• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Tulisan SMK pada harian Fadjar Asia, 12 Februari 1929
Dan bagi tiap-tiap 'oemmat adalah soeatoe kepoetoesan, maka apabila telah datangkepoetoesan mereka, tidaklah mereka akan ketinggalan sesa'at poen djoega dantidaklah mereka akan laloe sebeloemnja.(Al-Qur'an: Surah Al-A'raf)Beroelang-oelang kita meroendingkan tentang Ra'iat kita dan Nasibnja, maka hampir2djoemlah kita mendengarnja. Tetapi soenggoehpoen demikian tidak djoega adadjeleknja, djika barang jang baik itoe, baik beroepa nasihat maoepoen beroepa apa poen djoega, diperbintjangkan berkali-kali di medan oemoem, sehingga sekalianorang jang mendengar atau membatjanja dapat memfahamkan dengan soenggoeh2.Kemoedian dari pada itoe, dengan pengetahoean itoe dapatlah mereka menentoekan bagaimana langkah2 jang agaknja akan dilangkahnja dan sikap jang tetap dan tentoe jang akan diambilnja, agar soepaja semoeanja itoe mendjadi sempoerna atau setidak-tidaknja mendekati kesempoernaan sampai sedekat2nja. Demikianlah maksoed dantoedjoean kita.Moelai beberapa tahoen jang laloe hingga kini beloem djoega ada berhentinja orangmemperbintjangkan tentang soe'al "Punale Sanctie" keadaan perboedakan dan perhambaan, tentang artikel2 jang kita anggap sebagai randjau dalam perdjalanan kitamenoedjoe dan mentjapai angan2 kita jang tinggi dan moelia itoe dan akan beberapafasal lainnja jang mengikat tangan dan kaki kita. Tidak djoega perloe di sini kitaterangkan bagaimana djeleknja nasib koeli2 kontrakan, bagaimana nasib kaoem pergerakan jang dalam melakoekan kewadjibannja telah berboelan2 atau bertahoen2meringkoek di teroengkoe, dan betapa nasib saudara2 kita jang soedah diasingkan dan baroe dalam perdjalanan ke tanah pengasingan. Berpoeloeh2, beratoes2 orang, bahkan beriboe2 orang terpaksa meninggalkan tanah toempah darahnja, roemah halamannjadan ladang-sawahnja, dan bertjerai dan anak bininja, sanak keloearganja, karena ....mendjadi koerban dari peratoeran2 jang berlakoe di atas tanah toempah darah kitaIndonesia ini.Tiap2 barang sesoeatoe tentoelah ada dan boeroeknja. Demikian djoega halnja penoentoetan koerban-koerban itoe. Boekanlah koerban-koerban itoe bagi kita soeatoe boekti bahwa artikel2 jang tidak disetoedjoei oleh ra'iat jang lemah itoe? Memang pelanggaran itoelah jang mendjadi soeatoe boekti bagi kita, sebab kalau ketidak setoedjoean kita itoe hanja tinggal di moeloet sadja, tentoelah tidak akan dapat di-anggap sah, tetapi sebaliknja dengan djalan jang demikian itoe, tidaklah adaseorangpoen jang akan memoengkiri akan kebenaran atau kenjataan kehendak kitaitoe, baik dari fihak kita sendiri maoepoen dari fihak jang dianggap sebagai lawan.Moelai doeloe kala sampai sekarang, maka beloemlah pernah riwajat dapat menoen-djoekkan bahwa ra'iat Indonesia pernah merdeka, dalam erti kata jang seloeas2nja dansebenar2nja. Semendjak zaman keradjaan Padjadjaran sampai ke zaman Browidjojo,
 
maka jang boleh dianggap merdeka tjoema radjanja sadja tetapi ra'jatnja sedjak zamanitoe sampai ini waktoe tetap tinggal dalam gelombang perhambaan dan perhinaan jangserendah2 dan sedalam2nja. Disini tidaklah kita perbedakan antara pemerintahan bangsa sendiri dan pemerintahan bangsa lain (dari Oost-Indische Compagnie sampaike pemerintahan Belanda), sebab jang mendjatoehkan deradjat ra'iat Indonesia itoe boekannja orang2nja (radja2 atau Soeltan2 d.l.l.s.), tetapi jang salah ialah peratoerannja, stelselnja jang diperlakoekan dalam pemerintahan2 itoe.Kita tahoe dan jakin apa jang mendjadi sendi-toelangnja pemerintahan radja2"Indonesia" jang doeloe-doeloe itoe, jaitoe Boeddhisme dan kita tahoe dan jakin poela, apakah gerangan jang mendjadi pokok-pangkalnja pemerintahan Belandadjadjahan dan jang mendorong mereka ke arah itoe. Segalanja itoe boekan soeatoeteka-teki jang haroes diterkanja, melainkan adalah soeatoe barang jang telah tjoekoepnjata dan terangnja.Sjahdan, maka dalam masa jang baroe-baroe ini jang mendjadi fasal jang pentingdalam tiap-tiap pembitjaraan, baik dalam rapat-rapat oemoem maoepoen dalam rapat2 jang tertoetoep, ialah soe'al "erfpacht", jang berhoeboengan dengan hak-hak tanahra'jat. Soenggoeh soedah selajak dan seharoesnja, kalau masalah itoe mendapat perhatian dan dipentingkan oleh sekalian kaoem pergerakan kebangsaan, karenamemang amat penting ertinja dalam perdjoeangan kita menoentoet hak-hak ra'iat danmenoedjoe dan mentjapai tjita-tjita kita, Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia.Soe'al Goenoeng Seminoeng menggemparkan segenap doenia dan pemerintah Hindia- Nederland poen tidak sedikit terkedjoetnja, tatkala Goenoeng Seminoeng mendjadifasal-pertempoeran antara kaoem Kemodalan Barat, jang hendaknja akanmenggenggam tanah2 itoe sebagai tanah erfpacht, dan kaoem pergerakanKebangsaan, jang senantiasa berdaja-oepaja dengan sekoeat-koeat tenaga danfikirannja, oentoek melepaskan ra'iat dari pada bebannja jang sangat berat dan bermatjam-matjam itoe. Keloeh-kesah ra'iat seolah2 tidaklah didengarkan lagi, sebab"keoentoengan" (laba) itoelah jang dimaksoedkan oleh kaoem jang bersimeradja-lelaatasnja. Lain tidak, Biar poen ra'iat kering, walau tinggal toelangnja sadja sekalipoen,semoeanja itoe baginja tidaklah mendjadi keberatan atau perhatian, asal si lemahmasih dapat dipergoenakannja boeat memoeaskan hawa-nafsoenja dan memperolehsegala kekajaan, segala harta benda, jang sehari-kesehari mendjadi dasar fikiran dan perboeatannja.Kita tahoe atau sekoerang-koerangnja kita mengerti, bagaimana besar oentoeng-malang jang menimpa kaoem boeroeh bangsa kita di Pantai Soematera-Timoer itoe, jang terikat oleh soeatoe perdjandjian jang sangat merendahkan deradjat kaoem boeroeh itoe. Nasib jang begitoe itoe 'ja'ni nasib "boedak belian" memang soedahtidak meng-herankan lagi, tetapi ....Tetapi jang masih djoega mendjadikan fikiran kita ialah nasib pendoedoek tanah-tanah jang di-erfpacht-kan, jang terletak di daerah2 Palembang dan Lampoeng. Tidak hanja hak2 ra'iat sadja jang dirampas oleh kaoem pertoeanan, tetapi tanah dan roemahmereka itoepoen dirampasnja poela, roemah-roemahnja dibakar sebagai doeloe kalaketika perang antara Spanjol dan Nederland (jang pada waktoe itoe mendjadi tanahta'loekannja Spanjol dan mentjoba sampai delapan poeloeh tahoen lamanja melawandan mentjari kemerdekaannja, jang achirnja djoega tertjapai) tanam-tanamannja
 
ditebang dan ditebasnja, dengan tidak diberi keroegian sepeser poen dan achirnja pendoedoeknja dihalaukan dan dioesir dari tempat-tinggal, tanah halamannja, jangdiperoesahakan dan ditinggalkannja oleh nenek-mojangnja, sebagai harta benda jangasli, sebagai tanah warisan, tanah poesaka, tanah jang ditjangkoelnja, tanah jangmemberi hasil kepadanja, pendek kata soeatoe barang jang dipertinggi dandiperindahkan oleh bangsa kita. Pendeknja mereka itu terpaksalah meninggalkantempat-diamnja dan mengembara kemana-mana boeat mentjari sesoeap nasi bagi anak  bini mereka itu. Perkara ratap tangis dan kesedihan hati disini ta' perloe kita oeraikanlagi.Doeloe mereka senang berkeboen dan mempoenjai peroesahaan sendiri, tetapisekarang mendjadi orang ranau jang tidak mempoenjai hasil jang tetap, sekedar boeatmengisi peroetnja, jang atjap kali berkerontjongan. Tentoe sadja hati mereka itoemengandoeng dendam dan dengki terhadap segala bentjana jang telah menimpanja.Maka keroegian jang terdapat oleh ra'iat Lampoeng jang disebabkan oleh kedja-dian2 jang demikian itoe adalah sedjoemlah empat miljoen roepiah. Begitoelah menoe-roettaksiran wakilnja pendoedoek jang bernasib sial itoe jang pada waktoe ini ada diWeltervreden.Kemarin doeloe di sini datanglah seorang dari Teloekbetoeng, jang doeloe berdiam diAlan doea (Pagar Alam, Palembang), jang mentjeriterakan kepada kita akan kisahhidjrahnja dari tempat tinggalnja jang doeloe ke tempat tinggal jang sekarang ini. Dantidak di serta sanak keloearganja, tetapi beberapa (poeloeh) familie (djadi tidak orang-orang, sendiri-sendiri sadja) soedah hidjrah poela seperti dia. Adapoen sebabnja, ta'lain melainkan lantaran perboeatan-perboeatan sewenang-wenang dan kedjam-kedjam jang telah diderita oleh mereka itoe.Pembatja nistjajalah mengetahoei bahasa di tanah2 itoe ketjoeali hoekoem-hoekoem pemerintah Hindia-Nederland djoega berlakoe hoekoem2 'adat jang sangat berat, tidak 'adil dan pintjanglah adanja. Dan lagi hoekoem2 'adat itoe mempoenjai kekoeatan jang besar, sehingga ra'iat dengan moedahnja dapat dipermain2kan oleh "kepala-kepalanja" jang di sana diberi nama pasirah2. Keadaan jang demikian itoe tidak tjoema ada diPertja Soematera sadja, tetapi di Celebes poen "setali-tiga-oewang" alias sama sadja,dengan peroebahan sedikit, jaitoe di sana "perkakas-perkakas" itoe diberi "gelaran""radja-radja", soenggoehpoen hak2 radja-radja itoe tidak seperti radja2, dalam ertikata jang seloeas2 dan sebenar2nja. Hanja "nama" sadja jang tetap, tetapi hak2,haloean dan kewadjibannja sangat djaoeh berbedaan dengan radja jang soenggoeh2Begitoelah gambarnja nasib rakjat Indonesia pada zaman ini, jang katanja zaman perederan, zaman "modern", zaman baroe dan zaman kemadjoean. Semoeanja itoetjoema "katanja" sadja, stelsel jang dipakai dan diperlakoekannja, tetap seperti beberapa poeloeh abad jang doeloe. Ra'iat tetap tidak mempertjajai keleloeasaan.Perdjalanan ra'iat tambah lama tambah sempit dan litjin, djoemlahnja randjau bagira'iat poen makin lama makin banjak. Lebih tegas lagi, ra'iat tidak bisa beroebah, tidak  bisa bergerak, tidak bisa melakoekan kewadjibannja sebagai ra'iat seperti jang telahdiakoei oleh segala bangsa, melainkan bentjana dan bahaja jang selaloe bakalmengantjam dan menimpanja. Perlindoengan ditjari, tetapi sajanglah tidak bisadiperdapat.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...