• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Pemuda yang Mengumandangkan Adzan Itu
Andaikan kita mengetahui bagaimana jalankehidupan, takdir kita, jodoh kita, dan jadi apa kita, mungkin hiduptidak akan seperti ini. Tak akan seindah seperti ini, seberat sepertiini, atau juga seaneh seperti ini. Esensinya kita ini sedangmenjalani sebuah pembelajaran yang tak kenal henti. Pelajaranyang kita terima melalui pengalaman setiap harinya bisamenjadikan suatu pertambahan nilai dari hari ke hari kita di bumiini.Lantas, jika kita selama ini bersepakat bahwamemang sebaiknya kita tak pernah tahu takdir kita ke depan,terkadang justru mencoba-coba mengira akan jadi apa kita ininantinya. Kita mulai berspekulasi dan membayangkan bahkanmerencanakan hidup kita di massa mendatang.Tentunya hal tersebut sah-sah saja. Tak ada salahnyakita merencanakan kehidupan kita sendiri. Banyak yang berpendapat, semakin kita merencanakan hidup, maka semakin besar pula impian dan cita-cita kita akan terwujud. Tapi seperti apayang sering sekali kita dengar, manusia memang hanya bisamerencanakan dan Tuhan lah yang menetukan. Jodoh, harta, danmassa depan Dia lah yang menentukannya.***Ini bukan kali pertamanya anak yang barumenginjakkan kaki satu tahun di bangku SMA menaruh simpati
 
kepada lawan jenisnya. Beberapa kali dia sudah pernah menaruhsimpati kepada lawan jenisnya. Dan itu merupakan suatu hal yangnormal sekali dirasakan oleh setiap remaja seperti dirinya.Tapi kali ini persoalannya berbeda. Dia menaruhsimpati dengan adik kelas yang usianya terlampau jauh, mungkinsekitar empat tahunan. Dia juga tidak mengerti mengapa ada rasa bahagia saat bertemu dengan orang yang sepantasnya dijadikanadik itu. Semuanya terasa begitu cepat sehingga dia tidak bisamelakukan berbagai macam analisa terhadap kasus yang sedangmenimpa hatinya ini.Erlin, gadis yang dikenal cukup aktif dalamkegiatan kerohanian di sekolahnya ini memang sedang mengalamisedikit konflik dengan jiwanya sendiri. Erlin sudah cukup banyak membaca buku-buku mengenai remaja terutama buku-buku yang berhubungan dengan masalah percintaan dalam remaja. BagaimanaIslam memandangnya dan aspek-aspek lain yang melingkupi cintasaat remaja dalam jendela Islam.Sebagian buku yang pernah ia baca menyatakansecara tegas bahwa Islam tidak lah melarang cinta saat remaja tapiIslam menyuruh untuk menjinakannya. Hal ini dirasa pentingsekali, karena masa remaja merupakan massa yang labil. Remajamasih sering terpengaruh hal-hal yang bisa menjerumuskannyakepada perilaku-perilaku negatif. Meskipun sebenarnya sebagiandari mereka juga sudah mengetahui akan batas-batas pergaulan
 
antara lawan jenis, tapi tetap saja banyak sekali remaja putri yangkehilangan massa depannya lantaran keperawanan mereka sudahterenggut.Suatu sore yang panas, Erlin melenggang menujutempat latihan teaternya. Selain aktif dalam kegiatan kerohanian disekolah, Erlin juga terkenal aktif dalam salah satu kelompok teater yang ada di kotanya. Beberapa kali Erlin dan kelompok teaternyasudah melakukan pementasan. Dan antusiasme dari masyarakat juga sangat menggembirakan saat mereka melakukan pementasansekitar dua bulan yang lalu.Erlin masih menunggu di luar balai latihan. Terlihat beberapa temannya yang datang dan menyapanya dengan ramah.Meskipun di dalam balai latihan sudah terlihat beberapa temannyayang berdatangan, tapi dia masih menunggu di luar. Diamenunggu, Arin, teman sekelasnya yang juga ikut dalam kelompok teater ini.Sebenarnya tak hanya itu saja yang membuat Erlinmasih betah menunggu di luar. Tapi ada alasan lainnya. Dan alasanitu terlihat beberapa meter dari balai latihan ini. Tepatnya disebuah surau kecil yang baru dibangun dengan jendela yang masihterbuka sehingga membuatnya leluasa memandang sosok yangsedang berkegiatan di dalamnya. Berkali-kali Erlin mengucaptasbih beriringan dengan istighfar di dalam hatinya.Mungkin dia bisa berkilah dengan tidak mengagumi
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...