/  3
 
Pemiludan Diaspora Parpol
Oleh: Mujaddid Muhas
#
Alotnya pembahasan Rancangan Undang-UndangPemilihan Umum (RUU Pemilu) yang akhirnya finaldiundangkan, memberikan penilaian awal bahwa materiyang dibahas merupakan tingkat pembahasan berliku.Ketika ditelusuri didapati:
kelewat 
kentalnya suasanatarik-menarik kepentingan bertujuan menakar peluangkursi dan kekuatan masing-masing partai politik(parpol) terutama yang sedang berada di tampuk kursisenayan. Namun hasil yang didapatkan, secara umumtidak begitu “serevolusioner” yang dibayangkan publik.Dalam beberapa hal baru diantaranya
 pertama
,adanya
 parliamentary threshold 
(PT) sebesar 2,5persen. PT mengindikasikan semua parpol yangmenggenapkan atau melebihi 14 kursi berhak masuksenayan dari 560 total kursi yang tersedia. KetentuanPT memberikan pelajaran berharga bahwa setiap parpolmesti melewati ambang persentase PT, jika ingin masukpada Dewan Perwakilan Rakyat meskipun ketentuan initidak berlaku pada Dewan Perwakilan Rakyat di daerah.
Kedua
, infiltrasi peluang terhadap politisi perempuanuntuk berkiprah semakin terbuka lebar. Dengandiberlakukannya 30 persen kepengurusan pada parpoldan dalam daftar calon legislatif (caleg). Keterwakilanperempuan dari sisi regulasi ini akan berimplikasi padamakin terbukanya peluang perempuan sebagailegislator.Pada masa mendatang ketika mekanisme politiktelah relatif dianggap stabil dan representatif, tidakperlu lagi adanya kuota yang membedakanketerwakilan berdasarkan jenis kelamin. Melainkan
 
berdasarkan atas kedekatan politisi parpol terhadappemilihnya. Selain itu pula demokrasi senantiasaberkualitas justru dilihat dari kinerja dan kerja-kerjanyata kepartaian dan politisi dalam mengagregasikepentingan konstituen maupun publik secara meluas.Sebagaimana Maswadi Rauf dalam Jurnal Politikamenyatakan: Fungsi-fungsi penting parpol, yakniagregasi dan artikulasi kepentingan, pendidikan politik,dan rekrutmen” (
Partai Politik dan Sistem Kepartaian diIndonesia Antara Kenyataan dan Harapan
, 2006: 8).
Ketiga
, adanya kemudahan caleg terpilih yangditentukan melalui Bilangan Pembagi Pemilih (BPP)sebesar 30 persen yang semula 100 persen penuh.Ketika pemilu 2004, bagi caleg yang tidak memenuhikuota BPP penuh 100 persen dikembalikan denganmekanisme nomor urut caleg. Artinya dengan BPP 30persen, oligarki kepartaian tidak terlalu mendominasilagi. Siapa yang telah memenuhi ketentuan BPP 30persen atau melebihinya meskipun berada pada nomorurut bawah berhak mendapatkan kursi yang terseleksisecara natural dari hasil perolehan antarcaleg yangberkompetisi.
Diaspora Parpol
Sementara dari sisi parpol-parpol yangberkompetisi pada pemilu 2009, Departemen Hukumdan HAM telah menerima pendaftaran badan hukumyang selanjutnya akan di verifikasi kelayakannyamenjadi peserta pemilu. Terlihat pula fenomena parpolbaru yang terdiaspora dari parpol lama disebabkandominasi perbedaan pandangan dan haluanantarpengurus. Sebut saja misalnya Partai DemokrasiPembaruan yang terdiaspora dari Partai DemokrasiIndonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan NasionalUlama dari Partai Kebangkitan Bangsa, Partai MatahariBangsa dari Partai Amanat Nasional, dan Partai HatiNurani Rakyat dari “ekses” Partai Golkar yang lebihspesifik bertujuan menjadi kendaraan pada pemilihanpresiden serta partai lainnya yang turut mendaftar.
2

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...

yudha_ga2hleft a comment

matur nuhun atuh

michael406left a comment

Cool