Use your Facebook login and see what your friends are reading and sharing.
Ardian Yuli Setyanto's Documents
7-Masuk Surga Tanpa Hisab 1 Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani
Pembahasan kita kali ini secara umum masih termasuk ke dalam keutamaan tauhid. Kita angkat tema ini secara lebih khusus karena merupakan keutamaan tauhid yang sangat istimewa bagi para pemeluknya. Tidak semua pemeluk tauhid dapat “Jika engkau mentaati mayoritas orang memperoleh kesempurnaan masuk surga tanpa hisab tanpa adzab. Keutamaan ini dimuka bumi, mereka akan menyesatkanmu hanya bagi seseorang yang benar-benar merealisasikan tauhid dengan sempurna. dari jalan Allah” (Al-An’am:116)
Category:Magazines/NewspapersReads:961Uploaded:03 / 14 / 2009ShareAdd to collectionMerealisasikan Tauhid Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani
Merealisasikan tauhid secara sempurna adalah dengan membersihkan dan memurnikannya dari campuran syirik besar maupun kecil, baik yang jelas atau tersembunyi tauhid dari berbagai jenis kesyirikan dan dosa besar yang tidak disertai dengan bertaubat. Ini merupakan bentuk realisasi ucapan tauhid Laa ilaha ilallah. Di samping itu dia Peribadatan yang dilakukan harus berlepas diri dari segala kebid’ahan harus bebas pula dari kebid’ahan dan dosa (mengada-adakan urusan agama yang tidak besar yang dilakukan dengan terus menerus. diajarkan oleh Rosulullah n). Ini merupakan Maka seseorang yang berkemauan untuk bentuk realisasi ucapan tauhid Muhammad merealisasikan tauhid secara sempurna Rosulullah. Inilah makna merealisasikan “Apa pendapatmu tentang orang yang harus memenuhi kriteria sebagaimana yang tauhid secara sempurna. menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya diutarakan lagi. Di samping terbebas dari berbagai (sesembahannya).” jenis kesyirikan baik yang besar maupun yang kecil, yang jelas maupun yang tersembunyi, seorang yang bertauhid harus terlepas dari segala kebid’ahan dan dosa besar yang diperbuat dengan terus menerus tanpa bertaubat. Karena melaksanakan sebuah kebid’ahan berarti mempersekutukan Allah dengan hawa nafsu. Demikian pula makna yang terkandung dalam memperbuat sebuah dosa besar. Penjelasan ini diterangkan oleh Asy-Syaikh Sholih bin ‘Abdul ‘Aziz Alus- Syaikh di kaset pelajaran Kitabut-Tauhid.
Category:Brochures/CatalogsReads:651Uploaded:03 / 14 / 2009ShareAdd to collectionMENGGAPAI KEUTAMAAN TAUHID (3) Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani
Sesungguhnya keutamaan tauhid cukup banyak. Sebagiannya telah kita tuangkan dalam tulisan- tulisan yang lalu. Pengetahuan tentang keutamaan-keutamaan tauhid bukan hanya sekedar sekilas info. Hendaknya berbagai keutamaan tauhid ini mampu membangkitkan semangat kita untuk lebih tekun mempelajari tauhid dan mengamalkannya. Merugilah orang- orang yang ilmunya tidak membuahkan amal.
Category:Brochures/CatalogsReads:844Uploaded:03 / 14 / 2009ShareAdd to collection4-menggapai keutamaan tauhid 2
dua perkara yang saling terkait erat. Tidak didapati salah satu dari keduanya tanpa yang lain. Maka barangsiapa yang tidak ikhlas (memurnikan ibadah) berarti dia seorang musyrik. Dan barangsiapa yang tidak jujur dalam mengucapkannya berarti dia seorang munafik. Orang yang ikhlas dalam mengucapkannya adalah yang memurnikan ibadah kepada Zat Yang Berhak yaitu Allah bukan kepada yang selain-Nya. Inilah yang disebut dengan tauhid dan merupakan pondasi Islam. (Qurrotul Uyun halaman 18) Asy-Syaikh Muh
Category:(not categorized)Reads:305Uploaded:01 / 20 / 2009ShareAdd to collectionAnalytics Www.ilmoe.com 20081206-20090105 Content by Title Report)
Hukum Berkurban Idul Adha Hari Tasyrik | Ilmoe Koreksi Total Permasalahan Shalat | Ilmoe Download Rekaman Dauroh Jajar (Kitab Asy Syariah Imam Al Ajuri) | Ilmoe Download Kajian | Ilmoe Syarat Hewan Kurban dan Waktu Penyembelihan | Ilmoe Kisah Salman Al Farisi | Ilmoe Dauroh Adab dan Akhlaq Seorang Muslim 3 | Ilmoe Hewan Kurban Adab Menyembelih Idul Adha | Ilmoe Koreksi Total Permasalahan Shalat 2 | Ilmoe Dauroh SMA/SMK Se-eks Karesidenan Surakarta | Ilmoe Qalbu | Ilmoe Bahaya Hizbiyah Bagi Generasi Muda di Dauroh ke 2 SMA SMK Ibnu Taimiyah Solo | Ilmoe Ilmoe - Part 2 Ketaatan Wanita Kepada Suami | Ilmoe Amerika Menjadi Fitnah Besar Bagi Kaum Muslimin | Ilmoe About | Ilmoe Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad As Sunusi | Ilmoe Dakwah Adalah Kewajiban Bagi Setiap Muslim | Ilmoe Fiqh | Ilmoe Ilmoe - Part 3 Keluarga | Ilmoe Berbuat Baik Pada Orang Tua Setelah Keduanya Meninggal | Ilmoe Doa Orang Tua Terhadap Anaknya 18B | Ilmoe Download Rekaman Dauroh Jajar (Khutbah Jumat) | Ilmoe Ketika Sang Istri Meminta Berpisah | Ilmoe Allah Menjadikan Bumi Sebagai Tempat Sholat dan Alat Bersuci | Ilmoe Bolehnya Suami Istri yang Junub Mandi dari Satu Tempat | Ilmoe Dampak Perbuatan Maksiat 2 | Ilmoe Download Kajian | Ilmoe - Part 2 Koreksi Total Permasalahan Shalat 4 | Ilmoe Al Ustadz Abdul Mu`thi Al Maidani | Ilmoe Apabila Suami Tidak Memiliki Kasih Sayang | Ilmoe Berdakwah Harus Dengan Ilmu Bukan Dengan Hawa Nafsu | Ilmoe Bertakwa Kepada Allah Bekal Kebahagian Dunia dan Akhirat | Ilmoe Butuhnya Kaum Muslimin Terhadap Sikap Sabar | Ilmoe Doa Orang Tua Terhadap Anaknya 16A | Ilmoe Ilmoe - Part 4 Koreksi Total Permasalahan Shalat 3 | Ilmoe Dampak Perbuatan Maksiat | Ilmoe Bersiwak Amalan Sunnah yang Asing Bagi Umat Islam | Ilmoe Download Rekaman Dauroh Jajar (Hadits Pilihan As Sa`di 2) | Ilmoe Doa Orang Tua Terhadap Anaknya 16B | Ilmoe Yang Diharamkan Dalam Masa Iddah | Ilmoe Al Ustadz Mukhtar | Ilmoe Doa Orang Tua Terhadap Anaknya 17A | Ilmoe Saling memberikan nasihat | Ilmoe Cenderung Pada Dunia, Maka Ingatlah Kematian | Ilmoe Download Rekaman Dauroh Jajar ( Hadits Pilihan As Sa`di 1 ) | Ilmoe Doa Orang Tua Terhadap Anaknya 17B | Ilmoe
Category:Art & DesignReads:700Uploaded:01 / 07 / 2009ShareAdd to collection4-menggapai keutamaan tauhid 2
dua perkara yang saling terkait erat. Tidak didapati salah satu dari keduanya tanpa yang lain. Maka barangsiapa yang tidak ikhlas (memurnikan ibadah) berarti dia seorang musyrik. Dan barangsiapa yang tidak jujur dalam mengucapkannya berarti dia seorang munafik. Orang yang ikhlas dalam mengucapkannya adalah yang memurnikan ibadah kepada Zat Yang Berhak yaitu Allah bukan kepada yang selain-Nya. Inilah yang disebut dengan tauhid dan merupakan pondasi Islam. (Qurrotul Uyun halaman 18) Asy-Syaikh Muh
Category:(not categorized)Reads:271Uploaded:01 / 06 / 2009ShareAdd to collection3-menggapai keutamaan tauhid
Dalam tulisan yang lalu telah dijelaskan tentang keharusan manusia untuk beribadah kepada Allah semata tanpa berbuat syirik sedikitpun. Itulah yang disebut dengan tauhid uluhiyyah. Seorang muslim adalah yang mengamalkan tauhid uluhiyyah setelah mengakui tauhid rububiyyah. Sehingga tauhid ini menjadi tema pembahasan kita. Tauhid adalah ajaran keselamatan yang dibawa oleh para nabi. Tak seorang nabi pun melainkan menyeru umatnya kepada tauhid. Sebab tauhid merupakan inti ajaran agama samawi. Allah berfirman: “Dan sungguh Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):“Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thoghut.” (An-Nahl: 36) “Dan Kami tidak mengutus seorang rosul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasannya tiada ilah (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka beribadahlah kamu sekalian kepadaku.” (Al-Anbiyaa`: 25) Para nabi menyeru umatnya kepada tauhid karena memiliki keutamaan yang sangat besar. Nasib baik umat manusia di dunia dan akhirat bergantung kepada perealisasian tauhid. Demikian pula keselamatan hanya bisa diraih dengan bertauhid. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang bertauhid berbagai keutamaan. Semua itu sebagai pelecut bagi kaum muslimin untuk menggapai keutamaan tauhid. Rasa Aman dan Petunjuk bagi Penganut Tauhid Setiap penganut tauhid akan mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah- Ku dengan tiada mempersekutukan Aku dengan sesuatu apa pun. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nuur: 55) Dalam kehidupan akhirat seorang yang bertauhid dengan sempurna akan menikmati rasa aman dari kekalan dalam api neraka dan ancaman adzab. Sementara orang yang tidak menyempurnakan tauhid karena melakukan dosa besar tanpa bertaubat akan mengecap rasa aman dari kekalan dalam api neraka tetapi tidak merasa aman dari ancaman adzab. Nasibnya tergantung pada kehendak Allah. Apakah Allah mau mengampuninya atau justru mengadzabnya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah tidaklah mengampuni dosa syirik terhadap-Nya dan akan mengampuni yang lebih ringan dari itu bagi orang yang Dia kehendaki.” (An-Nisaa`: 116) Seorang yang bertauhid akan menggapai petunjuk kepada syari`at Allah, baik yang berupa ilmu maupun amal dalam menapaki kehidupan dunia. Ketika di akhirat mereka akan memperoleh petunjuk ke jalan menuju surga. Allah l berfirman: “(kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang dzolim beserta teman sejawat mereka dan sesembahan-sesembahan yang selalu mereka sembah, selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.” (Ash-Shaaffaat: 22-23) Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang dzolim beserta teman sejawat mereka akan digiring ke jalan menuju neraka Al-Jahim di alam akhirat. Mafhumnya menjelaskan bahwa di sana orang-orang yang beriman (baca: bertauhid) akan diarahkan ke jalan menuju surga An-Na`im. (lihat Al-Qoulul Mufiid jilid 1 hal. 57-58) Wallahu a’lam bisshowab.
Category:(not categorized)Reads:1,000Uploaded:01 / 06 / 2009ShareAdd to collectionBuletin Online Asy Syariah 2 Tauhid Hak Allah Al Ustadz Abdul Muthi Al Maidani
Sesungguhnya tauhid adalah hak Allah yang paling wajib untuk ditunaikan oleh manusia. Allah tidaklah menciptakan manusia kecuali untuk bertauhid. Sebagian ulama menafsirkan kalimat: “supaya menyembah-Ku” dengan makna: “supaya mentauhidkan-Ku” Jika peribadatan kepada Allah tidak disertai dengan bertauhid maka tidak akan bermanfaat. Amal mana pun akan tertolak dan batal bila dicampuri oleh syirik. Bahkan bisa menggugurkan seluruh amal yang lain bila perbuatan syirik yang dilakukan dalam kategori syirik besar.
Category:Brochures/CatalogsReads:2,538Uploaded:12 / 26 / 2008ShareAdd to collectionBuletin Asy Syariah - Kewajiban Untuk Bertauhid - Al Ustadz Abdul Mu'thi
Merupakan suatu perkara yang tidak bisa disangkal, bahwa alam semesta ini pasti ada yang menciptakan. Yang mengingkari hal tersebut hanyalah segelintir orang. Itu pun karena mereka tidak menggunakan akal sesuai dengan fungsinya. Sebab akal yang sehat akan mengetahui bahwa setiap yang tampak di alam ini pasti ada yang mewujudkan. Alam yang demikian teratur dengan sangat rapi tentu memiliki pencipta, penguasa, dan pengatur. Tidak ada yang mengingkari perkara ini kecuali orang yang tidak berakal atau sombong dan tidak mau menggunakan pikiran sehat. Mereka tidaklah bisa dijadikan tempat berpijak dalam menilai dan meyakini.
Category:(not categorized)Reads:974Uploaded:12 / 19 / 2008ShareAdd to collection
1


