• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download

Dokumen ini merupakan catatan ekperimen yang dilakukan untuk mendapatkan beberapa parameter
fisika dan hidrolika tanah, beserta beberapa perlengkapan dan metode yang digunakan,
diperuntukkan terutama sebagai catatan bagi penulis. Dokumen ini diperbaharui terakhir kali pada
03/05/2007 jam 11:55 oleh SK Saptomo. Silakan kunjungi halaman internet repositori dokumen ini
untuk revisi terbaru.

Pengukuran Sifat Fisika/hidrolika Tanah

Pada experimen kali ini ada beberapa parameter yang harus didapatkan untuk digunakan dalam eksperimen simulasi aliran air dalam tanah. Parameter-parameter tersebut adalah:

1.volumetric water content (kadar air
volumetrik),
2.permeability/saturated
hydraulic
conductivity
(permeabilitas

atau konduktivitas hidrolika pada kondisi jenuh air)

3. hydraulic conductivity (konduktifitas hidrolika, mengacu pada kondisi tidak jenuh air)

4.tension / pF (tekanan negatif/hisapan
tanah)
Kadar air volumetrik (1) diukur untuk

semua sampel, di mana setiap sampel diambil pada kedalaman tanah yang berbeda dan akan merepresentasikan kadar air di lokasi tersebut pada setiap kedalaman. Untuk pertama kali

ditimbang berat sampel (tanah beserta ring sampel dan kedua tutupnya), ini selalu dilakukan di awal sebelum perlakuan lainnya

Fig 1. Some equipments for soil
water permeability test
Fig. 2. Sketch of preparing the saturation of soil sample
diterapkan

pada sampel tersebut. Pada pengukuran pF akan diperoleh juga jumlah air dalam tanah untuk setiap pF tertentu.

Permeabilitas

diukur dengan metode 'falling head' dimana di atas sampel tanah diberikan suatu kolom air dengan ketinggian head

tertentu. Kemudian waktu dan jarak 'jatuh' permukaan kolom air tersebut diukur, sehingga akan diperoleh

nilai

permeabilitas dalam satuan jarak per waktu. Tentu saja ada hitungan khusus sesuai dengan alat yang dipergunakan dalam pengukuran.

Satu perlakuan yang harus dilakukan sebelum tanah diuji dengan falling head adalah penjenuhan (saturation) (Fig. 2 dan 3).

Penjenuhan di sini artinya tanah harus dibuat dalam keadaan jenuh air, dimana seluruh pori-pori makronya harus terisi air. Cara penjenuhan ini cukup mudah, tetapi karena penjenuhan harus terjadi secara alami tanpa ada gaya yang diberikan untuk memasukkan air kedalam tanah selain sedikit perbedaan head, waktu yang dibutuhkan akan bervariasi untuk setiap sample yang berbeda dari 24 jam sampai beberapa hari bahkan beberapa minggu. Caranya dengan memasukkan contoh tanah yang sudah dipersiapkan dengan tabung-tabung untuk pengujian permeabilitas, ke dalam air sampai

permukaan
air
dalam

wadah perendaman tersebut berada di atas permukaan sampel tanah.

Jenuh atau tidaknya tanah bisa dilihat dari ada atau tidaknya air yang menggenangi permukaan

atas
sampel
tanah.

Lebih meyakinkan lagi kalau air tersebut telah sama levelnya dengan permukaan air tempat penjenuhan dilakukan.

Setelah sampel tanah menjadi jenuh pengujian permeabilitas dapat dilakukan. Untuk pengujian ini akan diperlukan beberapa alat yang paling penting adalah stop watch, mistar/penggaris (plus jangka sorong), baki atau loyang serta air destilat (beserta tabung plastik

untuk memasukkan air). Untuk perhitungan hasil pengujian

perlu diketahui ketinggian air dari lubang keluar air pada silinder luar tabung pengujian permeabilitas ke

ketinggian
awal
pengujian
(h1)
dan
ketinggian

akhir pengujian (h2). Selisih h1 dan h2 adalah jarak vertikal yang ditempuh saat head di'jatuh'kan dalam pengujian, dan waktu tempuh dari h1 ke h2

akan
digunakan
dalam
perhitungan
permeabilitas dari data pengujian ini.
Hanging water test (Fig 4, 5) dilakukan
untuk
memberikan

tekanan negatif/hisapan/tension pada sampel tanah dengan 'menggantung'air dalam pipa kecil dengan ujung terbuka memiliki ketinggian yang sama atau lebih rendah dari dasar sampel tanah.

Fig.3. This is how the saturation goes, immerse the falling head tubes in the water together with the soil samples

Fig. 4 Using these stands we can extract
water from the soil using hanging water
at a desired height and accordingly the
pF, and at last the retention curve (pF-
volumetric water content). Actually we
can apply tension to the soil samples up
to 150cm of water column equal.

Dengan perbedaan head ini akan terjadi tekanan negatif yang akan menarik air dari dalam sampel. Air tersebut akan terus keluar sampai

tekanan tersebut berimbang dengan hisapan
matriks
tanah
dalam
mempertahankan
kandungan air dalam pori-porinya.

Fig. 5 Though the picture is not clear,
this is the experiment to apply 10 cm
H2O equal of tension to the soil. Look at
the circling small tube around the main
tube, just above it is where the tension
comes, about 10 cm below the bottom of
the soil sample.

of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...