Dampak terparah di negara berkembang akan terjadi di pertumbuhan investasiyang melambat, diperkirakan turun menjadi 3,4 persen di 2009 dari 2007 sebesar 13 persen lebih. Sedangkan volume perdagangan internasional akan turun 2,1 persen tahun depan, penurunan pertama sejak 1982.Pada Krisis ekonomi tidak saja menghunjam negara-negara maju, tetapi juganegara-negara berkembang. Harapan akan pemulihan makin suram. Karena itu,ekonomi dunia tahun 2009 diramalkan akan terkontraksi 1 persen.Demikian dikatakan Ketua United Nations Conference on Trade and Development(UNCTAD) Supachai Panitchpakdi di Geneva, Swiss, Jumat (27/2).”Kita kemungkinan akan melihat penurunan pertumbuhan ekonomi lebih besar dinegara berkembang, yang selanjutnya makin menghunjam perekonomian global,”kata Supachai, mantan Wakil Perdana Menteri Thailand dan juga mantan DirjenWorld Trade Organization (WTO).Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan perekonomian negara berkembang masih bisa selamat. Namun, tidak demikian penilaian UNCTAD, yang justru melihat perekonomian negara berkembang juga terperosok.
Asia menderita
Logika di balik penilaian UNCTAD adalah negara-negara berkembang di Asia kinimengalami penurunan ekspor sekitar 40 persen. Ini adalah dampak dari pembangunan ekonomi yang berlandaskan ekspor.Ketua UNCTAD itu juga makin khawatir dengan gejala proteksionismeterselubung. Dikatakan, apabila AS mencanangkan ”buy American” alias belilah produk-produk AS untuk warganya, banyak negara juga melakukan hal serupadengan semboyan ”cintailah produksi dalam negeri”.Supachai mengatakan, secara global, semboyan-semboyan seperti itu akanmenghambat perdagangan global yang selanjutnya akan membuat ekonomi duniasulit pulih.
Saat ini
Negara-negara berkembang yang perekonomiannya tengah bertumbuh(emerging markets) menjadi titik panas (hot spot) baru yang berpotensi besar meletupkan babak baru krisis global yang lebih berbahaya: krisis nilai tukar matauang.Di Eropa Timur, krisis nilai tukar dibarengi dengan risiko gagal bayar utang yang berpotensi menyeret perbankan negara maju dan perekonomian global ke dalamkrisis lebih buruk dan berkepanjangan.Dampak krisis finansial global menyebar dengan cepat seperti lidah api ke seluruhwilayah emerging markets, mulai dari kawasan Baltik, Rusia, Eropa Timur, hinggaAmerika Latin. Bahkan, emerging markets Asia yang kondisinya relatif lebih lebih
Leave a Comment