Pemuda yang Mengumandangkan Adzan Itu
Andaikan kita mengetahui bagaimana jalankehidupan, takdir kita, jodoh kita, dan jadi apa kita, mungkin hiduptidak akan seperti ini. Tak akan seindah seperti ini, seberat sepertiini, atau juga seaneh seperti ini. Esensinya kita ini sedangmenjalani sebuah pembelajaran yang tak kenal henti. Pelajaranyang kita terima melalui pengalaman setiap harinya bisamenjadikan suatu pertambahan nilai dari hari ke hari kita di bumiini.Lantas, jika kita selama ini bersepakat bahwamemang sebaiknya kita tak pernah tahu takdir kita ke depan,terkadang justru mencoba-coba mengira akan jadi apa kita ininantinya. Kita mulai berspekulasi dan membayangkan bahkanmerencanakan hidup kita di massa mendatang.Tentunya hal tersebut sah-sah saja. Tak ada salahnyakita merencanakan kehidupan kita sendiri. Banyak yang berpendapat, semakin kita merencanakan hidup, maka semakin besar pula impian dan cita-cita kita akan terwujud. Tapi seperti apayang sering sekali kita dengar, manusia memang hanya bisamerencanakan dan Tuhan lah yang menetukan. Jodoh, harta, danmassa depan Dia lah yang menentukannya.***Ini bukan kali pertamanya anak yang barumenginjakkan kaki satu tahun di bangku SMA menaruh simpati
Leave a Comment