• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Kerangka Acuan 
P
EMBENTUKAN
T
IM
N
EGOSIASI
D
ENGAN
T
ERORIS
Pendahuluan
Aksi terorisme telah menghantui Indonesia semenjakmunculnya serangkaian kasus pemboman di berbagai kota diIndonesia tahun 2000. Untuk beberapa kasus di Indonesia,terorisme merupakan kelanjutan dari konflik ideologis lama yangbelum selesai. Dari sejak masa Kolonial, tiga kekuatan ideologipolitik telah bertarung untuk menempati posisi dalam Indonesiamerdeka. Secara kultural, Islam sebagai ideologi politik lebih tepatuntuk menempatinya, karena Nusantara pada ketika ditaklukkanBelanda merupakan wilayah-wilayah yang berasal dari kerajaan-kerajaan Islam. Juga dalam masa perjuangan untuk kemerdekaanIndonesia lebih dimotori oleh semangat perjuangan Islam dantidak sedikit pengorbanan Islam untuk hal itu. Akan tetapi,demokrasi sebagai wujud dari paham kebangsaan, denganPancasila sebagai landasan filosofisnya, telah terposisikan sebagaiideologi pemenang, walau dengan berbagai trik-trik yang dianggapmenyesakkan dada umat Islam.Kelompok teroris berusaha mengganti ideologi dan sistemhukum serta konstitusi negara. Pemikiran untuk mengganti ideologinegara, dengan implementasi perubahan konstitusi secara total,semestinya dapat dipahami elit bangsa sebagai kebutuhan. Karena,bila sebuah negara dalam masa 25 tahun, gagal menjalankanpemerintahan dan pembangunan, maka perlu diadakan pergantiankonstitusi, demikian apa yang termuat dalam salah satu butirpiagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dan keterbukaansebagaimana yang tertuang dalam konstitusi negara pada awaladanya, di mana konstitusi Negara Indonesia bersifat sementara.Maka dengan isyarat ini, sesungguhnya negara ini mempunyaisemangat perubahan yang jelas demi kejayaannya.Indonesia dengan jalan reformasi, memang telah mencobauntuk melakukan suatu perubahan. Namun, perubahan konstitusi
Halaman 1 dari 9 halaman
 
negara hingga empat kali perubahan yang telah berlangsung, tidakmenyentuh apa yang menjadi esensi perubahan konstitusi yangdiharapkan rakyat. Tumbuhnya motivasi sebahagian rakyat untukmelakukan perubahan konstitusi negara secara total,sesungguhnya didorong oleh rasa tanggung jawab karena melihatketerpurukan serta kehancuran moral anak bangsa yang hampirsempurna.Alam pemikiran kalangan muslim pergerakan yang bersifatradikal dan berorientasi pada perubahan konstitusi negara secaratotal, bukan sesuatu yang baru. Di mana itu hanya merupakankelanjutan pemikiran yang telah lalu. Perjuangan untukmenempatkan Islam sebagai ideologi dalam Indonesia Merdeka, darisejak masa Hindia Belanda memang tidak mendapat simpatik,karena Islam merupakan target penghancuran dalam format global
Renaisance 
. Dan kini, Islam distigmatisasi sebagai teroris, meskipununtuk sebagian memang benar.Aksi terorisme yang berkembang saat sekarang di Indonesia,memang tidak mustahil memiliki keterkaitan dengan kalanganpergerakan Islam. Prediksi ini memang cukup beralasan, karenaIslam secara global sedang menggeliat untuk suatukebangkitannya. Sekalipun demikian penumpasan dengan caramembabibuta, hanya akan memperdalam luka dan duka sertasemakin luasnya perlawanan rakyat kepada pemerintah, karenaumumnya pergerakan melawan pemerintah senantiasa mudahmendapat dukungan dari kalangan rakyat yang terpinggirkan dan yang merasa tertindas.Bila pemerintah ada kemauan dengan serius dan dimotivasioleh keinginan majunya peradaban bangsa ini dan tidak semata-mata untuk kekuasaan, maka pemerintah memerlukan pemikiran-pemikiran yang radikal di luar format legal formal. Karenapemikiran radikal, umumnya lebih didasari oleh dedikasi yangtinggi. Akses pemikiran radikal Islam selama ini tidak tersalurkandan pemerintah cenderung menafikkannya. Adalah memerlukansolusi bagi terjembatani-nya dua kepentingan, di satu pihakkepentingan pemerintah dan pihak lain kepentingan Islam radikal.Untuk itulah, perlu adanya sebuah tim negosiasi yang diiharapkanbisa berfungsi sebagai jembatan antara pihak pemerintah dan parateroris. 
Halaman 2 dari 9 halaman
 
Latar Belakang Pemikiran
Stabilitas politik dan keamanan Dalam Negeri merupakan halutama dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan. Olehkarena adanya serangkaian Bom yang menghiasi Bumi Pertiwi,Indonesia dalam masa akhir-akhir ini, maka instabilitas politik dankeamanan khususnya menjadi faktor yang harus mendapatperhatian prioritas.Sinyalemen pencipta instabilitas, diprediksikan oleh tigaelemen kepentingan, yaitu; kepentingan Islam radikal, kelompokkepentingan Dalam Negeri, termasuk di dalamnya lawan politikpemerintah yang berkuasa, dan kelompok kepentingan Luar Negeri. Tiga elemen ini berpotensi melakukan aksi terorisme.Kelompok kepentingan Luar Negeri dalam arti mungkinterancamnya konspirasi negara-negara yang berkepentingan denganIndonesia, baik karena motif politik, ekonomi dan keamanan ataulainnya. Maka Luar Negeri oleh karena itu, ia memiliki potensisebagai pelaku aksi terorisme. Aksi terorisme yang dilakukan olehkelompok kepentingan Luar Negeri, memang tidak mudah untukdibuktikan. Kesulitan itu mungkin karena faktor tekanan ataulainnya.Kelompok kepentingan Dalam Negeri dalam pengertian karenamotif ekonomi atau politik, juga memiliki potensi untuk melakukanaksi terorisme. Kelompok kepentingan ini lebih sulit lagi dalampenelusurannya, karena bersifat musuh dalam selimut.Dua kelompok kepentingan tersebut di atas dalammelancarkan aksinya lebih bersifat pemanfaatan kondisi dan ataumampu menciptakan kondisi, kemudian membalik kenyatan yangbenar menjadi salah. Sehingga maraknya aksi terorisme belumdapat diungkap secara nyata, siapa sesungguhnya yang bermaindari ketiga elemen yanag berpotensi tersebut di atas.Selama ini, terciptanya instabilitas karena serangkaian Bom,dialamatkan kepada kelompok gerakan Islam
underground 
“DarulIslam atau Jama’ah Islamiyah”. Stigmatisasi ini mungkin beralasan,namun pada kenyataan di lapangan, begitu banyak orang yangditangkap dan dianulir sebagai teroris dari kalangan Islam, ternyataserangkaian Bom masih terus berlangsung. Benarkah Islam yangberada dibalik aksi terorisme ini, ataukah dilakukan oleh duakelompok kepentingan yang lain?Untuk mengungkap kebenaran dan terangnya siapa
 planner 
aksi terorisme di Indonesia, maka diperlukan suatu usaha
Halaman 3 dari 9 halaman
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...