Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB3 (Buku Transformasi Tsunami)

BAB3 (Buku Transformasi Tsunami)

Ratings: (0)|Views: 420 |Likes:
Published by alchaidar

More info:

Published by: alchaidar on Jul 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

 
 
Bab 3
M
ENGUBAH
T
RAGEDI
T
SUNAMI
M
ENJADI
T
RANSFORMASI
 Tragedi tsunami yang telah terjadi di Aceh danSumatera Utara telah mengubah wilayah Aceh dan Niassecara fisik dan secara sosial. Sementara dari bencanaitu timbul pulau-pulau kecil baru karena air laut yangmenggenangi sebagian daratan Aceh yang tidakkunjung surut. Bangunan, jembatan, jalan, sertainfrastruktur fisik lainnya hancur berantakan. Mayatbertumpukan di mana-mana serta kesengsaraan danpenderitaan manusia terasa di seluruh masyarakatAceh. Perubahan-perubahan ini timbul akibat daritragedi tsunami, 26 Desember 2004 lalu, pada awalnyahanya sebuah gempa bumi yang berkekuatan 9 padaskala Ritcher, namun melahirkan gelombang laut yangsangat tinggi dan sangat kuat, dan menghantamwilayah Aceh dan Nias. Dampak yang ditimbulkanbencana alam ini melahirkan transformasi
forcemajeure
yang memilukan. Pengertian transformasi
force majeure
adalah perubahan drastis yangdipaksakan oleh sesuatu kekuatan besar. Perubahanmuncul dalam transformasi
force majeure
adalahperubahan yang tidak pernah dinginkan, tetapi tidakbisa kita hindarkan.
1
 Akibat yang ditimbulkan bencana tsunami, selainperubahan-perubahan yang terasa sangat pedih inimuncul perubahan lain yang tersa sangat melipur hatidan sekaligus mengharukan. Rasa solidaritas timbul
1 Mochtar Buchori, “Bencana dan Transformasi “
Volontaire
”,
 Kompas
, 5 Januari 2005.
 
secara spontan di seluruh masyarakat Indonesia danmasyarakat dunia. Relawan datang berbondong-bondong, dari dalam negeri maupun negara-negaralain. Tampak terlihat mereka memberikannya ikhlas,dan tersa menyejukan hati. Semenjak Bencana ituterjadi ungkapan turut berbelasungkawa danpernyataan empati ini seakan-akan ingin menghapus jejak-jejak perpecahan yang selama ini terasa sangatmengganggu rasa nasionalisme sesama anak bangsa. Jadi, selain transformasi
force majeure
yang sangatpedih itu, akan terlihat juga munculnya benih-benihtransformasi
volontaire
yang mempunyai pengertianadalah sebuah perubahan mendasar yang lahir daiusaha sadar manusia untuk meningkatkan martabathidupnya. Perubahan dalam transformasi
volontaire
pada umumnya sejalan dengan apa yang dikehendakimanusia.
2
Manusia seharusnya bisa merenungkan, tenyataakibat tragedi tsunami, akan muncul pula produk-produk tsunami yang positif bagi kelangsungan hidupbernegara, berbangsa, dan bermasyarakat. Berbagaiusaha yang dialkukan masa lalu banyak yangmengalami kegagalan, tetapi dalam bencana tsunamidalam waktu 10-20 menit bisa disulap menjadi proyekyang berhasil. Jika kita melihat di jaman Orde-Baruyang membuat proyek P4 (Pedoman Penghayatan danPengamalan Pancasila), yang memerlukan biayamiliaran rupiah selama bertahun-tahun, telahmengalami kegagalan membangun solidaritas bangsa,Sementara dalam hitungan puluhan menit hantamantsunami. saudara-saudara kita yang jauh di Papuaberteriak lantang, Aceh terluka, Papua menangis”,padahal Nabire sendiri sedang dihantam gempa, tetapi
2
Mochtar Buchori, “Bencana dan Transformasi “
Volontaire
”,
 Kompas
, 5Januari 2005.
 
mereka mau merasakan penderitaan saudarasebangsanya di Aceh lebih dari penderitaan merekasendiri.
3
 Pemerintah daerah Aceh, masyarakat warga (
civilsociety)
dan khalayak umum di Aceh harus memulaipembangunan sosial-ekonomi maupun pembangunanfisik di Aceh dengan transformasi sosial penduduksetempat menuju mentalitas disiplin kerja dengan etoskerja yang kuat. Artinya, pembangunan ekonomi iniseyogianya dilakukan dengan proses
culturalisation of economy and politics;
bahwa tanpa nilai tambah dankompetisi, masyarakat Aceh pasca tsunami ini akansulit bangkit dan maju, bahkan mungkin mundur laluhancur. Para tokoh masyarakat, ulama, intelektual,dosen, budayawan, guru, relawan dan aktivis LSM yangmasih tersisa di Aceh seyogianya menciptakan kondisisemacam ini karena akan mengkristalkan ideologitentang ‘survival’ (
 politics of survival)
yang bisadisederhanakan menjadi pembangunan ekonomi danbudaya. Pasca tsunami, masyarakat Aceh yang sejaklama terbelah-belah oleh konflik berdarah antarakelompok nasionalis (NKRI), pro-pemberontak (GAM)atau bersikap netral, harus dikondisikan agar tumbuhsebagai bangsa yang mementingkan konsensus danperdamaian. Di sini dibutuhkan upaya para pemimpindan tokoh masyarakat Aceh termasuk para tokohpemberontak, untuk mengembangkan ideologi “
shared values
” yang mementingkan kebersamaan dan bangsadi atas kepentingan komunitas dan mengutamakankepentingan masyarakat di atas pribadi; keluargasebagai dasar bagi masyarakat; dukungan masyarakatbagi setiap pribadi; perlunya konsensus danmenghindari konflik sebagai dasar pengambilan
3 Satjipto Rahardjo, “Tsunami Memicu Akselerasi Hukum”,
 Kompas
, 5Februari 2005.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lyanna Ajza Lah liked this
Hermanto Her liked this
nerailkobah liked this
nerailkobah liked this
Reza Aryandi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->