3
Gbr 1.
Data pengukuran (a) dengan kesalahan acak (b) dengan kesalahan acak dan sistimatik.Setiap tanda menunjukan nilai pengukuran.
Analisa Statistik dari Kesalahan Acak
Jika besaran fisis, seperti pengukuran panjang dengan batang penggaris ataupengukuran waktu dengan stopwatch dilakukan berulang kali maka sebaranpembacaan disebabkan karena kesalahan acak. Untuk suatu kumpulan data, nilairata-rata atau
didefinisikan sebagai
#
(#
(1)
Dengan
x
i
adalah harga pengukuran ke-i dan
n
adalah banyaknya pengukuran.Semua harga pengukuran akan tersebar disekitar nilai rata-rata seperti ditunjukkandalam Gbr. 2. (dalam beberapa kasus,
mendekati “nilai benar” jika n banyak sekalidan tidak ada kesalahan sistimatik). Sebaran yang kecil dari nilai pengukuran disekitar nilai rata-rata menunjukan tingkat presisi yang tinggi.
Gbr.2.
Setiap tanda garis menunjukan hasil pengukuran. Nilai terukur tersebar disekitar nilairata-rata
.
Nilai terbaik dari suatu pengukuran telah ditentukan dengan menghitung rata-rata (
).Kita juga harus memperkirakan ketidakpastian atau kesalahan nilai tersebut. Standar deviasi didefinisikan sebagai
J
##
{
.
$(#
(2)Jika standar deviasi kecil, maka sebaran nilai terukur di sekitar nilai rata-rata akankecil sehingga presisi dalam pengukuran menjadi tinggi. Catat bahwa deviasi standar selalu positif dan memiliki satuan yang sama dengan nilai terukur.Kesalahan atau ketidakpastian nilai rata-rata (
) adalah standar deviasi dari hargarata-rata (
s
m
) yang didefinisikan sebagai :
J
(3)nilai benar
b)
nilai benar
a)
Leave a Comment