/  17
 
Pelaporan Informasi Keuangan Proforma
 ________________________________________________ 1
SA Seksi 634 [PSA No.
54] 
Surat untuk Benjamin Emisi dan Pihak Tertentu Lain yangMeminta,
dalam paragraf 03 s.d. 05, mengidentifikasi pihak tertentu yang dapat memintasuatu surat. Bila satu pihak atau lebih meminta suatu surat atau meminta akuntan untukmelaksanakan prosedur yang disepakati atas laporan keuangan proforma dalam kaitannyadengan penawaran, akuntan harus mengikuti panduan dalam SA Seksi 634 [PSA No. 54],paragraf 03 s.d 10, 36, 42, dan 43.
2
Dalam keadaan tertentu, prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dapatmensyaratkan penyajian informasi keuangan proforma dalam laporan keuangan atau catatanyang menyertainya. Informasi tersebut mencakup di antaranya informasi keuangan proformadalam kombinasi bisnis, informasi keuangan proforma dalam perubahan akuntansi, atauinformasi keuangan yang berkaitan dengan peristiwa kmudian (lihat SA Seksi 560 [PSA No.
46
Peristiwa Kemudian).
Untuk panduan dalam pelaporan atas laporan keuangan auditan yangberisi informasi keuangan proforma untuk kombinasi bisnis atau peristiwa kmudian, lihat SA
 
Sumber:
PSAT No. 03
PENDAHULUAN
01 Seksi ini memberikan panduan bagi akuntan yang mengadakan perikatanuntuk memeriksa atau
me-review
dan melaporkan informasi keuangan proforma.Perikatan ini harus dilaksanakan berdasarkan standar umum dan standar pekerjaanlapangan yang ditetapkan dalam SAT Seksi 100 [PSAT No.
07] StandarAtestasi,
danstandar pelaksanaan dan pelaporan khusus yang dirumuskan dalam Seksi ini.
1
02 Bila informasi keuangan proforma disajikan di luar iaporan keuangan pokok,namun dalam dokumen yang sama, dan akuntan tidak mengadakan perikatan untukmelaporkan informasi keuangan proforma, tanggung jawab akuntan diatur dalam SASeksi 550 [PSA No.
45] Informasi Lain dalam Dokumen yang Berisi Laporan Keuangan Auditan].
03 Seksi ini tidak berlaku dalam keadaan, untuk tujuan penyajian yang lebihbermakna, suatu transaksi yang diselesaikan setelah tanggal neraca dicerminkan dalamlaporan keuangan historis [seperti revisi terhadap jatuh tempo utang atau revisiperhitungan penghasilan per saham untuk pemecahan saham
(stock split)
2
SAT Seksi 300
PELAPORAN INFORMASIKEUANGAN PROFORMA
3000.1
Standar Profesional AkuntanPublik
PENYAJIAN INFORMASI KEUANGAN PROFORMA
04 Tujuan penyajian informasi keuangan proforma adalah untuk memperlihatkandampak signifikan transaksi (atau peristiwa) yang diselesaikan atau diusulkan terjadipada tanggal sebelumnya terhadap laporan keuangan historis. Informasi keuanganproforma umumnya digunakan untuk memperlihatkan dampak transaksi-transaksiseperti berikut ini:1.Penggabungan usaha.2.Perubahan permodalan.3.Penghentian bagian bisnis yang signifikan.4.Perubahan dalam bentuk organisasi atau status sebagai entitas yang memilikiotonomi.5.Penjualan yang diusulkan atas sekuritas dan penggunaan hasilnya.05 Tujuan tersebut dicapai terutama dengan menerapkan penyesuaian proformaterhadap laporan keuangan historis. Penyesuaian proforma harus didasarkan atasasumsi manajemen dan berdampak terhadap semua akibat signifikan yang ditimbulkanoleh transaksi (atau peristiwa) tersebut.06 Informasi keuangan proforma harus diberi tanda sebagai proforma untukmembedakan dari laporan keuangan historis. Penyajian informasi keuangan proformaharus: (1) menjelaskan transaksi (atau peristiwa) yang dicerminkan dalam informasikeuangan pro-forma, (2) somber informasi keuangan historis yang dipakai sebagai dasar,(3) asumsi signifikan yang digunakan untuk menyusun penyesuaian proforma, dan (4)ketidakpastian signifikan yang terdapat dalam asumsi tersebut. Penyajian informasikeuangan proforma juga harus menunjukkan bahwa informasi keuangan proformaharus dibaca dalam kaitannya dengan informasi keuangan historis yang bersangkutandan bahwa informasi keuangan proforma tidak selalu merupakan indikasi hasil (sepertiposisi keuangan dan basil usaha) yang akan dicapai jika transaksi (atau peristiwa) yangbersangkutan benar-benar dilaksanakan atau terjadi lebih awal.
KONDISI UNTUK PELAPORAN
07 Akuntan dapat menyepakati untuk melaporkan pemeriksaan atau
review
atas informasi keuangan proforma jika kondisi berikut ini dipenuhi:
a.
Dokumen
yang
berisi informasi keuangan proforma mencakup (atau disatukandengan cara mengacu) laporan keuangan lengkap entitas untuk tahun yangpaling akhir (atau untuk tahun yang sebelumnya jika laporan keuangan yangpaling akhir belum tersedia) dan, jika informasi keuangan proforma disajikan untukperiode interim, dokumen tersebut juga mencakup (atau disatukan dengan caramengacu) informasi keuangan interim historis untuk periode tersebut (yang dapatdisajikan dalam bentuk ringkasan). Dalam hal penggabungan usaha, dokumenharus mencakup (atau disatukan dengan mengacu)
3000.2
 
Pelaporan Informasi KeuanganProforma
informasi keuangan historis yang bersangkutan dari bagian signifikan entitasyang bergabung.
 b.
Laporan keuangan historis entitas (atau, dalam hal penggabungan usaha, bagiansignifikan entitas yang bergabung) yang dipakai sebagai dasar informasi keuanganproforma, telah diaudit atau
di-review.
3
 
Risiko atestasi akuntan yang berkaitandengan informasi keuangan proforma dipengaruhi oleh lingkup perikatan dengansyarat akuntan memiliki keyakinan atas informasi keuangan historis yangmendasari informasi keuangan proforma tersebut. Oleh karena itu, tingkatkeyakinan yang diberikan oleh akuntan atas informasi keuangan proforma, padatanggal'tertentu atau pada periode tertentu, harus dibatasi pada tingkat keyakinan
yang
diberikan atas laporan keuangan historis (atau, dalam hal penggabunganusaha, tingkat keyakinan terendah yang diberikan atas laporan keuangan historisbagian signifikan entitas yang bergabung). Sebagai contoh, jika laporan keuanganhistoris bagian signifikan entitas yang bergabung telah diaudit pada akhir tahundan telah
di-review
pada tanggal interim, akuntan dapat melaksanakanpemeriksaan atau
review
atas informasi keuangan proforma pada akhir tahun,namun terbatas pada pelaksanaan
review
atas informasi keuangan proforma padatanggal interim.
c.
Akuntan yang melaporkan informasi keuangan proforma harus memilikitingkat pengetahuan memadai tentang praktik akuntansi dan pelaporan bagiansignifikan entitas yang bergabung. Hal ini biasanya diperoleh akuntan yangmengaudit atau
me-review
laporan keuangan historis setiap entitas untuk periodetahunan atau interim yang paling kini yang menjadi dasar penyusunan informasikeuangan proforma. Jika akuntan lain telah melakukan audit atau
review
tersebut,kebutuhan akuntan yang melaporkan informasi keuangan pro-forma untukmemperoleh pemahaman atas praktik akuntansi dan pelaporan entitas tidakberkurang. Akuntan tersebut harus mempertimbangkan apakah, dalam situasitersebut, is dapat memperoleh pengetahuan yang memadai tentang hal tersebutuntuk melaksanakan prosedur yang diperlukan dalam pelaporan informasikeuangan proforma.TUJUAN AKUNTAN
08
Tujuan prosedur pemeriksaan akuntan yang diterapkan terhadap informasikeuangan proforma adalah untuk memberikan keyakinan memadai apakah:
a.
Asumsi manajemen memberikan dasar yang masuk akal untuk menyajikandampak langsung signifikan yang disebabkan oleh transaksi (atau peristiwa) yangbersangkutan.b.Penyesuaian proforma mencerminkan dampak semestinya asumsi tersebut. 
3000.3
 ________________________________ 3
Laporan audit atau
review
akuntan harus mencatumkan (atau memasukkan dengan caramengacu) dalam dokumen yang berisi laporan keuangan proforma.
 Review
dapat berupa
review
yang didefinisikan dalam SA Seksi
722
(PSA
73] Informasi Keuangan Interim, untuk perusahaan publik,
atausebagaimana yang didefinisikan dalam SAR Seksi 100 [PSAR No.
01] Kompilasi dan Review Laporan Keuangan,
untuk perusahaan nonpublik.

Share & Embed

More from this user

Recent Readcasters

Add a Comment

Characters: ...

This document has made it onto the Rising list!