“Oh …”Beberapa waktu setelah itu, ketenanganku diusik oleh sebuah SMS.
Dear, Miss TassaYou’re Einstein Girl.So, join to our organization orwe’ll throw little boy at yourhome and we’ll kidnap your sister.
SMS yang bernada mengancam dari nomor yangtak kukenal itu sedikit banyak telah mengusik ketenanganku. Tapilama setelah itu, orang yang mengirimkan SMS itu menjadi temandiskusiku. Ia mengajakku berlogika, merenungkan alam semesta, berkutak – katik dengan teorinya, serta membicarakan berbagaimacam teori – teori yang dikemukakan oleh seorang fisikawanternama, Albert Michael Einstein. Satu hal yang paling tak kumengerti mengenai orang ini yaitu kebiasaannya memanggilkuEinstein Girl. Siapakah gerangan orang misterius ini?Aku mencoba untuk mencari tahu. Tapi akumemang sengaja tak menanyakan hal itu kepada orang misterusitu. Sebab aku sangat yakin, ia tak akan mau mengungkapkan jatidirinya kepadaku. Apakah dia salah seorang yang mengagumiku,mungkin saja. Tapi aku merasa terlalu tersanjung jika iamenganggapku seperti laksana Einstein Girl.Aku sama sekali tak sama dengan pria jenius itu.Bahkan untuk menyelesaikan soal – soal fisika satandar untuk anak SMA saja, aku belum terlalu becus. Padahal mungkin menurut
Leave a Comment