Magetan -- Meski lahan pertaniannya tidak terlalu
luas, Pemkab bertekad menjadikan Magetan sebagai slah
satu lubung padi nasional. Caranya, dengan melakukan
intensifikasi pertanian dengan pola tanam System of
Rice Intensification. Yakni, sistem pola tanam padi
yang diadopsi dari Prancis. "Sistem SRI ini tlah
terbukti mampu meningkatkan produksi hingga 30 persen
dari sistem pola tanam biasa" terang Tirsan Yusuf,
Kepala Dinas Pertanian Pemkab, kemarin.
Diungkapkan, pola tanam SRI ini terbilang baru di
Jatim. Selain lebih efektif, SRI juga dinilai lebih
efisien dari aspek biaya produksi. Contohnya, untuk
tanah satu hektare dengan sistem ini hanya membutuhkan
benih 5 kilogram. Padahal, jika menggunakan pola tanam
biasa, 1 hektare bisa membutuhkan benih hingga 20
kilogram. "Kebutuhan air juga sedikit, sistem
pembenihan yang sederhana, dan 1 hektare panennya bisa
mencapai 11 ton", tegasnya
Hal senada juga diungkapkan Plt. Bupati H Miratul
Mukminin. Menurutnya, dengan hasil maksimal itu,
pihaknya tahun depan bakal mengalokasikan anggaran
yang lebih besar untuk pengembangan tanaman padi.
Yakni, dengan cara pengembangan pola tanam SRI di
seluruh sentra padi. Selain itu, pihaknya juga bakal
memberikan bantuan benih padi dan pedampingan tenaga
teknis para petani. "Yang pasti kami siap mendukung
sepenuhnya program pertanian ini. Tidak saja dalam
pendanaan, tapi juga pembinaan teknis," terang Gus
Amik, panggilan karibnya.
Lebih lanjut, Gus Amik mengaku mulai menyiapkan
program pembangunan sektor pertanian dari hulu hingga
hilir. Artinya, pemkab bakal memfasilitasi petani
tidak saja dalam hal produksi. Tapi juga pasca panen.
Seperti pengolahan hasil produksi padi dan
pemasarannya. "Untuk pembangunan insfrastruktur
Leave a Comment