• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download

Dokumen ini merupakan catatan ekperimen yang dilakukan untuk mendapatkan beberapa parameter
fisika dan hidrolika tanah, beserta beberapa perlengkapan dan metode yang digunakan,
diperuntukkan terutama sebagai catatan bagi penulis. Dokumen ini diperbaharui terakhir kali pada
04/25/2007 jam 11:55 oleh SK Saptomo, Staf Departemen Teknik Pertanian IPB, Postdoct Fellows
at Department of Bioproduction Environmental Sciences, Faculty of Agriculture, Kyushu
University. Silakan kunjungi halaman internet repositori dokumen ini untuk revisi terbaru.

Pengukuran Sifat Fisika/hidrolika Tanah

Pada experimen kali ini ada beberapa parameter yang harus didapatkan untuk digunakan dalam eksperimen simulasi aliran air dalam tanah. Parameter-parameter tersebut adalah:

1.volumetric water content (kadar air
volumetrik),
2.permeability/saturated
hydraulic
conductivity
(permeabilitas

atau konduktivitas hidrolika pada kondisi jenuh air)

3. hydraulic conductivity (konduktifitas hidrolika, mengacu pada kondisi tidak jenuh air)

4.tension / pF (tekanan negatif/hisapan
tanah)
Kadar air volumetrik (1) diukur untuk
Fig 1. Some equipments for soil
water permeability test
Fig. 2. Sketch of preparing the saturation of soil sample
semua

sampel, di mana setiap sampel diambil

pada kedalaman tanah yang berbeda

dan
akan
merepresentasikan

kadar air di lokasi tersebut pada setiap kedalaman.

Untuk pertama kali ditimbang berat sampel (tanah beserta ring sampel dan kedua tutupnya), ini selalu dilakukan di awal

sebelum
perlakuan
lainnya
diterapkan
pada
sampel tersebut. Pada
pengukuran pF akan diperoleh juga jumlah air
dalam tanah untuk setiap pF tertentu.
Permeabilitas diukur dengan metode

'falling head' dimana di atas sampel tanah diberikan suatu kolom air dengan ketinggian head tertentu. Kemudian waktu dan jarak 'jatuh' permukaan kolom air tersebut diukur, sehingga akan diperoleh nilai permeabilitas dalam satuan jarak per waktu. Tentu saja ada hitungan khusus sesuai dengan alat yang dipergunakan dalam pengukuran.

Satu perlakuan yang harus dilakukan sebelum tanah diuji dengan falling head adalah penjenuhan (saturation) (Fig. 2 dan 3).

Penjenuhan di sini artinya tanah harus dibuat dalam keadaan jenuh air, dimana seluruh pori-pori makronya harus terisi air. Cara penjenuhan ini cukup mudah, tetapi karena penjenuhan harus terjadi secara alami tanpa ada gaya yang diberikan untuk memasukkan air kedalam tanah selain sedikit perbedaan head, waktu yang dibutuhkan akan bervariasi untuk setiap sample yang berbeda dari 24 jam sampai beberapa hari bahkan beberapa minggu. Caranya dengan memasukkan contoh tanah yang sudah dipersiapkan dengan tabung-tabung untuk pengujian permeabilitas, ke dalam air sampai

permukaan
air
dalam

wadah perendaman tersebut berada di atas permukaan sampel tanah.

Jenuh atau tidaknya tanah bisa dilihat dari ada atau tidaknya air yang menggenangi permukaan

atas
sampel
tanah.
Lebih
meyakinkan lagi kalau air tersebut telah sama
levelnya

dengan permukaan air tempat penjenuhan dilakukan.

Setelah

sampel tanah menjadi jenuh pengujian permeabilitas dapat dilakukan. Untuk pengujian

ini

akan diperlukan beberapa alat yang paling penting adalah

stop

watch, mistar/penggaris (plus jangka sorong), baki atau loyang serta air destilat (beserta tabung plastik

untuk memasukkan air). Untuk perhitungan

hasil pengujian perlu diketahui ketinggian air dari lubang keluar air pada silinder luar tabung pengujian permeabilitas ke ketinggian awal pengujian (h1) dan ketinggian akhir pengujian (h2). Selisih h1 dan h2 adalah jarak vertikal yang ditempuh saat head di'jatuh'kan dalam pengujian, dan waktu tempuh dari h1 ke h2 akan

digunakan
dalam
perhitungan
permeabilitas dari data pengujian ini.

Fig.3. This is how the saturation goes, immerse the falling head tubes in the water together with the soil samples

Fig. 4 Using these stands we can extract
water from the soil using hanging water
at a desired height and accordingly the
pF, and at last the retention curve (pF-
volumetric water content). Actually we
can apply tension to the soil samples up
to 150cm of water column equal.

Hanging water test (Fig 4, 5) dilakukan untuk
memberikan
tekanan
negatif

atau hisapan/suction pada sampel tanah dengan 'menggantung'air dalam pipa kecil dengan ujung terbuka memiliki ketinggian yang sama atau lebih rendah dari dasar sampel tanah. Dengan perbedaan head ini akan terjadi tekanan negatif yang akan menarik air dari dalam sampel. Air tersebut akan terus keluar sampai tekanan tersebut berimbang dengan hisapan matriks

tanah
dalam
mempertahankan
kandungan air dalam pori-porinya.

Pengukuran pF dengan memanfaatkan perbedaan tekanan air dapat dilakukan dengan cara seperti pada Fig. 6. Pertama kali harus ada

stand atau tiang sebagai dudukan sampel dan

juga tempat memberikan perlakuan perbedaan head. Tiang ini dapat dibuat dari baja stainless dengan ketinggian sesuai kebutuhan atau ketinggian yang dimungkinkan. Sebagai contoh pada gambar ini digunakan ketinggian maksimal 150 cm sehingga pada conth tanah dapat diaplikasikan perlakuan hisapan sampai setara 150 cm.

Komponen-komponen
lain
yang

dibutuhkan adalah tabung ukur/gelas ukur yang memiliki bentuk khusus seperti pada gambar, memiliki skala, 2 buah kran dan satuinlet untuk menambahkan air. Tabung ini kemudian akan dihubungkan ke sampel tanah melalui selang plastik yang cukup keras sehingga tidak memungkinkan perubahan volume dengan adanya perubahan tekanan.

Sampel tanah ditempatkan pada bagian atas suatu tabung. Tabung ini dipersiapkan khusus sehingga bagian atas silinder berupa sebuah plat atau lempengan yang terbuat dari bahan porus (biasanya keramik) dan air tidak bisa keluar melalui bagian tersebut kecuali melalui pori-porinya. Bagian bawah tabung memiliki lubang yang kecil sertanozzle untuk sambungan ke pipa elastis. Sebelum eksperimen dilakukan, tabung ini harus penuh terisi air tanpa ada gelembung udara (termasuk dalam pipa/selang). Kemudian lempeng porus pada bagian atas tabung juga harus lama keadaan jenuh air.

Pada tiang penyangga harus disiapkan
clamp atau penjepit untuk menahan tabung

ukur. Penjepit ini sebaiknya telah dipersiapkan pada beberapa ketinggian yang umum digunakan untuk pengukuran seperti 0cm, 10 cm, 50 cm dan sebagainya (diukur dari bagian dasar contoh tanah).

Pengukuran
dilakukan

dengan menempatkan tabung ukur (yang berarti juga head pada ujung selang/pipa elastik) pada berbagai ketinggian, mulai dari lebih tinggi dari sampel tanah (untuk penjenuhan). Kemudian tabung ukur diturunkan ke bawah, sehingga ujung selang sejajar dengan bagian bawah sampel, setara dengan tekanan negatif 0 cm atau pF 0. Air akan mengalir/menetes keluar melalui selang/pipa elastik, perbedaan air yang terukur pada tabung ukur sebelum ketinggian tabung diturunkan dan setelah tidak ada perubahan ketinggian air lagi (tetesan berhenti/stabil) adalah jumlah air yang terambil dari sampel tanah pada pF tersebut. Sehingga akan diperoleh kadar air tanah pada sampel tersebut untuk pF yang bersangkutan. Selanjutnya pengukuran

bisa
dilanjutkan

dengan menurunkan tabung dan ujung selang ke ketinggian yang lebih rendah 10 cm, 30 cm, 50 cm dan seterusnya.

Fig. 5 Though the picture is not clear,
this is the experiment to apply 10 cm
H2O equal of tension to the soil. Look at
the circling small tube around the main
tube, just above it is where the tension
comes, about 10 cm below the bottom of
the soil sample.

of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...