Tidak pantas dan tidak boleh seorang yang bertauhid beres bermesra-mesraan dengan thaghut karena thaghut adalah musuh Allah.
kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat,saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya,Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka
.…
Lantas apa hubungannya dengan jihad
?
Seseorang yang bertauhid niscaya akan mengerti bahwa untukkesempurnaan praktik tauhid, wajib adanya
Daulah Tauhid
)Negara Tauhid(, negara yang undang-undang dan dasar hukumnya adalah tauhid, bukan undang-undangdan hukum kafir. Ketika negara tauhid tegak, saat itulah dikatakan: "Telah tinggikalimat Allah
".
Hanya dengan jihad sajalah Kalimat Allah akan tegak, maka segala usaha,lahir-batin, jiwa raga, harta dan segala daya untuk menegakkan Kalimat Allahdisebut sebagai jihad. Jika usaha tersebut sampai kepada harus berperang dengantujuan tegaknya Kalimat Allah, maka perang seperti itu disebut sebagai
jihad fie sabilillah
.
) ( ا َْ ِْ َوُه َعلا َِ ا َِ ْوَل تق ْنَ
Barang siapa berperang demi tingginya Kalimatullah (Islam) maka dia berperang di jalan Allah… (Muttafaqun alaihi
(
Seseorang yang imannya sehat, tauhidnya benar, tidak mungkin akan merasanyaman dan tenteram hidup di negara dengan undang-undang dan hukum setan,undang-undang kafir, meski kehidupannya secara materi serba cukup, makmur,dan sejahtera. Untuk itu ia perlu, bahkan wajib untuk berjihad
.
Dalam jihadlah terdapat kehidupan, terdapat kebahagiaan sejati. Karena ituAllah menyebut jihad sebagai kehidupan
;
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu
.…
Dari Urwah bin Zubair, bahwa yang dimaksud dengan 'yang memberikehidupan kepada kamu..' ialah perang yang dengan perang itu Allah memuliakankamu setelah kamu hina. Dan dengan jihad )perang( itu Allah menguatkan kamusetelah kamu lemah, dan dengan perang itu Allah mempertahankan kamu darimusuh kamu setelah mereka menguasai )menjajah( kamu
.
Lebih dari itu kaum muslimin
(
لا مكحر
)
Bahwa Allah menganggap jihad sebagai bukti kebenaran iman seseorang.Renungkanlah firman-Nya
:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu
1
Lihat tafsir Ibnu Katsir tentang surat al-Anfal ayat 24.
3
Leave a Comment