berdasarkan atas kedekatan politisi parpol terhadappemilihnya. Selain itu pula demokrasi senantiasaberkualitas justru dilihat dari kinerja dan kerja-kerjanyata kepartaian dan politisi dalam mengagregasikepentingan konstituen maupun publik secara meluas.Sebagaimana Maswadi Rauf dalam Jurnal Politikamenyatakan: “Fungsi-fungsi penting parpol, yakniagregasi dan artikulasi kepentingan, pendidikan politik,dan rekrutmen” (
Partai Politik dan Sistem Kepartaian diIndonesia Antara Kenyataan dan Harapan
, 2006: 8).
Ketiga
, adanya kemudahan caleg terpilih yangditentukan melalui Bilangan Pembagi Pemilih (BPP)sebesar 30 persen yang semula 100 persen penuh.Ketika pemilu 2004, bagi caleg yang tidak memenuhikuota BPP penuh 100 persen dikembalikan denganmekanisme nomor urut caleg. Artinya dengan BPP 30persen, oligarki kepartaian tidak terlalu mendominasilagi. Siapa yang telah memenuhi ketentuan BPP 30persen atau melebihinya meskipun berada pada nomorurut bawah berhak mendapatkan kursi yang terseleksisecara natural dari hasil perolehan antarcaleg yangberkompetisi.
Diaspora Parpol
Sementara dari sisi parpol-parpol yangberkompetisi pada pemilu 2009, Departemen Hukumdan HAM telah menerima pendaftaran badan hukumyang selanjutnya akan di verifikasi kelayakannyamenjadi peserta pemilu. Terlihat pula fenomena parpolbaru yang terdiaspora dari parpol lama disebabkandominasi perbedaan pandangan dan haluanantarpengurus. Sebut saja misalnya Partai DemokrasiPembaruan yang terdiaspora dari Partai DemokrasiIndonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan NasionalUlama dari Partai Kebangkitan Bangsa, Partai MatahariBangsa dari Partai Amanat Nasional, dan Partai HatiNurani Rakyat dari “ekses” Partai Golkar yang lebihspesifik bertujuan menjadi kendaraan pada pemilihanpresiden serta partai lainnya yang turut mendaftar.
2
Add a Comment
yudha_ga2hleft a comment
michael406left a comment