• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
T. Nasruddin Syah
Aceh, Negeri Bayangan
1
 
Kata Pengantar dari Penulis
Perjalanan sejarah adalah kebalikan dari pribahasa Carlyle—berbahagialahmereka yang mengetahui sejarah—mendalami organisasi perlawanan dari aspek-aspek dukungan politik rakyat, kekuatan ekonomi organisasi, sejarah gerakan dansepak terjang kepemimpinan revolusioner Aceh Merdeka. Studi ini sesungguhnyatelah berlangsung selama lebih dari 5 tahun, dengan ratusan orang-orang yangterwawancarai terlibat dalam Aceh Merdeka sejak tahun 1998. Tentu saja sayamengandalkan pemikiran dan ingatan, sebisa mungkin lebih objektif. Studi inimemang tidak mudah dan terhitung sangat sulit dibutuhkan ‘kesabaran mondial’untuk menulis kembali menata, menyusun, dan mengorganisir setiap ide untuk menjadi suatu rumah pemikiran berteduh sesaat dari hujan yang sedang turun.Dan kemudian menjadi suatu buku permulaan.Terkadang saya mencoba untuk melupakan keegoisan diri denganmenjadikan studi tentang Aceh Merdeka, terutama kepemimpinan Dr. HasanMuhammad di Tiro, sebagai sebuah studi yang tertutup. Itu tidaklah adil bagidunia intelektual di manapun ia berada. Mungkin salah satu aspek militer dan politik, meningkatnya eskalasi konflik dan kekerasan di Aceh adalah minimnyainformasi dan studi tentang kepemimpinanya. Jika hypothesis ini benar berarti belum terlambat mempelajari studi itu. Karena kebutuhan studi ini semata-mata pada kajian intelektual, analisis kritis dan menelaah kembali pemikiran-pemikiranAceh pasca revolusi social (1946), kegagalan pemberontakan Darul Islam (1953-2
 
1963) serta kemunculan kembali gagasan-gagasan ‘Negara Aceh’ dalam bentuk Monarchy yang diperlihatkan dalam Aceh Merdeka sejak (1976). Dalam artigerakan itu merupakan revivalisme ‘Neo-Uleebalanguntuk mengembalikanstatus Monarchy Aceh yang ‘hilang’ atau ‘degradatif’ karena perang.Sedia dan seharusnya studi ini diperuntukkan bagi Thesis Master saya diFakultas Social Development and Human Rights di Mahidol University, Thailand.Di mana saya belajar memahami kembali tentang konflik, perdamaian dan HumanRights. Saya memutuskan untuk melemparkan thesis ini dihadapan public.Sebagai sebuah prakondisi menjelang finalitas. Terkadang dunia ini begitumisterius—bagi mereka yang mempercayainya—saya menyatakan itu kepadasiapa yang mempercayainya bukan kepada yang ingin menyatakan hukumnyaharam untuk mempercayainya. Bagi kami orang-orang Aceh, sejarah merupakanmisteri Tuhan. Ini bukanlah konteks seorang fatalis berbicara tapi ini merupakanfakta sejarah politik orang-orang Aceh.Betapa tidak sejarah keruntuhan Uleebalang di Aceh seiring dengankehancuran Monarchy (Negara) Aceh di tahun 1946. Sejarah Aceh versi PUSAdan didukung oleh begitu banyak ahli sejarah politik di antaranya diwakili olehProf. Anthony Reid memakai term “revolusi social” untuk menyebut peristiwa diAceh tahun 1946. Bahkan ada yang menyebut “perang saudara” (
Civil War 
). Danselanjutnya setelah Kaum Uleebalang tidak hanya secara personal ataupuninstitusi secara sistematik dibunuh dan dihancurkan oleh kaum ‘berkupiah’ PUSA,Aceh berintegrasi dengan Indonesia. Orang-orang yang sama pula yangdikemudian hari memberontak terhadap Republik Indonesia yang mereka cintai.3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...