1 Oktober 1945Rakyat Aceh menghidupkan kembali radio danmengetahui bahwasannya Proklamasi kemerdekaanIndonesia telah diucapkan di Jakarta oleh Soekarno-Hatta.Akhir 1945Ada berita yang menyatakan bahwa Kekaisaran Jepangtelah menyerah kepada Sekutu, dan seluruh daerah jajahan yang diperoleh di dalam peperangan Asia TimurRaya segera akan dimiliki kembali oleh pemerintah yangberdaulat sebelumnya.Desember 1945Peristiwa pembasmian pengkhianat tanah air karena yang melancarkan serangan pertama adalah pihak
uleebalang
, mereka merasa lebih kuat dan gerakanrakyat hanya bersifat reaktif belaka terhadap aksimereka.22 Oktober 1945Konferensi
uleebalang
di Beureuoneen yang diadakan dirumah Teuku Umar Keumangan, seorang
uleebalang
yang tertua dan sudah masyhur kejahatannya menjadisebagai preadviseur telah memberikan anjuran-anjurankepada konperensi harus mempertahankankekuasaannya dengan memakai cara-cara seperti yangtelah dipakai waktu melawan Kerajaan Aceh yang dahuludan membentuk tentara sendiri. Membentuk Markas
uleebalang
di Pidie.25 Desember 1945Markas
uleebalang
memulai tentaranya untukmenduduki dan menguasai kota Sigli, suatu kota yangpenting dan dengan menguasainya mereka dapatmemutuskan jalan per-hubungan antara seluruhorganisasi perjuangan kemerdekaan di seluruh Aceh. Ditengah malam buta tentara liar mereka mulai masukkota Sigli dan terus menduduki tempat-tempat strategis.Rakyat umum dan pemuda dilarang masuk kota. Tiadalama kemudian di luar kota rakyat yang ditahan tidakboleh masuk kota sudah beribu-ribu jumlahnya. Ketikaitu kaum
uleebalang
sedang berusaha keras supayatentara Jepang yang pada saat itu masih di dalam kotaSigli untuk segera menyerahkan senjatanya kepadamereka.
Aceh Dari Konflik Ke Damai
1
10 Desember 1945Markas
uleebalang
mengadakan rapatnya di Lhungputu,menghasilkan keputusan untuk menangkap danmembunuh pemimpin-pemimpin pemuda dan organisasiperjuangan lain-nya dan tindakan-tindakan ini harussudah selesai dijalankan pada tanggal 25 Desember1945. setelah rapat selesai tentara mereka mengadakanmanuver besar-besaran dengan memper-gunakantembakan-tembakan karabijn, mitrailleur dan mortir yang menjadi sasaran mereka adalah rumah-rumah danperkampungan rakyat. Machtsvertoon ini telahmenimbulkan penderitaan yang tiada terhingga bagirakyat.22 Desember 1945Terbentuknya Markas Besar Rakyat Umum (MBRU)dengan kedudukan sementara di Garut. Keputusan inidisambut oleh seluruh rakyat dengan perasaan lega.Markas Besar Rakyat Umum mendapat bantuan morildan materil yang sebesar-besarnya dari seluruh rakyatAceh. Seluruh polosok Aceh dengan dengan berbagaicara datang untuk memberikan bantuan sukarelakepada Markas Besarnya.November 1945Sejumlah besar penduduk kota Sigli yang menjadipengikut
uleebalang
lengkap bersenjata pedang, rencong,dan beberapa pucuk bedil memasuki kota Sigli danmengambil tempat di rumah Guncho Sigli dan di rumah
uleebalang
Sigli. Mereka mengadakan persiapan denganmenempatkan pengawal-pengawal di tempat-tempatstrategis dan mengadakan pengawasan ketat atas lalu-lintas. Bukan sedikit jumlah pemeriksaan danpenangkapan yang dilakukan. Setiap orang yangdicurigai memihak kepada kelompok ulama, diperiksadan ditahan.8 January 1946Sjamaun Gaharu atas nama Markas Umum Daerah Acehdan T.P.P. Muhammad Ali atas nama Pemerintah DaerahAceh mengeluarkan maklumat yang berbunyi: Golongan yang berpusat di Cumbok, Lammeulo dan tempat-tempatlain yang memegang senjata dan mengadakanperlawanannya kepada rakyat umum, mereka itu adalahpengkianat dan musuh Negara Republik Indonesia.Diperingatkan kepada orang-orang yang sudahterpengaruh, terperosok, dan terperdaya oleh golonganpengkhianat itu supaya dengan segera menghindarkandiri dari golongan pengkhianat itu. Kalau tidak merekaitu akan dihukum dan menerima ganjaran menurutkesalahannya.8 January 1946Kolonel Sjamaun Gaharu atas nama Markas UmumDaerah Aceh dan T.P.P. Mohd. Ali atas nama PemerintahRepublik Indonesia Daerah Aceh mengeluarkanultimatum yang berbunyi: kepada golongan yangberpusat di Lammeulo dan tempat-tempat lain yang
Aceh Dari Konflik Ke Damai
2
memegang senjata dan mengadakan perlawanan terhadarakyat umum, supaya menyerah dan menghentikanperlawanannya, mulai hari kamis tanggal 10 January1946. Kalau tidak mau menyerah dan menghentikanperlawanannya, maka mereka itu akan ditundukkandengan kekerasan.13 January 1946Markas Cumbok dapat direbut, sisa-sisa pasukan danpemimpin mereka sebagian melarikan diri ke gunung-gunung. Pada periode akhir1945 – 1946 inilah terjadinyaperang saudara di Kabupaten Pidie yang dikenal denganPerang Cumbok yang berakhir dengan kekalahan pihak
uleebalang
.16 January 1946Tertangkapnya Teuku Daud Tjumbok, seorang pimpinanMarkas
uleebalang
Cumbok yang melarikan ke gunungsetelah peristiwa kegagalan mereka mempertahankanMarkas Cumbok.16 January 1946Markas Besar Rakyat Umum mengeluarkan maklumat yang berbunyi: Pertempuran sudah selesai, karena kaum
uleebalang
yang dianggap pengkhianat tanah air sudahdi-sapu bersih. Famili-Famili pengkhianat dan orang-orang kampung yang tidak berdosa tidak akan diganggu,rakyat yang baik mesti tinggal di tempatnya masing-masing. Barang siapa yang masih bersifat khianat danmelawan terhadap rakyat akan dijatuhkan hukumanmati. Dilarang keras merampok, menyembunyikan ataumenggelapkan senjata api untuk kepentingan sendiri.Senjata api tersebut segera diserahkan kepada kantorMarkas Besar Rakyat Umum.17 January 1946Markas Besar Rakyat Umum mengeluarkan maklumatpenje-lasan antara lain dikemukakan bahwa: sekarangdengan han-cur leburnya perjuangan dan perlawananpengkhianat-pengkhianat dengan tertangkapnya kepalapengkianat itu, mudah-mudahan rahmatlah bagi rakyatumum di Lam Meulo, Meureudu, Sigli dan sekitarnyadalam Negara Republik Indonesia yang juga melingkapiseluruh Aceh.24 Juni 1946Residen Aceh dengan resmi membentuk suatu MajelisPenim-bang yang mempunyai hak kehakiman yangberpusat di kota Sigli.24 Juni 1946T.T. Mohd. Daoedsjah stas nama Residen Acehmengeluarkan Peraturan Tentang Menguasai ataumemiliki Harta Benda Peninggalan Pengkhianat-Pengkhianat (Uleebalang Tjumbok) N.R.I. Daerah Aceh.1 September 1947Tgk. Muhammad Daud Beureueh diangkat sebagaiGubernur Militer Daerah Aceh, Kabupaten Langkat dan Tanah Karo dengan pangkat Jenderal Mayor.Agustus 1948Munculnya Gerakan Sajid Ali c.s.20 Agustus 1948Dikeluarkan Maklumat Gubernur Sumatera Utaratentang Gerakan Sajid Ali c.s.
Aceh Dari Konflik Ke Damai
3
You're Reading a Free Preview
Pages 654 to 658 are not shown in this preview.
Leave a Comment