• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
KESUKSESAN PELAYANAN, KESADARAN, DAN PARTISIPASIPUBLIK DALAM PENGELOLAAN LIMBAH DI JEPANG; KAPANKAHDI INDONESIA?
Semula saya tidak tertarik dengan isu limbah rumah tangga ini sampai suatu pagisaya melihat anak mantu saya membersihkan botol-botol plastik bekas minuman danmenyerapkan sisa minyak goreng dalam semacam busa
(foam)
dan memasukkannyadalam plastik terpisah yang masing-masing diletakkan dalam kotak sampahberwarna kuning dan biru yang disediakan oleh kotamadya di pengumpulan sampahsementara apartment. Kenapa musti botol atau kotak plastik harus capek-capekdibersihkan dan dibuang labelnya segala, dan sisa minyak goreng diresapkan dulu kebusa, kenapa tidak langsung saja dibuang ke tempat sampah atau sisa minyakgoreng langsung saja dialirkan ke riol bersama sisa air cucian piring, yangpentingkan dibuang tidak berantakan, pikir saya.Besoknya, saya mendengar dari kerabat isteri saya yang berkunjung ke apartmentkami, bahwa saat ini dia sedang mengosongkan rumah sewaannya karena mau balikpenelitian beberapa bulan ke Indonesia, harus membayar biaya pembuangan alat-alat rumah tangga sekitar ¥5000 untuk sebuah kursi sofa, ¥6.000 untuk pesawat TV,kulkas, atau komputer, sehingga harus membayar total sejumlah ¥35.000 untukpembuangannya, padahal semua masih layak dipakai. Mau dikasi ke orang, tidak adayang mau, mau dibuang langsung sembunyi-sembunyi, malah khawatir akan menjadimasalah yang lebih rumit lagi.Menyadari kenyataan tersebut, saya menjadi tertarik untuk mengetahui ikhwalpersampahan ini, juga karena sangat terpesona dengan kenyataa bahwa padakunjungan kali ini, keadaan lingkungan jauh lebih menonjol kerapihan dankebersihannya, dibanding belasan tahun kunjungan kami sebelumnya.
--------
1
 
Gambar.1.
Ketentuan tentang penanganan limbah basah, kering, terdaur ulang,kertas, plastik, mudah terbakar, barang elektronik, limbah komersial, dan barangbesar berbayar, serta jadwal pengangkutan petugas kotamadya, yang harusdiketahui dan dipedomani masyarakat sehari-hari. (Scan Gany, 11 March, 2010).
Law Enforcement versus
Trust Based Community?
Semula sayamemperkirakan bahwa ketaatan masyarakat disebabkan hanya karenaperlakuan peraturan yang ketat, namun saya sempat menyaksikanseorang sopir yang sedang berhenti di lampu merah di tengah Kota Tokyo, membuang puntung rokok begitu saja di jalan licin, tanpa rasarisih. Saya perkirakan pasti ada ketentuan sanksi di Jepang terhapatpembuangan sampah sembarangan seperti di Singapura, misalnya,namun saya dengar dari beberapa orang warga, bahwa di perlakuanketentuan di Jepang merupakan jalan terakhir, yang saya cenderungmenganalogikannya sebagai semacam pendekatan
“trust basecommunity” 
. Hal ini karena hukuman terhadap pelanggaran tidak sertamerta dipakai sebagai instrument untuk memaksa masyarakatmematuhi ketentuan, namun lebih menekankan kepada kepercayaanmasyarakat untuk melakukannya berdasarkan kesadaran. Disampingitu, petugas publik melakukan pelayanan dengan sebaik-baiknyasehingga masyarakat akan merasa malu kalau tidak ikut berpartisipasi.-------
Pelayanan Publik Pemerintah Kota yang Prima:
Pemerintah kotadi samping memberikan pelayanan yang prima juga secara rutinemelakukan kampaye kepedulian dan kesadaran masyarakat, sertamemberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya tentangapa yang perlu dilakukan, bagaimana melakukannya serta apa hakdan kewajibannya, maupun sanksi kalau tidak melakukankewajibannya secara partisipatif. Hal ini disadari benar oleh petugasbahwa tanpa partisipasi semua masyarakat dan pihak-pihak terkait,maka penangnan limbah tidak akan berjalan, dan Pemerintah Kotatidak akan mampu melakukan semua secara menyeluruh, dengandemikian, pada gilirannya, masyarakat sendiri akan menerimaakibatnya secara kolektif.
Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat:
Masyarakat: Melaluipendekatan kesadaran dan partisipasi publik tersebut, pendekatanlebih lanjut diberikan pemerintah kota melalui edaran
leaflet 
yangberbentuk gambar dengan kata-kata singkat yang mudah diketahuioleh semua orang, dan diminta untuk ditempel di dinding dekat dapurmasing-masing keluarga, agar selalu dibaca atau diingat, dandipedomani kalau mau melakukan pembuangan sampah. (Orang asing juga diberikan leaflet yang berbahasa Inggeris sepeti dalam
Gambar1
).
2
 
Tugas dan tanggungjawab masyarakat:
Hal hal yang sangatmendasar dalam memperlakukan buangan limbah oleh masyarakatdan petugas adalah tidak sulit, tapi harus rutin dan telaten:(1) Cara pengepakan dari masing-masing rumah tangga dalamkantong plastik transparan, yang tidak boleh dicampur antara sampahbasah, sampah kering serta sampah yang bisa didaur ulang (kantongsampah transparan tersedia di toko toko swalayan, dengan ukuran dankwalitas standar;(2) Limbah yang berbentuk kaleng, plastik dan botol atau beling, harusdibersihkan dari sisa-sisa makanan, merek dibuang, serta dikumpulkanpada kotak kuning untuk plastik dan kotak biru untuk kaleng-kalengbekas yang tidak boleh ada sisa makanannya;(3) Barang pecah belah bekas harus dibuang tersendiri dan bola lampuatau lampu neon harus dimasukkan dalam kotak aslinya, dan kaleng-kaleng atau botol kosmetik dimasukkan dalam plastik sendiri dandibuang sekali seminggu bersama jadwal pembuangan sampah basah;(4) Limbah dapur yang basah harus ditiriskan dari sisa-sisa cairan, jugakulit kerang, kulit telur, sisa-sisa minyak (yang mudah terbakar
,combustible waste
) yang sudah diresapkan ke dalam
foam
, lap kertasatau pemper, daun-daun dan ranting sampah pekarangan dimasukkandalam plastik yang diikat rapih untuk dibuang dengan jadwalpengambilan dua kali seminggu;(5) Limbah berupa kertas harus dipisahkan dengan sampah ataubagian pembukus buku dari plastik, diikat rapih dengan tali yang tidakterbuat dari plastik atau isolatif, untuk diangkut petugas dengan jadwalsekali seminggu;(6) Barang-barang yang tidak mudah terbakar
(non combustible),
bekas peralatan listrik kecil, maksimum
coffee maker 
dan
hair drayer 
,dimasukkan dalam kantong plastik transparan diikat rapih, yangtampak jelas isinya dari luar untuk dikumpulkan petugas sampahsekali seminggu (sesuai dengan jadwal yang ditetapkan di daerahmasing-masing);(7) Barang-barang buangan yang besar, antara lain kursi, meja,sepeda,
vacum cleaner 
, tas pkaian besar, koper, lemari es, AC Bekas, TV, mesin cuci serta komputer, harus terlebih dahulu didaftarkan kebagian penanganan sampah besar di kantor walikota denganmenyebutkan ukuran, merek dan jenis peralatan, disertai alamatrumah yang jelas. Untuk itu, akan diberitahukan cara pengepakan danbesar biaya buangan masing-masing item, dan tanggal waktu jadwalpengambilannya oleh petugas. Pembayaran dilakukan pada saatpengambilan berupa kupon sebesar yang ditentukan yang dapat dibelidi kios-kios atau toko-toko penjual makanan atau kelontong terdekat;
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...