perjuangkan. Dan apa yang dikatakan AQJ akan menjadi opini, entah sejauh mana anggapan ituakan berkembang,
tawakkalna ‘alallah, hasbunallah wa ni’mal wakil.
Bagi pemerintah Negara Islam Indonesia, prioritas pertama hari ini adalah menyelamatkanmujahid (Warga Negara Berjuang). Pemerintah tidak akan terpancing untuk melakukan gerakanlokal dan insidental. Pemerintah menyadari persis kemampuan diri dan rakyat yang bersamanya.Betapapun kuatnya semangat perlawanan, pemerintah Islam tidak akan berlaku bodoh denganmemobilisasi rakyat berjuang memasuki kancah pertempuran tanpa persiapan yang memadai,sebab jika demikian, berarti pemerintah telah merelakan putra putra terbaiknya memasuki ladang pembantaian !!Dan yang namanya berperang adalah melawan tentara lawan ! Perang adalah adu kekuatandua negara dengan aturan perang yang disepakati bersama, bukan gerakan pengecut, yangmenutupi ketakutannya dengan keganasan menyengsarakan rakyat negara lawan atas nama Islam.Dari sini saja sudah jelas terlihat bahwa apa yang dilakukan mereka (siapapun pelaku pembomanitu) adalah pencorengan atas wajah Islam secara keseluruhan. Semua kita malu dengan ini semua, bila terbukti bahwa pelakunya adalah muslimin. Dan AQJ menimpakan semua ‘aib ini padawajah Negara Islam Indonesia,
thanks it very nice, we will never forget this
Peperangan (
war
) tidaklah sama dengan pertempuran (
battle
). Perang melingkupi banyak aspek, perang wacana, perang pendidikan, perang diplomasi, perang ekonomi dsb. Adapun pertempuran hanyalah bagian dari skenario perang besar tadi. Bahkan untuk memenangkan peperangan, boleh jadi tidak diperlukan satu pertempuran pun. Seperti terjadi pada masaRasulullah, peperangan antara haq dan bathil di daerah Yatsrib, dimenangkan front Islam tanpamengayunkan pedang. Yatsrib terbuka bagi kekuasaan politik Islam, lewat dakwah. Peneranganyang jernih menembus hati, inilah moment Futuh Madinah, dimana tanzhim Islam diterimadengan sukarela (
thow’an
). Berdirinya Republik Islam Pakistan hampir seperti itu, tanpa pertempuran (walaupun bukan tanpa korban) rakyat sadar, bangun dan bergerak mendukung berdirinya pemerintahan sendiri bagi muslimin, terpisah dari India.Bahwa terdapat kemungkinan pengerahan kekuatan militer dalam memperjuangkan tegak berdirinya sebuah negara, biasa terjadi, dimana ketika upaya diplomatik kandas, maka pencapaiantujuan bisa mengambil jalan pertempuran. Seperti terjadi pada Futuh Makkah, dimana Rosulullahsaaw mengerahkan kekuatan militernya mengepung kota Makkah, namun itupun bukan untuk ‘pesta darah’. Dengan cantik Abbas memainkan psycological war, sehingga pasukan Islammencapai kemenangan yang sesungguhnya. Seperti yang dikatakan ahli strategi perang :
“Bahwakemenangan yang sebenarnya, bukanlah menghancurkan kekuatan material musuh, tetapimelumpuhkan moral musuh untuk terus melawan. Sebab sekalipun secara logistik bahkan personil, musuh berhasil disikat habis, bila spirit perlawanan masih ada pada mereka, maka peperangan belum berakhir.”
Psy-war Abbas berhasil melumpuhkan semangat panglima perang Makkah untuk memobilisasi perlawanan, tanpa pertempuran berarti, dengan meminimalisasi korban, akhirnyaMakkah bisa dikuasai. Futuh Makkah adalah fenomena dimana tanzhim Islam diterima secara‘terpaksa’ (
karhan
) karena tidak lagi memiliki kekuatan moral untuk melawan.Pemerintah NII bukanlah pemerintah yang
‘tega’
mengorbankan rakyatnya dihadapanmesin perang RI. Masih banyak hal yang harus dipersiapkan untuk melangsungkan pemerintahannormal di masa datang. Putra putri bangsa Islam ini, terus mekar melatih diri menjadi ahli,mereka terus mengembangkanilmu di luar negeri, alih teknologi, agar Negara Islam di masadatang mampu mengemban misi universalnya, sebagai rahmat bagi semesta alam. Sedang ayahibu mereka, ditengah licinnya medan gerilya, terus bergerak membanting tulang, bekerja, mencarinafkah yang halal untuk melanjutkan pembangunan bangsa, dan menyambung kasih dengansesama ummat beriman guna memikul tanggung jawab bersama,menggalang Negara KurniaAllah, Negara Islam Indonesia. Di malam hari, disela sela keletihan mereka, hati mereka larutdalam munajat, memohon kemurahan hati sang maha pembuka hati, untuk mengurai masalahantara kami dan kaum kami, yang berdiri dalam satu wilayah tapi terpisah dalam dua negara.
Allahummaf tah bainana wa bayna qoumina, innaka khoyrul fatihin …
3
Leave a Comment