Air Kehidupan Buku Kedua
3
Kata Pengantar
Ada apa dengan agama? Pertanyaan ini menjadi tema pemikiran yang saya tuangkandalam jurnal Air Kehidupan sepanjang tahun 2002, terutama melihat semakin maraknyaaksi teror maupun kekerasan yang bermotif keagamaan. Agama yang diharapkan mampumemberikan solusi bagi problematika kemanusiaan kerap kali justru menjadi sumber problematika bagi kemanusiaan itu sendiri.Menilik dari situ, dapatkah dipersalahkan jika banyak orang yang semakin menjauhi bahkan meninggalkan agama, merangkul sekuler humanisme, seperti yang dijabarkanoleh Karl Marx, Voltaire, dan tokoh-tokoh sosialis lainnya?Harus diakui, sebagian agama tidak suka dipertanyakan. Bagi sebagian pemeluk agama,doktrin maupun ‘kitab suci’nya merupakan kebenaran mutlak. Tidak bisa diganggugugat. Tapi sadar atau tidak itu merupakan pandangan lama yang diwariskan ketikamanusia secara geografis masih hidup terisolasi dari kelompok manusia di daerahlainnya. Ketika dunia tidak lagi begitu luas, dapat dijangkau dalam hitungan jam, umatmanusia yang semakin meng-global membutuhkan paradigma religius yang mampumengedepankan persatuan, toleransi, dan kebersamaan. Pemisah-misahan dan pengkotak-kotakan yang dilakukan agama-agama (sebagai warisan budaya masa lalu) hanya akanmembuat bertambahnya orang yang menjauhi agamanya.Setidaknya hal pokok diataslah yang dicermati dan diulas dalam jurnal Air Kehidupankali ini. Keprihatinan terhadap kehidupan beragama kita perlu ditindak lanjuti denganupaya-upaya positif mengikis kristalisasi agama-agama institusi sehingga pada akhirnyaagama mampu kembali bergerak secara dinamis mengejar ketertinggalannya dari perkembangan kehidupan manusia yang semakin kompleks dan modern.Semoga apa yang dituangkan disini dapat sedikitnya menggugah pemikiran kita masing-masing serta memberi manfaat bagi berkembangnya nilai-nilai kehidupan yangdilandaskan oleh persatuan, toleransi, dan kebersamaan.Salam kasih,Daniel V. Kaunang21 Juni 2003airkehidupan.theronworks.com
Leave a Comment