• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Dialog Dengan Abu Rusdan :Bedakan, Jihad denganTerorisme
Diposting pada , 00-00-0000 | 00:00:00 WIBhttp://www.muslimdaily.net/wawancara/1473/dialog-dengan-abu-rusdan-: bedakanjihad-dengan-terorismeDetasemen Khusus 88 Antiteror kembali mengungkap jaringan terorisme denganmenangkap beberapa orang di sebuah rumah di Jalan Dwikora Nomor 2110Palembang. Atas penangkapan itu, nama JI kembali terseret dan diduga adadibelakangnya.Dari pengungkapan itu, Densus berhasil menemukan 20 bom, 16 di antaranya siapledak, serta puluhan kilogram bahan peledak yang disembunyikan di plafon rumah.Benarkah JI kembali terlibat? tim
Trijaya
dalam acara Jakarta First Channel (JFC)telah melakukan perbincangan dengan mantan terdakwa yang dituduh sebagai anggotaJI Thoriqudin alias Abu Rusdan alias Hamzah.Dalam perbincangan itu, Abu Rusdan kembalimenegaskan kalau JI tidak ada kaitannyadengan tindak kekerasan seperti yangdialamatkan sejumlah pengamat.Menurutnya, JI adalah jaringan Islam yangtidak menganut kekerasan. Kalaupun ada yangmengatasnamakan JI, itu hanya segelintir orang yang ingin menjatuhkan nama JI.Berikut petikan wawancaranya:
Mungkin Anda mengikuti tertangkapnya dua orang di Palembang. Anda yangpernah mendapat tuduhan sebagai anggota Jaringan Islamiya (JI) melihat inibagaimana?
Kalau apa yang saya pahami, JI adalah sebagai institusi, sebenarnya tidak pernahterlibat masalah terorisme dimanapun juga. Mungkin ada pihak tertentu yang terlibattindak kekerasan dalam bahasa yang dikenal masyarakat sebagai terorisme, danmengaku sebagai JI. Saya tidak paham bagaimana mereka mengaitkannya. Sebab,yang saya pahami JI adalah kegiatan-kegiatan keislaman yang berhubungan denganAbdullah Sungkar (alm) itu tidak ada kaitannya dengan tindak kekerasan.
Menurut Anda Pandangan soal JI mengarah kepada terorisme?
Jadi begini. Masalahnya komplek, kita harus telusuri dari awal, ada sekelompok  pemuda muslim yang mereka itu dididik untuk jihad di Afghanistan. Semangat jihaddan kemampuan secara teknis menggunakan senjata dan bahkan bahan peledak itumemerlukan ruang untuk mempraktekkan itu, sementara kondisi sosial, ekonomi, dan
 
 budaya tidak memungkinkan itu berkembang.
Apa yang terjadi di Palembang, ada bahan bom yang dirakit. Dengan itu, apaNoordin M Top sekarang cukup leluasa merencanakan serangan?
Kalau kita teliti jujur dan apa adanya seperti di Palembang, belum ada action, hanyasemacam mengumpulkan bahan-bahan, itu kalau benar. Apa yang kita dengar dimedia masa atau pengumpulan senjata, bahan peledak, apalagi katakanlah kelompok  Noordin M Top, orang biasa saja melakukan hal itu hari ini bisa, hanya karenakebetulan orang yang memegang, dicurigai ada hubungannya dengan Noordin, maka persoalannya menjadi lain.
Sekarang ini Amrozi akan di eksekusi, apakah benar akan ada semacam balasdendam dari JI "garis keras" jilid dua?
Kalau kita berbicara JI itu sebenarnya tidak ada garis keras dan lunak, JI ya JI.Artinya, kalau ada yang membagi, saya pikir adalah pengamat yang tidak pahammengenai apa yang terjadi di tubuh JI, baik dari pengamat swasta atau yang lain.Adapun ada jilid dua atau ada dendam itu tidak kita kenal dalam ajaran islam, artinya,siapapun yang berkomitmen dengan prinsip dasar ajaran JI tidak mungkin akanmembuat tindakan balas dendam apabila, Amrozi, Mukhlas, Imam Samudra dieksekusi. Sebab, apa yang dilakukan pemerintah terhadap ikhwan bertiga adalahrisiko perjuangan yang kita pahami bersama. Siapapun yang terlibat JI, yang berpegang prinsip JI tidak kenal balas dendam.
Lalu, yang Anda ketahui apakah Noordin M Top masih berada di Indonesia?
Saya tidak tahu persis. Tapi kalau semacam analisa, tempat yang paling aman bagi Noordin saat ini adalah di Indonesia hari ini.
Kenapa aman? sulit dideteksi atau bagaimana?
Pertama, selama berada di Indonesia, kemudian setelah peristiwa belakangan yangmembuat beliau berada di Indonesia, mau keluar dari Indonesia juga tertutup semua.Kalau dia mau aman ada dua tempat, yang pertama di Mindanau dan yang kedua diAfganistan. Sementara ke Afganistan tidak mungkin dan ke Mindanau tidak ada beritanya. Sementara temen yang ada di Mindanau yang dicurigai sebgai bagiantindak kekerasan seperti Abdul Masin dll juga di Mindanau. Jadi kemungkinan besar  Noordin ada di Indonesia, masih.
Apakah kemungkinan Noordin di Indonesia dan kemudian yang di Palembangditangkap yang diduga terkait dengan Noordin bisa leluasa melakukan aksinyamereka, terutama menjelang pemilu?
Kalau target 2009, siapapun entah Noordin atau siapa yang mau bergerak ibadah jihad, tidak pernah mentargetkan seperti itu, apakah pemilu atau yang lain yangsifatnya adalah kegiatan politik sementara tidak pernah menjadi ukuran bagi siapaunyang terlibat dalam jihad fisabililillah untuk menjadikannya sebagai target. Kalau ada,
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...