayat tersebut, maka RasulullahShallallahu ‘alaihi wa Sallam bertanya, “Apakah ini wahai Jibrail?” Ia menyatakan, “Sesungguhnya Allah memerintahkankepadamu supaya mema’afkan orang-orang yang berbuat zalim kepadamu, memberi kepada orang yang tidakmemberimu, dan menyambung orang-orang yang memutuskan perhubungan denganmu.” (Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Cet.Pustaka Ibnu Katsir (Bogor), 3/768)Dan hendaklah kita sentiasa memohon perlindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dari segala bentuk gangguan Syaitanyang memungkinkan akan menyemarakkan/membangkitkan sifat marah di dalam hati kita kepada golongan yang masihjahil dan tidak memahami tersebut.Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman (maksudnya),“Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dankatakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepadaEngkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku”.” (Surah al-Mukminuun, 23: 96-98) Menzahirkan sifat pema’af bukanlah suatu yang menunjukkan kehinaan dan ketidakmampuan atau pun cepat mengalah.Malahan, jika kita mampu mengamati dengan baik, ia adalah sebenarnya menunjukkan ketabahan hati, kebesaran jiwa,kekuatan mental serta perasaan kita dalam melawan sikap cepat marah dan mengelakkan dari timbulnya susana yangtegang. Dalam konteks yang lain, ia mampu menumbuhkan dan memupuk sikap tenang, tenteram, kemuliaan, dan jugakegagahan jiwa dalam menghadapi tekanan dan cabaran. Malah, sifat ma’af juga mampu mengawal diri dari memilikisifat dendam dan benci. Sekaligus, ia mampu melahirkan sikap lemah lembut dan mudah mesra.
Leave a Comment