Judul di atas, merupakan judul buku yang ditulis oleh Profesor John L. Esposito dan DaliaMogahed. Diterbitkan oleh Gallup Press, akhir 2007. Di Indonesia, buku ini diterjemahkandengan judul: “Saatnya Muslim Bicara” (PT. Pustaka Mizan, 2008). Isinya merupakanhasil penelitian (jajak pendapat) Gallup World Poll terhadap satu milyar lebih umat Islamdi seluruh dunia, mengenai masalah-masalah kekinian seperti demokrasi, hak asasimanusia (HAM), terorisme, anarkisme dan pandangan kaum Muslim terhadap Barat.Survey ini dilakukan mulai tahun 2001, pasca-serangan teroris terhadap gedung kembar World Trade Center (WTC), New York, Amerika Serikat (AS), dan baru selesai pada akhir2007. Gagasan untuk membuat survey ini, dipicu oleh semakin tumbuhnya pandangannegatif masyarakat Barat (khususnya AS) terhadap umat Islam.Pasca-tragedi WTC, diskriminasi atau kebencian terhadap kaum Muslim semakin meluas.Hasil jajak pendapat Gallup yang dilakukan pasca tragedi tersebut, menunjukkan, hampirseparuh warga AS (44%) berpendapat bahwa kaum Muslim terlalu ekstrim dalam beragama, dan hampir seperempat (22%) penduduk AS tidak ingin bertetangga denganorang Islam, karena orang Islam dianggap berbahaya. Hampir separuh warga Amerika,meragukan kesetiaan Muslim Amerika, terhadap Negara Amerika Serikat.Kecaman-kecaman bernada kebencian terhadap Islam (
Islamophobia
) ini, seringditunjukkan melalui berbagai media, termasuk wawancara-wawancara televisi. Orang Amerika tampaknya sudah menggeneralisasikan kaum Muslim sebagai umat yang anti-demokrasi, cenderung memusuhi Amerika, sehingga berpotensi menyerang Amerikamelalui kegiatan terorisme.Padahal, survey yang dilakukkan Gallup kemudian membuktikan bahwa sebagian besarumat Islam justru mengutuk terorisme, membenci anarkisme, dan mencintai sistemdemokrasi. Adanya ketidaksukaan umat Muslim terhadap Amerika, itu lebih disebabkanstandar ganda yang diterapkan Amerika Serikat dalam menghadapi negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, terutama negara-negara Timur Tengah.
Leave a Comment