• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
ISSN: 1907-4093Volume 4 Nomor 2 (Juli 2009)
Jurnal Generic adalah jurnal semi-elektronik (tersedia dalam bentuk softcopy dan hardcopy) yangditerbitkan setiap tahun secara berkala pada bulan
 Januari
dan
 Juli
. Jurnal membahas tentang kajian terkinidibidang ilmu komputer, teknologi informasi dan komunikasi. Jurnal Generic bertujuan menjadi wadahpublikasi ilmiah bagi peneliti, akademisi, maupun praktisi yang akan membagi pengetahuan danpengalaman mereka didalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ilmu komputer dan bidang ilmuteknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.
 
Penanggung Jawab
Bayu Adhi Tama, M.T.I.
Penasihat
Drs. Saparudin, MT.
Penyunting Ahli
Dr. Yusuf Hartono, M.Sc (UNSRI)Dr. Darmawijoyo, M.Si., M.Sc. (UNSRI)Dr-Eng. Anto Satriyo Nugroho (BPPT)Dr. Ir. Eko K. Budiardjo, M.Sc (UI)Ir. Siti Nurmaini, MT. (UNSRI)Jaidan Jauhari, MT. (UNSRI)
Penyunting Pelaksana
Ir. Bambang Tutuko, MT.Samsuryadi, MT.Erwin, M.SiMegah Mulya, MT.Mgs. Afriyan Firdaus, M.ITFirdaus, M.KomAlvi Syahrini Utami, M.Kom
SEKRETARIAT
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas SriwijayaJalan Raya Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya Ogan IlirSumatera SelatanTelp. (0711)7072729, 379249Fax. (0711) 379248E-mail: jurnalgeneric@unsri.ac.idWebsite: uppm.ilkom.unsri.ac.id
 
ISSN: 1907-4093Volume 4 Nomor 2 (Juli 2009)
Menekan Tingkat Ber Pada Sistem Komunikasi
 Direct-Sequence
CDMA(DS-CDMA)Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan
Transient Chaos
Wiharto
 Jurusan Teknik Informatika, Universitas Sebelas Maret Surakarta
1-6
 
Prototipe Laboratorium Bahasa Berbasis Komputer Menggunakan Model Arsitektur
Three-Tier
 
Dian Palupi Rini, Deris Stiawan, Endang Lestari
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya
7-14
Kajian Tentang Komputer Kuantum Sebagai Pengganti Komputer Konvensional Di MasaDepan
Herlambang Saputra
 Jurusan Teknik Komputer, Politeknik Negeri Sriwijaya
15-18
Pengembangan Antivirus Songket Untuk Virus H1N1 Dengan Metode
 Behavior Blocking Detection
 
Nazori Suhandi
 Jurusan Teknik Informatika, Universitas Indo Global Mandiri
19-22
Proteksi
 Mail Server
Dari
Spam
dan Virus Menggunakan
Untangle Gateway
 
Rifkie Primartha, Sukemi
 Jurusan Sistem Komputer, Universitas Sriwijaya
23-25
GENERIC Volume 4 Nomor 2 Halaman1– 33InderalayaJuli 2009ISSN1907-4093
Analisis
 Market Basket
Dengan Algoritma
 Apriori
dan
 FP-Growth
 
Erwin
 Jurusan Teknik Informatika, Universitas Sriwijaya
26-30
Pengidentifikasian Pembuat Tulisan Tangan Dengan Pengenalan Pola Biomimetik
Samsuryadi
 Jurusan Teknik Informatika, Universitas Sriwijaya
31-33
 
Vol. 4 No. 2 (Juli 2009)
J
URNAL
G
ENERIC 1ISSN 1907-4093 / © 2009
J
URNAL
G
ENERIC
 Abstrak—
Sistem penerima konvensional pada sistemkomunikasi DS-CDMA, terjadi degradasi kinerja akibatperbedaan daya dengan sinyal penginterferensi yang tinggi (Near-to-Far) dan nilai korelasi silang kode user yang berbeda tidak nol,yang mengakibatkan Multiple Access Interference (MAI).Jaringan Saraf Tiruan Transient Chaos (TCNN), sangat potensialuntuk mengatasi permasalahan MAI dan Near-to-Far padapenerima konvensional DS-CDMA.
 
Sistem penerima JaringanSaraf Tiruan Transient Chaos (TCNN) dapat diturunkan denganmemanfaatkan fungsi Likelihood. Dengan fungsi Likelihoodtersebut akan diperoleh fungsi energi atau fungsi cost dari sistempenerima multiuser DS-CDMA. Fungsi energi sistem penerimamultiuser DS-CDMA diselesaikan dengan algoritma TCNN.Pengujian dilakukan dengan simulasi komputer untukmembandingkan kinerja penerima TCNN dengan konvensional.Hasil simulasi, dapat dilihat bahwa sistem penerima JaringanSaraf Tiruan Transient Chaos dapat memberikan perbaikankinerja dibandingkan sistem penerima konvensional (MathcedFilter). Perbaikan kinerja penerima TCNN sebesar 85.092 % padakondisi
dB N  E 
o
6
1
=
/
, Near-to-Far
dB E  E 
6
12
=
/
, tetapimemerlukan tambahan waktu 0.4845 sekon-per-iterasi algoritmaTCNN.
 Kata Kunci— Likelihood, Matched Filter, Multiple Access Interference, Near-to-Far
 
I.
 
P
ENDAHULUAN
 ada sistem komunikasi seluler dengan metode akses jamak FDMA (
Frequency Division Multiple Access
), setiap userdialokasikan sendiri-sendiri sebuah pita frekuensi, jadidengan semakin meningkatnya jumlah user maka pita frekuensiyang tersedia akan semakin menyempit. Dengan semakinmenyempitnya pita frekuensi yang tersedia, maka kapasitasuser tidak ditingkatkan. Sistem akses jamak DS-CDMA(
 Direct Sequence Code Division Multiple Access
) merupakansolusi untuk meningkatkan kapasitas user pada lebar pitafrekuensi yang sama dengan FDMA (Miyajima dan Hasegawa,1996)(Viterbi dan Lupas, 1999) (Caffery, 2002).Sistem akses jamak DS-CDMA adalah penyebaran spektrumdaya setiap user ke dalam kawasan pita frekuensi yang sama,
*
Wiharto adalah staf pengajar dan peneliti di Jurusan Teknik Informatika,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas MaretSurakarta, Jawa Tengah (e-mail: wi_harto@uns.ac.id)
dengan menggunakan suatu kode yang berbeda untuk setiapusernya. Pada sistem penerima DS-CDMA bekerja denganmenggunakan suatu korelator (
 Matched Filter 
). Korelator akanmengkorelasikan kode-kode yang digunakan setiap usernya, jika akan mendeteksi data dari user-1, maka pada penerimaakan mengkorelasikan dengan kode yang sama dengan yangdigunakan user-1 pada saat di pancarkan. Korelasi dengan kodeyang sama terjadi autokorelasi, sedangkan kode yang berbedaterjadi kroskorelasi. Permasalahan timbul pada saatkroskorelasi tidak bernilai nol, maka akan terjadi apa yangdisebut
 Multiple Access Interference
(MAI) (Souejeri danBilgekul, 2000) (Miyajima dan Hasegawa, 1996).Setiap user, dari suatu RBS (
 Radio Base Station
)mempunyai jarak yang berbeda-beda, ada yang jauh dan adayang dekat. Jika user semakin dekat ke RBS maka daya yangditerima RBS semakin besar dibandingkan dengan yangsemakin menjauhnya user, hal ini terjadi karena efek redamanpropagasi yang merupakan fungsi jarak. Akibat efek tersebutdan akibat kroskorelasi tidak bernilai nol, maka timbul lagisuatu permasalahan permasalahan yang dikenal dengan
 Near-to-Far 
(jauh-dekat) (Souejeri dan Bilgekul, 2000), (Miyajimadan Hasegawa, 1996) dan (Miyajima, 1996).Solusi yang digunakan untuk mengatasi kedua permasalahanMAI dan
 Near-to-Far 
pada sistem DS-CDMA adalah denganmembangun sistem penerima optimum untuk mendeteksisinyal multiuser tersebut dengan menggunakan
 Maximum Likelihood Sequence Estimation
(MLSE), tetapi sistemtersebut mempunyai kompleksitas yang meningkat secaraeksponensial dengan meningkatnya jumlah user. Permasalahankompleksitas pada sistem penerima optimum, mendoronguntuk membangun sistem penerima sub-optimum dengankompleksitas rendah. (Meng, 2000) (Soujeri dan Bilgekul,2000) (Kechriotis dan Manolakos, 1996) (Wong dan Ghosh,2000) (Wen dan Shixin, 1998) (Miyajima dan Hasegawa,1996) (Poor, 2000) (Miyajima, 1996) (Tan, 1999).Untuk membangun sistem penerima sub-optimum padasistem komunikasi DS-CDMA dapat memanfaatkan jaringansaraf tiruan Hopfield (Soujeri dan Bilgekul, 2000) (Kechriotisdan Manolakos, 1996) (Miyajima, 1996) (Miyajima danHasegawa, 1996), Modified Transient Chaos (Wen danShixin, 1998), Radial Base Fanction (RBF) (Tanaka, 2001),backpropagasi (Wong dan Ghosh, 2000), dan jaringan saraf tiruan probabilistik (Ibikunle dan Yixin, 1999). Maka dalamtulisan ini akan membahas sistem penerima sub-optimum
Menekan Tingkat Ber Pada Sistem Komunikasi
 Direct-Sequence
CDMA(DS-CDMA)Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan
Transient Chaos
 
Wiharto
*
,
 Jurusan Teknik Informatika, Universitas Sebelas Maret Surakarta
P
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...